Pemerintah Masih Kaji Kucuran Insentif Otomotif di 2026

Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan, jika kebijakan insentif untuk otomotif pada tahun ini, masih dalam tahap pengkajian

oleh Arief AszhariDiterbitkan 19 Januari 2026, 16:14 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto ikut membagikan bantuan langsung tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra). Hingga saat ini sudah ada 26,2 juta orang yang menerima.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, jika kebijakan insentif untuk otomotif pada tahun ini, masih dalam tahap pengkajian.

Sebelumnya, memang pemerintah Indonesia, dalam dua tahun terakhir telah menggelontorkan banyak insentif untuk kendaraan roda empat Tanah Air.

Menurut Airlangga, insentif otomotif sejak 2024 hingga 2025, sudah menelan angka hingga Rp 7 triliun. Selain itu, di sisi lain, kinerja investasi industri otomotif, terutama kendaraan listrik sudah menunjukan tren yang sangat positif.

"Otomotif silakan direview. Karena otomotif sudah kita berikan insentif selama dua tahun terakhir dan nilainya Rp7 triliun. Dan arahan sekarang adalah, dan investasi di sektor otomotif terutama EV sudah meningkat," ujar Airlangga di Indonesian Business Council (IBC) Business Outlook 2026, dikutip dari Antara, Senin (19/1/2026).

Airlangga juga menambahkan, masuknya sejumlah produsen kendaraan listrik global memperkuat alasan perlunya evaluasi kebijakan.

Beberapa merek seperti VinFast dan BYD mulai berinvestasi di Indonesia, mengikuti langkah Hyundai yang lebih dulu menanamkan modal.

Dengan kondisi tersebut, Pemerintah ingin memastikan arah kebijakan berikutnya tidak sekadar melanjutkan insentif lama, melainkan benar-benar mendukung penguatan industri otomotif nasional, termasuk pengembangan mobil nasional.

"Sehingga ke depannya ini akan didorong untuk (pengembangan) mobil nasional," tambah Airlangga.

Evaluasi Industri Otomotif Indonesia

Sejumlah mobil terparkir di pabrik VinFast, Haiphong, Vietnam, Jumat (14/6/2019). Selain memenuhi pasar domestik, VinFast juga akan menjual mobilnya untuk pasar ekspor yang besar kemungkinan ke Eropa. (Manan VATSYAYANA/AFP)

Lebih lanjut, terkait usulan lanjutan dari Kementerian Perindustrian, Airlangga menyebut pembahasan masih difokuskan pada kajian yang lebih mendasar.

Evaluasi diperlukan secara lintas segmen, mulai dari kendaraan ramah lingkungan berbiaya rendah (LCGC) hingga kendaraan listrik dan teknologi hibrida.

"Karena yang lebih substantial kan berarti harus mulai dari evaluasi dari LCGC sampai kepada EV, Plug-in hybrid, hybrid. Jadi sifatnya lebih menyeluruh," tutupnya.

Pengunjung melihat produk mobil terbaru yang dipamerkan dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (18/7/2024). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya