Liputan6.com, Jakarta - Kue janagel adalah camilan tradisional khas Yogyakarta yang dikenal dengan rasa manis dan teksturnya yang khas. Jajanan ini cocok disajikan sebagai teman minum teh atau kopi saat santai. Kue janagel juga sering dipilih untuk mengisi toples camilan saat Lebaran karena rasanya yang disukai banyak orang.
Bahan-bahan kue janagel cukup sederhana dan mudah ditemukan di dapur rumah. Proses pembuatannya tidak membutuhkan alat khusus, sehingga bisa dibuat dengan langkah yang praktis. Kunci utama untuk hasil kue janagel yang empuk dan renyah terletak pada cara mengaduk adonan serta pengaturan api saat menggoreng agar matang merata. Simak resep membuat kue janagel dan triknya agar empuk dan renyah di bawah ini.
Advertisement
Resep Kue Janagel
Bahan-Bahan Utama
- Tepung Terigu: 400 gr (disarankan protein sedang)
- Gula Pasir: 200 gr
- Telur Ayam: 2 butir
- Margarin: 2 sdm (atau sekitar 50 gr)
- Vanili Bubuk: 1 sdt (untuk aroma harum)
- Garam: ½ sdt
- Ovalet (Opsional): 1 sdt (untuk tekstur lebih renyah dan mengembang)
- Minyak Goreng: Secukupnya
Cara Membuat Kue Janagel
- Campurkan telur dan gula pasir dalam ke wadah, lalu kocok hingga gula larut dan adonan sedikit mengembang.
- Masukkan margarin dan vanili ke dalam adonan telur, kemudian aduk kembali hingga tercampur rata.
- Tambahkan tepung terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk atau diuleni ringan hingga adonan menjadi kalis dan mudah dibentuk.
- Ambil adonan secukupnya, lalu bentuk menjadi bulatan kecil atau lonjong, lalu tekan sedikit atau bentuk sesuai selera (biasanya berbentuk bintang atau pilinan tradisional).
- Panaskan minyak dengan api sedang cenderung kecil, kemudian goreng adonan hingga berwarna cokelat keemasan dan matang merata.
- Angkat dan tiriskan. Biarkan hingga dingin sebelum disimpan dalam wadah kedap udara agar tetap renyah.
Trik Membuat Kue Janagel Manis dan Empuk
1. Pemilihan Jenis Tepung yang Tepat
Trik pertama yaitu pemilihan tepung yang tepat. Gunakan tepung terigu protein sedang untuk mendapatkan hasil janagel dengan tekstur seimbang, tidak terlalu keras namun tetap renyah. Jenis tepung ini menjaga bentuk kue tetap bagus setelah digoreng.
Sebelum digunakan, tepung sebaiknya diayak terlebih dahulu agar tidak menggumpal. Tepung yang halus akan lebih mudah tercampur dan membuat adonan cepat kalis saat diuleni.
2. Teknik Pengocokan Telur dan Gula
Pastikan Telur dan gula perlu dikocok hingga gula benar-benar larut agar permukaan kue tampak halus. Gula yang belum larut bisa menyebabkan bercak gosong saat proses penggorengan.
Pengocokan cukup dilakukan dengan kecepatan sedang agar adonan tidak terlalu banyak udara. Jika udara berlebihan, janagel bisa mengembang berlebihan dan mudah rapuh saat diangkat.
3. Penambahan Margarin dalam Takaran Pas
Margarin berfungsi memberikan aroma harum dan rasa gurih yang lembut pada janagel. Kandungan lemaknya membantu menjaga bagian dalam kue tetap empuk meskipun sudah dingin.
Margarin sebaiknya digunakan dalam kondisi suhu ruang agar mudah tercampur rata. Margarin yang masih panas dapat mengganggu tekstur adonan dan membuat hasil kue kurang maksimal.
4. Proses Menguleni yang Ringan
Adonan cukup diuleni secara perlahan hingga semua bahan menyatu dengan baik. Menguleni terlalu lama dapat membuat janagel menjadi keras setelah digoreng.
Jika adonan terasa terlalu lembek, penambahan sedikit tepung bisa membantu memperbaiki tekstur. Penambahan dilakukan bertahap agar keempukan alami janagel tetap terjaga.
5. Pengaturan Suhu Api Saat Menggoreng
Api sedang cenderung kecil membantu panas minyak masuk hingga ke bagian tengah kue secara merata. Cara ini membuat kue janagel matang sempurna tanpa bagian luar cepat berubah warna.
Jumlah adonan dalam wajan perlu dibatasi agar suhu minyak tetap stabil. Ruang yang cukup juga membantu kue mengembang dengan baik dan menghasilkan tekstur renyah yang merata.
Pertanyaan Tentang Cara Membuat Kue Janagel
1. Mengapa kue janagel hasil buatan teksturnya sangat keras?
Penyebab utamanya biasanya adalah penggunaan tepung yang berlebihan atau adonan yang diuleni terlalu lama. Selain itu, pastikan takaran margarin sudah pas karena lemak berfungsi untuk melembutkan struktur kue.
2. Apa rahasianya agar kue janagel tidak cepat gosong saat digoreng?
Gunakanlah api sedang cenderung kecil dan pastikan minyak sudah panas sebelum adonan dimasukkan. Pengaturan api yang stabil akan membuat kue matang merata hingga ke dalam tanpa menghanguskan bagian luarnya.
3. Berapa lama kue janagel bisa bertahan dan tetap renyah?
Kue ini bisa bertahan selama 2 hingga 4 minggu jika disimpan dengan cara yang benar. Pastikan kue sudah benar-benar dingin sebelum dimasukkan ke dalam toples yang tertutup rapat (kedap udara).
4. Apakah adonan kue janagel boleh ditambah dengan santan?
Santan bisa ditambahkan untuk menambah rasa gurih, namun hal ini akan mengubah tekstur menjadi sedikit lebih rapuh. Jika menggunakan santan, kurangi takaran telur atau margarin agar adonan tidak terlalu lembek dan sulit dibentuk.
5. Bagaimana cara mengatasi adonan yang terlalu lengket di tangan?
Jangan terburu-buru menambah banyak tepung, cukup olesi telapak tangan dengan sedikit minyak goreng atau margarin saat membentuk. Jika masih sangat lengket, tambahkan tepung sedikit demi sedikit saja hingga adonan terasa nyaman untuk dipilin.