Pemerintah Siapkan 5.750 Kuota Beasiswa LPDP di Tahun 2026, Berikut Rinciannya

Mendiktisaintek mengatakan, pemerintah telah menyiapkan kuota sebanyak 5.750 beasiswa LPDP untuk tahun anggaran 2026.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 15 Januari 2026, 17:58 WIB
Mendikti Saintek Brian Yuliarto usai rapat bersama dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. (Dok. Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menggenjot kualitas sumber daya manusia melalui perluasan akses pendidikan bagi rakyat Indonesia. Salah satunya, melalui perluasan program beasiswa.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dalam paparannya di forum dialog Presiden RI dan akademisi di Istana Negara menyampaikan, langkah ini diambil untuk memastikan generasi muda mampu bersaing di kancah global melalui dukungan finansial negara.

Untuk tahun ini, kata Mendiktisaintek, pemerintah telah menyiapkan kuota sebanyak 5.750 beasiswa LPDP untuk tahun anggaran 2026.

"Untuk tahun ini, kami menargetkan 5.750 penerima beasiswa baru," kata Brian dikutip dari siaran pers, Kamis (15/1/2026).

Dia menjelaskan bahwa setiap tahunnya Indonesia mencetak sekitar 1,7 juta lulusan dari berbagai bidang strategis, mulai dari sains dan teknologi hingga ilmu sosial. Brian menuturkan potensi besar ini harus dikelola dengan serius agar menjadi modal utama daya saing bangsa.

"Kami ingin memastikan negara hadir dalam setiap langkah anak bangsa yang ingin maju. Program LPDP secara konsisten terus melahirkan talenta unggul," tuturnya.

Rincian kuota tersebut mencakup 1.000 kursi untuk beasiswa Garuda (S1), 4.000 kursi untuk jenjang S2 dan S3, serta 750 kursi khusus bagi doktor spesialis. Brian menekankan bahwa fokus pemberian beasiswa S2 dan S3 kali ini akan lebih spesifik.

"Program S2 dan S3 akan diselaraskan dengan target pertumbuhan industri yang dicanangkan Bapak Presiden dalam Asta Cita. Kita butuh tenaga ahli yang sesuai dengan arah pembangunan nasional," jelas Brian.

 

Program KIP-K

Presiden Prabowo Subianto ingin agar jumlah mahasiswa perguruan tinggi penerima beasiswa ditambah sebanyak mungkin. Pasalnya, dari total 9,9 juta mahasiswa yang sedang belajar, baru 1,1 juta yang menerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP). (Foto: Biro Pers Istana)

Selain LPDP, pemerintah juga terus memperkuat program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Saat ini, terdapat lebih dari 1,1 juta mahasiswa aktif yang biaya hidup dan SPP-nya ditanggung sepenuhnya oleh negara dengan total anggaran mencapai Rp 16 triliun per tahun.

Dengan penguatan ini, diharapkan tidak ada lagi anak bangsa yang terkendala biaya untuk mengenyam pendidikan tinggi di perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto ingin agar jumlah mahasiswa perguruan tinggi penerima beasiswa ditambah sebanyak mungkin. Pasalnya, dari total 9,9 juta mahasiswa yang sedang belajar, baru 1,1 juta yang menerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Untuk itu, Prabowo meminta jajaran menterinya mengevaluasi dan menghitung ulang skema penerimaan beasiswa. Hal ini agar semakin banyak pelajar yang mendapat akses pendidikan di universitas

"Nah disitulah juga Bapak Presiden memberikan arahan untuk kepada kami, terutama Men-Dikti Saintek dan kami sebagai Mensesneg untuk mencoba menghitung ulang, memformulasikan ulang bagaimana memperbesar, memperbesar sebanyak-banyaknya penerima beasiswa," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026).

 

Alokasi Beasiswa LPDP untuk STEM

Menurut dia, Presiden Prabowo mendorong agar alokasi beasiswa LPDP diperbanyak untuk jurusan-jurusan Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM). Bahkan, Prabowo ingin alokasi beasiswa LPDP untuk jurusan tersebut di atas 80 persen.

"Tadi juga beliau memberikan arahan untuk alokasi peruntukan dari beasiswa LPDP untuk diperbanyak ke STEM. Tadi beliau sempat menyampaikan berharap mencapai di atas 80 persen," ujarnya.

Prasetyo menyampaikan hal ini dilakukan karena pemerintah tengah fokus mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain. Khususnya, dalam hal penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Karena kita memang konsentrasi untuk mengejar ketertinggalan kita terlebih dahulu di dalam hal penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi," tutur Prasetyo.

Infografis Sasaran, Tujuan, Jenjang Pendidikan & Fasilitas Sekolah Rakyat. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya