12 Wilayah Pesisir Jakarta Diimbau Waspada Banjir Rob hingga 20 Januari 2026, Simak Daftarnya!

BPBD DKI Jakarta telah mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir atau rob yang diperkirakan melanda wilayah pesisir Jakarta hingga periode 20 Januari 2026.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 13 Januari 2026, 12:15 WIB
Namun, kali ini, Banjir rob di kawasan Muara Baru Jakarta diperparah dengan kebocoran dan rembesan pada tanggul laut di beberapa titik di Muara Baru, yang disebabkan oleh usia tanggul yang sudah tua dan korosi. Tampak dalam foto, seorang pria dengan pancingnya berjalan di atas tanggul laut raksasa yang dibangun untuk mencegah banjir di pesisir utara, seperti terlihat di Muara Baru, Jakarta pada Sabtu 6 Desember 2025. (ADITYA IRAWAN/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir atau rob yang diperkirakan melanda wilayah pesisir Jakarta hingga periode 20 Januari 2026.

"Waspada banjir pesisir provinsi DKI Jakarta durasi 13-20 Januari 2026," demikian informasi dalam unggahan Instagram @bpbddkijakarta, Selasa (13/1/2026).

Peringatan itu dikeluarkan menyusul adanya fenomena pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan fase Bulan Baru.

BPBD menyebut, kondisi ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum yang dapat menyebabkan banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta.

"Adanya fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fenomena fase Bulan Purnama dan Perigee berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob," kata BPBD DKI Jakarta.

Sejumlah wilayah pesisir Jakarta yang berpotensi terdampak meliputi:

  1. Kamal Muara
  2. Kapuk Muara
  3. Penjaringan
  4. Pluit
  5. Ancol
  6. Kamal
  7. Marunda
  8. Cilincing
  9. Kalibaru
  10. Muara Angke
  11. Tanjung Priok
  12. Kepulauan Seribu

"Wilayah-wilayah tersebut diimbau agar lebih waspada terhadap potensi kenaikan air laut selama periode tersebut," ucap BPBD DKI Jakarta.

BPBD juga mengeluarkan beberapa imbauan kepada masyarakat pesisir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan kondisi air laut, menghindari aktivitas di daerah pesisir yang berisiko terkena banjir rob terutama saat pasang tinggi, serta memastikan sistem drainase di sekitar rumah berjalan dengan baik untuk menghindari genangan air.

Selain itu, warga DKI Jakarta diminta aktif memantau informasi terkini mengenai gelombang pasang melalui situs resmi BPBD di laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut.

Masyarakat juga diimbau dapat melaporkan potensi genangan atau banjir melalui aplikasi JAKI, serta memperbarui informasi banjir di laman pantaubanjir.jakarta.go.id.

"BPBD menegaskan pentingnya keterlibatan warga dalam mitigasi dan pelaporan dini bencana di wilayahnya masing-masing. Dalam kondisi darurat, hubungi 112," tulis BPBD DKI Jakarta.

 

BPBD DKI Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 14 hingga 17 Januari 2026 di Jakarta

Pengendara terjebak banjir yang menggenangi jalan Bayangkara Pusdiklat, Kota Tangerang Selatan, Banten, Selasa (2/11/2021). BMKG mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. Hal ini menyusul adanya potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang diperkirakan akan melanda wilayah DKI Jakarta pada periode 14–17 Januari 2026.

Berdasarkan laman resmi BPBD DKI Jakarta, peringatan dini dikeluarkan merujuk prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Oleh sebab itu, masyarakat di wilayah ibu kota diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca, terutama risiko genangan dan banjir lokal di wilayah rawan.

"Masyarakat diimbau selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem," demikian keterangan BPBD DKI Jakarta, dikutip Selasa (13/1/2026).

BPBD DKI Jakarta juga meminta warga untuk menyiapkan perlengkapan dasar, seperti payung atau jas hujan, serta tas siaga bencana sebagai langkah antisipasi. Selain itu, masyarakat diimbau rutin memantau informasi perkembangan cuaca dan tinggi muka air melalui kanal resmi pemerintah.

Akses informasi tinggi muka air (TMA) dapat diakses di laman bpbd.jakarta.go.id/waterlevel, serta pemantauan potensi genangan dan banjir melalui situs pantauanjir.jakarta.go.id. Warga juga dapat melaporkan kejadian genangan atau banjir melalui aplikasi JAKI.

 

Hujan Ringan Wilayah Lainnya

Aktivitas warga saat hujan deras di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (9/12/2022). Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyebut pihaknya akan mengkaji penerapan bekerja dari rumah atau work from home (WFH), hal ini berkaitan dengan arahan dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi tentang potensi cuaca ekstrem pada penghujung 2022. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sementara itu, BMKG telah memprediksi cuaca berawan hingga hujan dengan intensitas sedang akan terjadi di Jakarta sepanjang hari ini, Selasa (13/1/2026).

Dari laman resmi BMKG, cuaca berawan disebut menaungi wilayah Jakarta lainnya, meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

Pada siang hari cuaca cerah beralih menaungi Kepulauan Seribu. Sementara hujan ringan beralih membasahi sebagian Jakarta, meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur. Sedangkan hujan dengan intensitas sedang mengguyur Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.

Kemudian pada sore hari, cuaca berawan akan menaungi sebagian wilayah Jakarta, meliputi Kepulauan Seribu, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan. Sementara hujan ringan membasahi wilayah Jakarta lainnya, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur.

Pada malam hari, BMKG memprakirakan hujan ringan kembali membasahi Kepulauan Seribu. Sementara cuaca berawan menaungi Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

Infografis Tips Hadapi Cuaca Ekstrem. (Liputan6.com/Abdillah/Gotri)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya