Perusahaan Ritel Ini Ajukan Bangkrut, Amazon Beri Ultimatum

Amazon menuding Saks gagal memenuhi perjanjian keuangan dan menghabiskan ratusan juta dolar Amerika Serikat (AS).

oleh Haniah NabilahDiterbitkan 20 Januari 2026, 19:00 WIB
Amazon mengungkapkan alasan mengancam langkah Saks Global ajukan kebangkrutan. (JASON REDMOND / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Amazon mengancam akan mengambil langkah "drastis" terhadap kebangkrutan Saks Global, setelah perusahaan ritel tersebut mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11.

Salah satu kekhawatiran utama Amazon adalah investasi-nya sebesar USD 475 juta atau Rp 8,04 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.940), yang kini dianggap tidak bernilai.

Dalam pengajuan pengadilan terbaru, Amazon menuduh Saks gagal memenuhi perjanjian keuangan dan menghabiskan ratusan juta dolar Amerika Serikat  dalam waktu kurang dari setahun, yang berdampak pada rencana pembiayaan kebangkrutan mereka.

Kesepakatan Menguntungkan yang Kini Menjadi Beban

Pada Desember 2024, Saks mengakuisisi Neiman Marcus dengan nilai transaksi mencapai USD 2,7 miliar atau Rp 46,5 triliun. Amazon kemudian menginvestasikan USD 475 juta ke dalam usaha tersebut dengan syarat Saks akan mulai menjual produk di situs web Amazon.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Saks juga sepakat untuk membayar biaya rujukan untuk produk yang dijual di platform Amazon dan menjamin pembayaran setidaknya USD 900 juta atau Rp 15,24 triliun selama delapan tahun.

Namun, menurut dokumen pengadilan, investasi Amazon kini dianggap tidak bernilai. Amazon berpendapat, Saks terus menerus melanggar anggaran dan gagal membayar tagihan kepada mitra ritelnya.

"Saks menghabiskan ratusan juta dolar AS dalam waktu kurang dari setahun dan kini menumpuk utang yang belum dibayar," tulis pengacara Amazon dalam pengajuan mereka.

Peringatan Tindakan Drastis

Amazon menilai, rencana pembiayaan kebangkrutan Saks merugikan mereka dan kreditor lainnya. Pembiayaan baru yang diajukan oleh Saks telah membebani perusahaan dengan utang baru, yang memperburuk posisi Amazon dalam urutan pembayaran kembali.

Dalam pengajuan pengadilan tersebut, Amazon menyatakan mereka mungkin akan "mencari solusi yang lebih drastis," termasuk penunjukan seorang pemeriksa jika masalah ini tidak dapat diselesaikan.

 

 

Investasi Amazon

Alex Crook mengambil gambar kantor Amazon bernuansa hutan hujan yang baru, The Spheres, di Seattle, Senin (29/1). Di dalamnya dibuat seperti taman besar dengan ruang-ruang terbuka, sehingga tidak ada ruang konferensi yang tertutup. (AP/Ted S. Warren)

Saks telah mengajukan pendanaan kepailitan baru sebesar USD 1,75 miliar atau Rp 29,6 triliun, yang diharapkan dapat mencegah likuidasi segera. Meskipun demikian, keputusan terkait permintaan Amazon belum diputuskan oleh Hakim Alfredo Perez dalam sidang yang berlangsung pada Rabu.

Investasi Amazon di Dunia Ritel

Akuisisi Saks atas Neiman Marcus dan kemitraannya dengan Amazon semula dilihat sebagai peluang besar untuk memperluas jangkauan barang mewah di platform e commerce terbesar dunia. Kesepakatan ini meningkatkan kemungkinan bahwa Amazon dapat memperdalam investasinya di sektor ritel fisik.

Meskipun demikian, beberapa eksperimen Amazon dalam dunia ritel fisik, seperti toko buku dan toko kelontong, telah dihentikan karena kurangnya hasil yang diharapkan.

 

Dampak terhadap Investor

Pejalan kaki melewati The Spheres, kantor bernuansa hutan hujan yang baru dibuka Amazon, di Seattle, AS, Senin (29/1). The Spheres terdiri dari tiga rumah kaca berukuran bulat yang menaungi 40.000 jenis tanaman dari 400 spesies. (AP/Ted S. Warren)

Amazon juga memiliki pengalaman investasi serupa, seperti ketika perusahaan tersebut mengambil 2% saham di Grubhub pada 2022. Saham Amazon di Grubhub meningkat menjadi 18% pada tahun 2024. Namun, masalah dengan Saks menunjukkan risiko yang lebih besar bagi Amazon dalam mengelola investasi semacam ini.

Dampak Bagi Investor Lainnya

Selain Amazon, Salesforce juga menjadi pemegang saham minoritas di Saks selama akuisisi Neiman Marcus. Meskipun kepemilikan Salesforce lebih kecil, belum jelas apakah mereka akan ikut menentang rencana kebangkrutan Saks.

Dengan posisi keuangan yang semakin terguncang, Saks harus menghadapi tantangan besar untuk mendapatkan kembali kepercayaan dari investor dan mitra bisnisnya, termasuk Amazon. Jika rencana kebangkrutan ini tidak berhasil, bisa jadi Amazon akan mengambil langkah lebih lanjut untuk melindungi investasinya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya