Liputan6.com, Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) enggan terburu-buru menanggapi bantahan dari Google terkait dugaan relasi bisnis antara mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim dalam pusaran kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di lingkungan Mendikbudristek.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna menyebut, hubungan Google dengan Nadiem Makarim terjadi dalam dua fase.
Advertisement
"Ya kan ada kegiatan. Memang Google ada peristiwa sebelum (jadi menteri), dan ada peristiwa sesudah gitu. Ya nantilah, nanti di pengadilan kan akan terungkap seperti apa," kata Anang kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).
Google menyatakan, pihaknya tidak pernah melakukan kegiatan yang bersifat transaksional terhadap siapa pun, di ranah eksekutif pemerintahan Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul perkara hukum kasus pengadaan laptop Chromebook yang menyeret Nadiem Makarim.
“Kami tidak pernah menawarkan, menjanjikan, atau memberikan imbalan kepada pejabat Kementerian Pendidikan sebagai imbal balik atas keputusan mereka untuk mengadopsi produk-produk Google,” tulis Google dalam situsnya, dikutip Rabu (14/1/2026).
Sudah Lama Kerja Sama
Google menjelaskan, hubungan kerja sama dengan Nadiem Makarim sudah berlangsung jauh sebelum penunjukan sebagai menteri, yang dilakukan bersama Gojek dan perusahaan global besar lain.
"Bersama dengan perusahaan global besar lainnya dan investor institusional, berinvestasi di entitas terkait Gojek antara tahun 2017 dan 2021, di mana sebagian besar investasi Google dilakukan jauh sebelum penunjukan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan," sambung keterangan Google.
Selain itu, investasi pada entitas terkait Gojek tidak memiliki hubungan apa pun dengan upaya jangka panjang dalam meningkatkan lanskap pendidikan di Indonesia, maupun kerja sama dengan Kementerian Pendidikan terkait produk dan layanannya.
“Kami tetap berkomitmen untuk mendukung transformasi digital Indonesia dengan menjunjung tinggi standar transparansi dan integritas tertinggi,” tulis keterangan Google.