Negosiasi Tarif AS Segera Rampung, Ada Perubahan?

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan, pihaknya akan melihat perkembangan pekan depan terkait negosiasi tarif Amerika Serikat (AS).

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 09 Januari 2026, 20:30 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam dalam acara Peluncuran dan Konferensi Pers Hari Belanja Online Nasional (HARBOLNAS) 2025.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan negosiasi tarif Amerika Serikat (AS) akan rampung dalam waktu dekat. Finalnya, akan ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto.

Airlangga mengatakan, tim delegasi RI telah berangkat untuk melakukan negosiasi final dengan pihak AS. Adapun, saat ini prosesnya masuk dalam penyusunan dokumen perjanjian final antara kedua negara.

"Delegasi sedang berangkat, nanti kita lihat minggu depan progres daripada legal scrubbing-nya seperti apa. Jadi kalau legal scrubbing-nya done. Baru kita atur jadwal Pak Presiden untuk ke sana," ungkap Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Dia mengatakan, secara substansi tarif tidak ada perubahan. Hanya saja, akan ada penyesuaian dalam detail pada dokumen final yang sedang disusun. "Secara konten itu tidak ada perubahan," katanya.

Soal akses mineral kritis RI oleh AS, Airlangga menyatakan hal itu sudah diberikan sejak lama. Utamanya akses tembaga yang diberikan melalui PT Freeport Indonesia.

"Akses Amerika terhadap critical mineral itu kita sudah kasih sejak tahun 1967 dengan Freeport itu," ujarnya.

Perintah Presiden

Kemudian, kata dia, aspek agrikultur juga menjadi pertimbangan kedua negara. Menyusul mandat Prabowo untuk menyeimbangkan neraca dagang di sektor energi dan pertanian.

"Kemarin perwakilan terutama mengenai agriculture karena agriculture kita juga kan terhadap agriculture Amerika kita juga positif," katanya.

"Itu juga arahan Pak Presiden waktu itu yang di-balance adalah eneegi dan agriculture. Energi nilainya USD 15 miliar, agriculture USD 4,5 miliar. Sekarang tinggal detailnya agriculture itu apa saja," beber dia.

 

Lindungi Pekerja

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Rapimnas Kadin, di Park Hyatt, Jakarta, Selasa (2/12/2025). Menko Airlangga menjelaskan mengenai harga mobil saat ini. (Liputan6.com/Tira)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap pemerintah Indonesia masih melakukan negosiasi untuk beberapa komoditas tidak dikenakan tarif resiprokal Amerika Serikat. Adapun, targetnya tinggal menentukan penandatanganan kesepakatan kedua negara.

Menko Airlangga mengatakan, tarif yang akan berlaku secara umum sebesar 19 persen untuk produk-produk RI yang masuk ke pasar AS. Angka ini lebih rendah dari penetapan sebelumnya sebesar 32 persen.

"Indonesia dalam negosiasi tarif kemarin Bapak Presiden sudah ada kesepakatan dengan Amerika di angka 19 perse dan ini melindungi 5 juta pekerja kita di sektor padat karya. Termasuk seperti tekstil, produk tekstil, sepatu, kemudian furniture, produk karet, kopi, dan kakao," ungkap Airlangga dalam Indonesia Connect Outlook 2026, di The Hall Senayan City, SCTV Tower, Jakarta, ditulis Kamis (4/12/2025).

 

Minta Tarif Nol Buat Komoditas Tertentu

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto ikut membagikan bantuan langsung tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra). Hingga saat ini sudah ada 26,2 juta orang yang menerima.

Dia menjelaskan, salah satu permintaan RI adalah menganulir tarif pada beberapa komoditas. Seperti kopi, kakao, kelapa sawit, hingga karet. Dasar pertimbangannya adalah komoditas tersebut tidak diproduksi di AS.

"Jadi kopi, kakao, kelapa sawit, karet itu termasuk produk yang mendapatkan bea masuk nol untuk masuk Amerika," ungkapnya.

Airlangga juga berencana bertemu dengan Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) membahas kelanjutan negosiask tarif pekan ini.

"Indonesia sampai saat ini masih berbicara dengan Amerika Serikat mudah-mudahan kita bisa menentukan kapan target selanjutnya Indonesia menandatangani reciprocal agreement dengan Amerika. Minggu ini sendiri saya juga akan berbicara lagi dengan USTR," tandasnya.

 

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya