Satwa di Kebun Binatang Bandung Diduga Alami Stres hingga Malnutrisi

Di tengah keberlangsungan pengelolaan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo yang belum jelas, kondisi sejumlah satwa dikabarkan tidak baik-baik saja. Orangutan, monyet hitam, hingga gajah diduga mengalami stres dan malnutrisi.

oleh Dikdik RipaldiDiterbitkan 20 Januari 2026, 16:10 WIB
Di tengah keberlangsungan pengelolaan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo yang belum jelas, kondisi sejumlah satwa dikabarkan tidak baik-baik saja. Orangutan, monyet hitam, hingga gajah diduga mengalami stres dan malnutrisi. (Foto: Dokumentasi Geopix)

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah keberlangsungan pengelolaan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo yang belum jelas, kondisi sejumlah satwa dikabarkan tidak baik-baik saja. Orangutan, monyet hitam, hingga gajah diduga mengalami stres dan malnutrisi. 

Menurut temuan Geopix pada pertengahan Januari 2026, sejumlah satwa di sana membutuhkan perhatian dan evaluasi mendesak oleh berbagai pihak, terutama terkait kondisi pemeliharaannya.

Senior Biologist dan Wildlife Curator-Center for Orangutan Protection, Indira Nurul Qomariah menjelaskan, salah satu gejala yang teramati pada orangutan dan monyet hitam di Kebun Binatang Bandung adalah kebotakan. 

“Pada primata termasuk orangutan dan monyet hitam, kebotakan di lengan dan kaki bawah dapat disebabkan oleh adanya penyakit kulit, malnutrisi, atau stres (akibat kebosanan atau kebiasaan kompulsif) yang memicu perilaku seperti over grooming,” katanya lewat siaran pers, dikutip Selasa (20/1/2026). 

Menurutnya, kebotakan dapat juga disebabkan oleh penyakit genetik seperti alopecia. Sebab itu, perlu dilakukan pemeriksaan medis dan observasi perilaku lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebotakan tersebut.

Selain itu, dia juga menyoroti kondisi gajah yang diduga menunjukkan gejala stres yang serius. Hewan tersebut menunjukkan perilaku stereotip berupa swaying atau gerakan berulang tanpa tujuan, yang termasuk indikator stres.

“Hal ini dapat disebabkan oleh kondisi lingkungan yang tidak mendukung kesejahteraan satwa, antara lain kurangnya pengayaan (enrichment) atau kebutuhan sosial seperti bersosialisasi dengan gajah lainnya” tambahnya. 

 

Diminta Pastikan Kondisi Satwa

Di tengah keberlangsungan pengelolaan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo yang belum jelas, kondisi sejumlah satwa dikabarkan tidak baik-baik saja. Orangutan, monyet hitam, hingga gajah diduga mengalami stres dan malnutrisi. (Foto: Dokumentasi Geopix)

Berdasarkan temuan itu, pihak pengelola Bandung Zoo, Pemerintah Kota Bandung, serta Kementerian Kehutanan diminta untuk tidak tergesa-gesa membuka kembali kebun binatang, tanpa memastikan kondisi satwa dan standar pengelolaan benar-benar layak. 

Senior Wildlife Campaigner Geopix, Annisa Rahmawati menegaskan, keselamatan dan kesejahteraan satwa harus menjadi prasyarat kunci sebelum kebun binatang dibuka kembali untuk publik.

“Temuan lapangan terkait dugaan kondisi stres orangutan, gajah dan monyet hitam, sangat mengkhawatirkan, memprihatinkan dan tidak boleh diabaikan,” katanya.

Pembukaan kebun binatang untuk publik di tengah indikasi terjadinya gangguan kesejahteraan satwa dinilai berpotensi memperburuk kondisi satwa.

“Kelayakan tersebut tidak sekedar terpenuhinya kebutuhan pakan yang telah dilakukan oleh Kementerian Kehutanan, tetapi para pihak juga harus memastikan aspek-aspek pengelolaan lainnya telah siap secara utuh seperti kesejahteraan tenaga kerja serta yang lebih penting kesejahteraan satwa-satwanya,” lanjutnya.

Beberapa desakan yang dinilai patut segera dilakukan di antaranya adalah evaluasi menyeluruh terhadap kondisi satwa dan fasilitas kandang, audit independen oleh otoritas dan tenaga ahli kompeten, transparansi kepada publik terkait kondisi kesehatan dan perawatan satwa.

 

Masa Depan Kebun Binatang Bandung

Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo. (Liputan6.com/Arie Nugraha)

Sebelumnya, masa depan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo tengah menjadi pembahasan pemerintah kota hingga tingkat pusat. Pembahasan itu diklaim menyangkut konsep pengelolaan hingga fungsi kawasan kebun binatang.

“Kami bertiga, pemerintah kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat sedang mendiskusikan masa depan Kebun Binatang ini,” kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan lewat siaran medianya di Bandung, Senin (12/1/2026).

Menurutnya, saat ini ketiga level pemerintahan masih intensif mendiskusikan arah kebijakan terbaik bagi Kebun Binatang Bandung.

“Apakah tetap menjadi kebun binatang dengan konsep seperti sekarang, dengan konsep yang berbeda, atau bahkan bukan kebun binatang,” ujar Farhan.

Ia menjelaskan, pembahasan tersebut memerlukan kehati-hatian karena menyangkut kewenangan lintas pemerintah.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya