Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan komitmen Indonesia dalam melindungi keanekaragaman hayati dunia melalui penguatan hutan adat, perlindungan satwa liar, dan pemberantasan kejahatan satwa. Hal ini disampaikan Raja Juli saat Lunch Meeting with The Royal Foundation di London, Inggris, di sela-sela mendampingi kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto. Salah satu pejabat yang hadir yakni, Direktur Eksekutif The Royal Foundation of The Prince and Princess of Wales, Tom Clements.
Raja Juli menyampaikan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan biodiversitas tertinggi di dunia dan berkomitmen penuh pada Global Biodiversity Framework.
Advertisement
Pengakuan Terhadap Hutan Adat
Dia mencontohkan soal pengakuan hutan adat menjadi pilar utama strategi konservasi nasional. Menurut dia, kebijakan ini memperkuat peran masyarakat adat dan komunitas lokal sebagai penjaga ekosistem. Pada November 2025, dalam United for Wildlife Global Summit di Rio de Janeiro, Indonesia menargetkan penetapan 1,4 juta hektare hutan adat, dengan kemajuan signifikan sepanjang 2025.
"Pengakuan hutan adat memberdayakan masyarakat adat dan komunitas lokal sebagai garda terdepan penjaga keanekaragaman hayati," kata Raja Juli dikutip dari siaran pers, Selasa (20/1/2025).
Dia menyampaikan Indonesia telah menerbitkan Pedoman bagi Calon Verifikator Hutan Adat serta melaksanakan program peningkatan kapasitas di berbagai wilayah. Hal ini untuk menjami kredibilitas dan kualitas hutan adat.
"Sepanjang tahun 2025, kemajuan nyata telah dicapai, dengan sejumlah unit hutan adat yang sedang melalui tahapan penetapan, konsolidasi, verifikasi, hingga penetapan hukum," ujarnya.
Komitmen Lindungi Satwa Liar
Selain itu, Indonesia fokus mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar. Khsusnya, konflik antara manusia dan gajah di Sumatra.
"Peta jalan mitigasi konflik manusia–gajah menargetkan 75 persen konflik dapat dikelola secara efektif dan penurunan risiko hingga 75 persen pada 2030," jelas Raja Juli.
Dalam menekan kejahatan satwa liar, Indonesia memperkuat patroli di habitat kritis, meningkatkan pengawasan di bandara dan pelabuhan, serta memulangkan satwa hasil perdagangan ilegal ke habitat alaminya. Langkah ini dilakukan untuk menekan perburuan dan perdagangan satwa liar lintas negara.
Indonesia juga memperketat penegakan hukum serta bekerja sama dengan platform digital untuk mencegah perdagangan satwa liar secara daring.
"Kami telah menandatangani nota kesepahaman dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia untuk mencegah perdagangan ilegal flora dan fauna dilindungi melalui sistem elektronik," ujar Raja Juli.
Mengenal Lebih Jauh Royal Foundation
Sebagai informasi, Royal Foundation merupakan lembaga filantropi berbasis di Inggris yang didirikan oleh keluarga kerajaan Inggris yaitu Prince William dan Catherine (Kate Middleton), untuk mendukung berbagai inisiatif global di bidang pelestarian lingkungan, aksi iklim, kesehatan mental, dan pemberdayaan masyarakat melalui kemitraan strategis yang berkelanjutan dan berdampak luas.