Liputan6.com, Jakarta - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau harga emas Antam hari ini, Kamis (8/1/2026) merosot usai melonjak signifikan. Pergerakan harga emas Antam ini mengikuti harga emas dunia.
Mengutip logammulia.com, harga emas Antam turun Rp 14.000 menjadi Rp 2.570.000 per gram. Pada perdagangan kemarin, harga emas Antam berada di posisi Rp 2.584.000 per gram.
Advertisement
Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) juga turun Rp 14.000 menjadi Rp 2.426.000 per gram.
Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017 untuk semua jenis emas mulai dari gramasi 1 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram).
Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.
PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.
Daftar Harga Emas Antam
Berikut harga emas Antam hari ini Kamis (8/1/2026):
- Harga emas 0,5 gram: Rp 1.335.000.
- Harga emas 1 gram: Rp 2.570.000.
- Harga emas 2 gram: Rp 5.090.000.
- Harga emas 3 gram: Rp 7.617.000.
- Harga emas 5 gram: Rp 12.665.000.
- Harga emas 10 gram: Rp 25.250.000.
- Harga emas 25 gram: Rp 62.960.000.
- Harga emas 50 gram: Rp 125.755.000.
- Harga emas 100 gram: Rp 251.360.000.
- Harga emas 250 gram: Rp 628.090.000.
- Harga emas 500 gram: Rp 1.255.900.000.
- Harga emas 1.000 gram: Rp 2.510.600.000.
Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP. Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.
Harga Emas Dunia Merosot
Sebelumnya, harga emas turun lebih dari 1% pada perdagangan Rabu, 7 Januari 2026. Koreksi harga emas dunia terjadi seiring investor merealisasikan keuntungan setelah reli baru-baru ini, meskipun sedikit pulih setelah data pekerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan. Hal itu memperkuat spekulasi penurunan suku bunga the Federal Reserve (the Fed).
Mengutip CNBC, Kamis (8/1/2026), harga emas di pasar spot turun 0,9% menjadi USD 4.445,32 per ounce. Harga emas merosot hingga 1,7% menjadi USD 4.422,89 pada awal sesi perdagangan.
Harga kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup susut 0,7% menjadi USD 4.462,59.
Platinum spot turun 6,5% menjadi USD 2.285,75, sementara paladium diperdagangkan merosot 5,2% pada USD 1.727,40.
“Kami melihat penurunan hari ini sebagai aksi ambil untung setelah lonjakan baru-baru ini,” ujar Direktur High Ridge Futures, David Meger.
Namun, ia menuturkan, data ketenagakerjaan yang lebih lemas terus mendukung argument untuk pelonggaran kebijakan the Fed yang telah menopang harga emas baru-baru ini.
Lowongan pekerjaan AS turun lebih dari yang diperkirakan pada November setelah sedikit meningkat pada Oktober, sementara laporan ADP terpisah menunjukkan penggajian swasta meningkat kurang dari yang diperkirakan pada Desember.
Sentimen Harga Emas Lainnya
Pasar mengantisipasi penurunan suku bunga sebesar 61 basis poin tahun ini, menurut data yang dikumpulkan oleh LSEG. Fokus sekarang beralih ke laporan penggajian non-pertanian pada hari Jumat.
Sementara itu, ketidakpastian geopolitik terus berlanjut setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada akhir pekan, dengan Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pada hari Selasa untuk memurnikan dan menjual minyak mentah Venezuela, sementara Gedung Putih secara terpisah mengkonfirmasi diskusi tentang akuisisi Greenland, termasuk potensi keterlibatan militer.
Berdasarkan data resmi, bank sentral China memperpanjang pembelian emasnya hingga bulan ke-14 berturut-turut.
“Data dari China "terus menunjukkan permintaan yang kuat yang kita lihat dari Asia ... dan sekali lagi, satu alasan lagi mengapa kita melihat dorongan ke atas baru-baru ini," kata Meger.
Emas, aset safe-haven yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah dan selama masa ketidakpastian.
Di antara logam lainnya, harga perak spot turun 4,1% menjadi USD 77,93 per ons.
HSBC menaikkan perkiraan harga perak tahun 2026 menjadi USD 68,25 tetapi memperingatkan volatilitas karena pasokan berkurang, sementara Goldman Sachs melihat persediaan tipis di London mendorong fluktuasi tajam dan reli yang dipicu oleh tekanan yang mungkin kemudian berbalik arah.