Kontribusi Pohon bagi Kehidupan Menurut Pakar Kesehatan

Pohon memiliki banyak kontribusi untuk keberlangsungan hidup manusia di bumi, di antaranya sebagai pemberi oksigen dan penampung karbon.

oleh Nikmah Laily HawaDiterbitkan 10 Januari 2026, 11:05 WIB
Hutan Eukaliptis di titik nol Ibu Kota Nusantara yang nanti akan berubah menjadi hutan hujan tropis. Pertanyannya, apakah mungkin mengubah kawasan ini yang sudah berubah sejak tahun 1991. (foto: Abdul Jalil)

Liputan6.com, Jakarta - Peribahasa mengungkapkan 'hutan adalah paru-paru dunia'. Hal ini sejalan dengan peran pohon yang mendominasi isi hutan. Namun, apa sebenarnya fungsi pohon bagi kehidupan? Dan bagaimana pohon berkontribusi untuk bumi?

Pohon memiliki banyak kontribusi bagi seluruh makhluk hidup di bumi. Keberadaannya mencukupi kebutuhan oksigen dan menjadi tempat penyimpanan karbon.

Hal ini sesuai dengan pernyataan Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Ernyasih.

"Bukan hanya menyediakan  oksigen gratis, tapi juga menjadi tempat penyimpanan karbon yang tidak dimiliki oleh makhluk hidup lain di bumi," ujar Ernyasih, dikutip Liputan6.com dari laman resmi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) www.umj.ac.id, Sabtu (10/1/2026).

Lebih lanjut, Ernyasih juga memerinci tentang pentingnya keberadaan dan kontribusi pohon untuk kelangsungan hidup manusia dan alam semesta.

Menurutnya, pohon berperan penting untuk meredam gas rumah kaca yang menjadi penyebab utama pemanasan global dan perubahan iklim.

Pohon akan menyimpan karbon yang menjadi sumber utama penyebab pemanasan global. Zat karbon akan diikat oleh pohon dan disimpan untuk menjadi bahan makanan yang akan diproses dalam fotosintesis.

"Zat karbon dioksida dan oksigen di dalam atmosfer ini semakin seimbang bila sebaran pohon-pohonnya pun rata," katanya.

Selanjutnya, dengan adanya pohon juga dapat menjaga kualitas udara yang dapat berpengaruh pada kesehatan sistem pernapasan.

Ernyasih juga menjelaskan kandungan yang dimiliki oleh pohon pada Ruang Terbuka Hijau (RTH).

"1 ha Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dipenuhi pohon besar akan menghasilkan 0,6 ton oksigen untuk 1500 orang per hari, dan dapat menyerap 2,5 ton karbon dioksida," ucap Ernyasih.

Pohon juga dapat menurunkan suhu udara 5-6⁰C. Inilah alasan mengapa saat berada dekat pohon, kita seringkali merasakan kantuk.

Ia juga berkontribusi dalam meredam kebisingan antara 25-80%, serta mengurangi kekuatan angin sebesar 75-80%. 

Namun, Ernyasih juga menjelaskan dampak apabila banyak pohon yang ditebang.

"Ketika pohon banyak ditebang, maka polusi semakin meningkat sehingga akan mempengaruhi kehidupan manusia terutama pada saluran pernapasan pada seseorang yang memiliki sensitifitas pernapasan seperti asma, dan menimbulkan dampak panjang berupa bronkitis," terang Ernyasih.

"Mereka akan sulit bernapas, sampai pada penelitian terbaru, bahkan banyak kematian akibat polusi udara," tambahnya. 

Pohon sebagai Solusi Permasalahan Polusi

Menanam pohon untuk mengurangi polusi udara. (Foto: Freepik)

Seiring dengan bertambahnya kendaraan pribadi di Indonesia, maka secara otomatis kandungan polusi juga semakin meningkat.

Maka, dengan menambah RTH dapat menjadi upaya untuk meminimalisir polusi. Salah satu gerakan penting yang patut dirayakan adalah Gerakan Satu Juta Pohon setiap 10 Januari. 

Ernyasih mengatakan, pohon dapat menyerap berbagai macam polusi dan membersihkan udara.

"Gerakan menanam satu juta pohon memiliki tujuan untuk melestarikan lingkungan dan menanam pohon yang memiliki banyak manfaat untuk kehidupan manusia," ucapnya.

"Selain untuk pencegahan banjir, pohon juga sebagai paru-paru dunia karena dapat menyerap berbagai macam polusi dan menjadikan udara menjadi bersih," tambah Ernyasih.

Menurutnya, mahasiswa juga memiliki peran penting sebagai generasi muda yang dapat memberikan edukasi pada sesama pemuda dan masyarakat untuk melestarikan alam. 

Manusia harus dapat menyelaraskan hidupnya dengan alam agar kelestarian lingkungan tetap terjaga, dan bencana akibat kerusakan dapat diminimalisir.

Cara Menjaga Diri dari Polusi

Ilustrasi polusi udara. (dok. Unsplash.com/@punkidu)

Menjaga alam sama pentingnya dengan menjaga diri. Agar keduanya berjalan beriringan, maka kita juga perlu melakukan antisipasi menjaga diri dari paparan sumber penyakit, salah satunya polusi. 

Selain menanam pohon, ada upaya lain yang dapat dilakukan seperti, memakai masker saat keluar rumah.

Masker berfungsi sebagai penyaring udara yang masuk ke saluran pernapasan. Meski demikian, Ernyasih mengimbau untuk menggunakan masker yang berfungsi dengan baik

"Carilah yang berfungsi dengan baik, kita tahu bahwa penggunaan masker ini dapat meminimalisir partikel udara yang buruk yang masuk ke dalam saluran pernapasan dan carilah produk yang sesuai agar dapat memfiltrasi agar debu tidak masuk ke hidung, perlu tahu juga bahwa jangan gunakan masker berulang-ulang," kata Ernyasih.

Kedua, menjaga kesehatan tubuh dengan olahraga yang teratur. Center for Disease Control and Prevention menganjurkan orang usia dewasa yang sehat untuk melakukan olahraga minimal 150 menit dalam seminggu.

Ketiga, minum air delapan gelas sehari atau setara dengan 250 mililiter setiap gelasnya untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh. 

Terakhir, perbanyak makan sayur dan buah, serta hindari makanan cepat saji. 

Daftar sejumlah pohon endemik Indonesia yang terancam punah. (dok. Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya