Ruhut: Pramono Edhie Lebih Cocok Jadi Presiden Ketimbang Jokowi

Bagi Ruhut, kualitas Pramono jauh di atas Gubernur DKI Jakarta Jokowi. "Saya tidak mau lah orang-orang salon, seperti Jokowi."

oleh Silvanus Alvin diperbarui 29 Jun 2013, 14:31 WIB
Semangat politisi Demokrat Ruhut Sitompul membuncah ketika melihat Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo. Ia pun buru-buru menyalami ipar SBY itu, meski disambut sambil lalu.

Syahdan, Ruhut mengatakan kalau mantan KSAD tersebut lebih pantas menjadi Presiden Indonesia yang baru daripada Jokowi.

"Aku awalnya itu dukung Bu Ani (istri SBY) untuk maju capres, tapi dia bilang tidak mau karena mau urus cucu. Lalu aku langsung ke Pak Pramono Edhie," ucap Ruhut di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Sabtu (29/6/2013).

Bagi Ruhut, kualitas Pramono jauh di atas Gubernur DKI Jakarta Jokowi, meski berbagai survei menunjukkan masyarakat menyukai apabila Jokowi jadi Presiden pada 2014 mendatang. "Saya tidak mau lah orang-orang salon, seperti Jokowi, walau surveinya tinggi. Jakarta saja ke mana-mana macet, banjir, ada penggusuran. Jokowi... kemana kau?" katanya sembari tertawa lebar.

Agar Indonesia bisa menjadi negara maju atau superpower, lanjut Ruhut, Indonesia masih harus dipimpin oleh bekas TNI. "Setelah Pak Harto lengser reformasi, coba yang tiga (presiden) sebelum Pak SBY gimana? Aku rasa, kita mau TNI lagi," ungkapnya.

Mantan KSAD Pramono Edhie Wibowo terlihat dalam Rapat Koordinasi Nasional Partai Demokrat. Tampak sesuatu yang berbeda, biasanya Pramono berpakaian dinas TNI, tapi kali ini dia mengenakan pakaian biru khas Demokrat.

"Jadi saya terus terang 4 hari lalu saya secara resmi jadi kader Demokrat dan menjabat Anggota Wanbin," ucapnya di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Sabtu (29/6/2013).

Adik Ipar Ani Yudhoyono tersebut, mengaku terjun ke politik dan bergabung dengan Demokrat karena diajak oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

Meski diajak langsung oleh SBY, sampai saat ini, belum ada permintaan dari Ketua Majelis Tinggi Demokrat tersebut agar Pramono mengikuti Konvensi Demokrat. "Belum ada (tawaran dari SBY). Karena saya baru beberapa hari, baru ikut Rakornas kali ini. Nanti kalau ikut tidak elok dan tidak etis," pungkasnya. (Ein/Ary)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya