Lonjakan Saham RLCO Terbatas Hari Ini 12 Januari 2026

Berikut pergerakan saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) pada perdagangan saham, Senin, (12/1/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 12 Januari 2026, 20:02 WIB
Ilustrasi saham PT Jaya Abadi Lestari Tbk (RLCO) (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Sempat menguat signifikan pada awal sesi perdagangan, kenaikan saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) berkurang pada sesi kedua perdagangan saham Senin, (12/1/2026). Namun, harga saham RLCO mampu bertahan di zona hijau di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah.

Mengutip data RTI, harga saham RLCO ditutup naik 5,49% ke posisi Rp 4.230 per saham. Harga saham RLCO dibuka melesat 990 poin ke posisi Rp 4.010 per saham. Saham RLCO berada di level tertinggi Rp 5.000 dan level terendah Rp 3.430 per saham. Total frekuensi perdagangan 98.797 kali dengan volume perdagangan saham 894.558 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 397 miliar. Kapitalisasi pasar Rp 13,22 triliun.

Berdasarkan data Google Finance, harga saham RLCO naik 80,77% selama lima hari terakhir. Sejak pencatatan saham perseroan, harga saham RLCO sudah melambung sekitar 1.771,68%.

Sementara itu, IHSG hari ini ditutup merosot 0,58% ke posisi 8.884,72. Indeks saham LQ45 turun 0,17% ke posisi 866,55. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Pada awal pekan ini, IHSG sempat sentuh level tertinggi 9.000,96. Namun, pada sesi kedua, IHSG berbalik arah melemah. IHSG menyentuh level terendah 8.715,41.

Pengamat pasar modal Reydi Octa menuturkan, IHSG sempat turun sekitar 2%  dipicu oleh aksi ambil untung yang cukup agresif setelah indeks sempat menyentuh level psikologis 9.000.

“Di level tersebut, pasar membutuhkan katalis yang lebih kuat dan berkelanjutan agar penguatan bisa berlanjut dan bertahan di atas 9.000,” tutur Reydi.

Ia juga mengatakan, tekanan terhadap indeks juga semakin terasa akibat koreksi tajam pada saham-saham berisiko tinggi seperti BUMI dan DEWA yang cenderung lebih sensitif terhadap perubahan sentimen pasar. “Koreksi seperti ini masih tergolong wajar dan belum mengubah arah tren pasar secara keseluruhan,” ujar dia.

 

Sektor Saham

Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebanyak 435 saham merosot sehingga bebani IHSG. 279 saham menguat dan 97 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 5.972.586 kali dengan volume perdagangan saham 74,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 40 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.840.

Mayoritas sektor saham melemah. Sektor saham infrastruktur melemah 2,37%, dan catat koreksi terbesar. Sementara itu, sektor saham teknologi turun 1,68%, sektor saham energi terpangkas 1,39%, dan sektor saham keuangan terperosok 1,04%.

Lalu sektor saham consumer nonsiklikal merosot 0,58%, sektor saham kesehatan terpangkas 0,35%.

Di sisi lain, sektor saham industri dan consumer siklikal masing-masing naik 2,22%. Sektor saham basic bertambah 0,74%, sektor saham properti melesat 0,49% dan sektor saham transportasi melejit 0,75%.

Harga Saham RLCO saat Sesi Pertama

Suasana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11/2015). Pelemahan indeks BEI ini seiring dengan melemahnya laju bursa saham di kawasan Asia serta laporan kinerja emiten triwulan III yang melambat. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Sebelumnya, kenaikan harga saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) berkurang hingga penutupan perdagangan saham sesi pertama, Senin (12/1/2026). Harga saham RLCO melonjak di tengah kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Mengutip data RTI, pada penutupan sesi pertama perdagangan, saham RLCO melonjak 12,22% menjadi Rp 4.500 per saham. Harga saham RLCO dibuka naik 990 poin ke posisi Rp 5.000 per saham.

Saham RLCO berada di level tertinggi Rp 5.000 dan level terendah Rp 3.700 per saham. Total frekuensi perdagangan 31.847 kali dengan volume perdagangan saham 298.253 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 138,1 miliar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya