MBG Tetap Jalan Selama Ramadan 2026, Prioritas Ibu Hamil dan Balita untuk Cegah Stunting

Kepala BGN, Dadan Hindayana menyebut, MBG bertujuan untuk menekan stunting sehingga selain siswa di sekolah-sekolah, program itu juga menyasar para ibu hamil, menyusui dan balita.

oleh Tim NewsDiterbitkan 08 Januari 2026, 15:46 WIB
Para siswa berdoa sebelum menyantap makanan yang dipasok oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sebuah sekolah dasar, Banda Aceh pada Kamis 30 Oktober 2025. Sejak awal tahun 2025, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banda Aceh diketahui telah berjalan baik. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap dijalankan selama Ramadan. Prioritas MBG akan menyasar ibu hamil dan menyusui serta anak di bawah usia lima tahun atau balita.

Kepala BGN, Dadan Hindayana menyebut, MBG bertujuan untuk menekan stunting sehingga selain siswa di sekolah-sekolah, program itu juga menyasar para ibu hamil, menyusui dan balita.

"Di hari libur, di Ramadan, program kita akan tetap jalan karena target utama kita adalah ibu hamil, menyusui dan anak balita karena golden time period-nya pendek sekali karena di situlah stunting dicegah kemudian otak berkembang," kata Dadan, Kamis (8/1/2026).

Mengingat pentingnya pemenuhan gizi di 1.000 hari pertama dan bahkan dalam kandungan, Dadan menyebut BGN akan terus berupaya memastikan tidak ada ibu hamil dan anak balita yang terlewatkan untuk menerima MBG di sepanjang tahun ini.

Dengan langkah itu diharapkan dapat mendukung target pemerintah untuk menekan serendah mungkin angka stunting nasional.

"Jangan lupa nih sekarang karena yang menerima manfaat sudah 55,1 juta, kebutuhan rantai pasoknya menjadi sangat signifikan. Alhamdulillah program Makan Bergizi Gratis ini secara ekonomi juga telah memberikan kontribusi yang luar biasa," katanya.

Dia menyoroti bahwa terdapat sekitar 700.000 orang sudah bekerja langsung di 19.188 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama 2025, di luar yang terlibat sebagai supplier atau penyedia bahan-bahan untuk SPPG.

BGN Targetkan 82,9 Juta Warga Terima MBG di 2026

Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi (MBG) mencapai 82,9 juta orang pada 2026. Target tersebut dibarengi dengan upaya meningkatkan kualitas layanan dan percepatan pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, target penerima manfaat ditetapkan setelah program MBG mencatat pertumbuhan signifikan selama satu tahun pelaksanaan. Tercatat, hingga akhir 2025, jumlah penerima manfaat MBG telah mencapai 55,1 juta orang secara nasional.

“Di tahun 2026 ini kita akan terus mengejar target 82,9 juta sambil terus memperbaiki diri untuk sekaligus melakukan sertifikasi dan akreditasi,” kata Dadan saat meninjau pelaksanaan MBG di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (8/1/2026).

Dadan bilang, target 82,9 juta penerima manfaat pada 2026 sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor serta partisipasi masyarakat, seiring dengan pesatnya pertumbuhan program MBG secara nasional.

Dia menjelaskan, peningkatan jumlah penerima manfaat MBG akan diiringi dengan penguatan kualitas layanan, termasuk pengelompokan SPPG berbasis standar pelayanan dan keamanan pangan.

“Kita akan bisa mengelompokkan satuan pemenuhan berbasis kualitas layanan, dan target kita agar seluruhnya unggul sehingga makanan yang dihasilkan tidak hanya membuat anak tumbuh sehat, cerdas, kuat, dan ceria, tapi juga aman,” ujarnya, dilansir Antara.

Selain ekspansi cakupan, BGN juga menargetkan perbaikan signifikan pada aspek keamanan pangan. Dadan menyebut, jumlah kejadian keracunan makanan dalam program MBG menunjukkan tren penurunan sepanjang akhir 2025.

“Di Oktober puncaknya 85 kejadian, turun menjadi 40 kejadian di November dan di Desember selama satu bulan tersisa 12 kejadian. Target kita sesuai instruksi Presiden adalah zero defect di tahun 2026,” kata Dadan.

4.535 Dapur MBG Sudah Kantongi Sertifikat Higiene

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benjamin Paulus Octavianus menyatakan, hingga Januari 2026, sebanyak 4.535 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG telah lulus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Capaian ini menunjukkan peningkatan standar kebersihan dan keamanan pangan dalam program MBG.

Dia mendorong seluruh Dinas Kesehatan terus meningkatkan persentase SPPG di setiap wilayah untuk lulus SLHS, mengingat saat ini baru 23 persen dari total SPPG berdiri di seluruh Indonesia, yakni 19.188 unit.

“Bersyukur hari ini sudah 4.535 SPPG yang sudah lulus sertifikat. Itu artinya itu termasuk pemeriksaan laboratoriumnya, semua dicek. Ada yang belum baik, ya harus memperbaiki dulu untuk menjadi baik,” katanya saat mengunjungi SMK Negeri 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Dia juga mengingatkan seluruh sekolah menjalankan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 terkait dengan Perluasan Penerima MBG. Termasuk bagi para guru, tenaga tata usaha, maupun tenaga kebersihan di sekolah.

“Keputusan dari Presiden kan juga menambah penerima manfaat, bukan seperti di sekolah ini yang tenaganya belum mendapatkan MBG. Nah, ini kami mohon agar mereka juga mendapat manfaatnya. Jangan hanya murid, tetapi guru dan semua pegawai yang ada di sekolah ini bisa mendapat makanan,” ujar dia.

Benjamin menjelaskan dampak MBG bagi peningkatan gizi siswa harus benar-benar dihitung secara medis dan tidak boleh dengan cara asal-asalan. Dia mengatakan bahwa hal tersebut membutuhkan proses yang panjang.

“Dampak langsungnya harus dihitung, enggak boleh asal-asalan, oleh karena itu butuh proses. Hari ini belum bisa kalau ditanya angkanya berapa, karena ini sesuatu yang harus dikerjakan dengan teliti karena ini harus dilakukan secara medis,” katanya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya