Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada level 8.646,94 per 31 Desember 2025. Penguatan IHSG terjadi seiring meningkatnya likuiditas transaksi serta kembalinya minat investor asing pada akhir tahun.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi menyampaikan, sepanjang Desember 2025 investor asing membukukan pembelian bersih di pasar saham domestik.
Advertisement
“Sejalan dengan arah penguatan pasar, investor asing pada periode Desember 2025 membukukan net buy saham senilai Rp 12,24 triliun,” ujar Inarno dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Desember 2025, Jumat (9/1/2026).
Meski demikian, secara akumulasi sepanjang 2025, aktivitas investor asing masih mencatatkan penjualan bersih senilai Rp 17,34 triliun.
IHSG sepanjang 2025 mencatatkan kinerja positif dengan penguatan 22,13% secara year on year dan membukukan rekor all time high sebanyak 24 kali. Level tertinggi IHSG tercatat di angka 8.710,70 pada 8 Desember 2025 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 16.000 triliun.
Di sisi lain, kinerja indeks saham unggulan juga menunjukkan pertumbuhan, dengan Indeks LQ45 tumbuh sebesar 2,41% dan Indeks IDX80 meningkat 10,07% sepanjang 2025.
IHSG Dibuka Perkasa 9 Januari 2026, Coba Tembus 9.000 Lagi
Sebelumnya ditulis bahwa laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan saham Jumat, (9/1/2026). IHSG sempat menembus level 9.000 pada perdagangan intraday kemarin dan kembali mencoba lagi pada hari ini.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka naik ke posisi 8.969,15 dari penutupan sebelumnya 8.925,47.
Pada pukul 09.45 WIB, IHSG masih menguat 0,33% atau 33,89 poin ke posisi 8.954,97. Indeks saham LQ45 bertambah 0,65% ke posisi 873,08. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.
Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 8.981,02 dan level terendah 8.935,63. Sebanyak 313 saham menguat sehingga angkat IHSG. 262 saham melemah dan 142 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 1.106.332 kali dengan volume perdagangan saham 16,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,7 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.805.
Sebagian besar sektor saham menghijau. Sektor saham consumer cyclical naik tertinggi yaitu 2,30 0,84%. Sektor saham energi menyusul dengan naik 1,37%, sektor saham kesehatan menanjak 1,01%.
Sementara itu, sektor saham infrastrutkur melemah 1%, dan pimpin koreksi. Sektor saham industri turun ,076%.
IHSG Berpeluang Menguat
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Jumat, (9/1/2026). IHSG hari ini naik jika level support bertahan di 8.900. Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?
Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup melemah 0,22% tetapi masih disertai dengan aksi beli saham oleh investor asing Rp 544 miliar pada perdagangan saham Kamis, 8 Januari 2026. Saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing antara lain saham BBRI, RAJA, PTRO, ASII dan BUMI.
“IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan hari ini jika kuat bertahan di support 8.900,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.900-8.920 dan level resistance 8.950-9.000.
Dalam riset PT Samuel Sekuritas menyebutkan, IHSG akan bergerak sideways di tengah sentimen bervariasi dari pasar global dan regional. Selain itu, pada Jumat pagi ini, indeks Kospi melemah 0,50% dan indeks Nikkei dibuka menguat 0,97%.