Demi Menarik Wisatawan, Kucing Belang 3 Ditunjuk Jadi Kepala Stasiun Kereta Api

Seekor kucing belang tiga bernama Yontama menjadi kepala stasiun kereta api ketiga di stasiun lokal Jepang.

oleh Dinny MutiahDiterbitkan 08 Januari 2026, 07:00 WIB
Kucing belang tiga Yontama ditunjuk sebagai kepala stasiun kereta api lokal di Jepang. (dok. Tangkapan layar Youtube Kyodo)

Liputan6.com, Jakarta - Seekor kucing belang tiga bernama Yontama ditunjuk sebagai kepala stasiun kereta api lokal di Jepang pada Rabu, 7 Januari 2026. Hal itu merupakan tradisi yang sudah berlangsung hampir dua dekade demi mendongkrak wisata dan membantu menyelamatkan jalur kereta api tersebut dari kesulitan keuangan.

Pengangkatannya diresmikan lewat sebuah upacara di Stasiun Kishi di Jalur Kishigawa milik Wakayama Electric Railway Co.. Pendahulu Yontama, Nitama yang juga seekor kucing belang tiga, mati pada November 2025 dan telah diangkat sebagai kepala stasiun kehormatan. Dalam kesempatan itu pula, perusahaan merekrut magang kucing terbarunya, Rokutama.

Mengutip Kyodo News, Kamis (8/1/2026), di depan gedung stasiun di Kinokawa, Prefektur Wakayama, Presiden Wakayama Electric Railway, Mitsunobu Kojima, memasangkan medali bertuliskan gelar kepala stasiun Yontama di leher kucing tersebut, yang disambut tepuk tangan meriah dari kerumunan.

Dalam pidatonya, Kojima mengatakan, "Saya harap Yontama akan memimpin sebagai kepala stasiun pada saat kereta api lokal berada di titik balik perubahan besar."

Jalur Kishigawa menarik perhatian nasional setelah menunjuk seekor kucing, Tama, sebagai kepala stasiun kucing pertamanya pada 2007. Kehadirannya berhasil menarik wisatawan dari dalam dan luar negeri untuk tetap bertahan secara finansial. Hal ini memicu tren di antara perusahaan kereta api lokal lainnya yang sedang kesulitan untuk menunjuk kucing, anjing, kelinci, dan hewan lainnya sebagai kepala stasiun di seluruh Jepang.

Chisako Asano, seorang ibu rumah tangga berusia 52 tahun dari Fujiidera, Prefektur Osaka, yang telah menjadi penggemar sejak zaman Tama, mengatakan, "Saya berharap para kepala stasiun kucing akan terus menjaga Jalur Kishigawa."

 

 

Pemegang Rekor Kucing Tertua di Dunia

Flossie si kucing tertua di dunia. (dok. Cats Protection)

Di tempat lain, Flossie kembali memegang rekor kucing tertua di dunia yang masih hidup di Bumi. Dilaporkan Express Tribune, kucing callico itu genap berusia 30 tahun pada 29 Desember 2025, setara dengan 136 tahun usia manusia. Dengan begitu, Flossie bisa dikategorikan kucing lansia.

Menurut NY Post, Flossie lahir pada 29 Desember 1995. Mengutip Page Six, Rabu (31/12/2025), kucing ras British domestic shorthair tortoiseshell itu hidup di koloni liar di Merseyside, Inggris, sebelum diselamatkan saat masih anak kucing oleh seorang pekerja rumah sakit.

Pada 2022, ia meraih rekor dunia tersebut karena hidup selama 26 tahun dan 316 hari — setara dengan usia manusia 120 tahun. "Sejak awal saya tahu bahwa Flossie adalah kucing yang istimewa, tetapi saya tidak pernah membayangkan akan berbagi rumah dengan pemegang rekor dunia," kata pengasuhnya saat ini, Vicki Green, yang tinggal di Orpington, di luar London.

Rahasia Umur Panjang Flossie

Flossie ditasbihkan sebagai kucing tertua di dunia menurut Guinness World Records. (dok. Screenshoot Youtube On Demand News)

Wanita Inggris itu mengadopsi kucing tersebut saat usianya sudah "dewasa" dari badan amal Cats Protection yang berbasis di Inggris, tempat kucing itu berada setelah pemilik sebelumnya meninggal. "Saya selalu ingin memberikan kehidupan yang nyaman bagi kucing-kucing tua," kata Green. "Saya sangat bangga bahwa Cats Protection mempertemukan saya dengan kucing yang luar biasa ini."

Saat diverifikasi, kucing pemburu tikus ajaib itu tuli dan penglihatannya buruk. Terlepas dari penyakit yang berkaitan dengan usia ini, Flossie dalam keadaan sehat dan "penyayang dan suka bermain" seperti anak kucing, menurut Green.

Masih belum jelas apa rahasia umur panjang kucing senior yang lincah ini. Namun, Cats Protection mencatat bahwa ia mempertahankan rutinitas harian yang konsisten yang mencakup bermain dengan lembut serta makan teratur dan waktu yang lama.

Kisah Hidup Flossie

Flossie, kucing tertua di dunia. (dok. Cats Protection)

Meskipun usianya sudah lanjut, Flossie bukanlah kucing tertua yang pernah berkeliaran di planet ini. Kehormatan itu diberikan kepada Creme Puff, seekor kucing belang campuran dari Austin, Texas, yang lahir pada 3 Agustus 1967, dan hidup hingga 6 Agustus 2005 — sebuah pencapaian luar biasa selama 38 tahun dan tiga hari.

Sementara itu, mengutip laman Guinness World Records, kisah Flossie dimulai pada Desember 1995, ketika ia diadopsi seorang pekerja di rumah sakit Merseyside. Saat itu, ia berkeliaran bebas sebagai kucing liar muda dan tinggal di koloni kucing dekat rumah sakit.

Beberapa pekerja merasa kasihan pada anak kucing yang baru berusia beberapa bulan saat itu dan memutuskan untuk mengadopsi masing-masing satu. Setelah menjalani beberapa bulan pertama hidupnya sebagai kucing liar, Flossie menemukan dirinya dikelilingi oleh kasih sayang, makanan hangat, dan mainan.

Flossie kemudian tinggal bersama pemiliknya hingga mereka meninggal sepuluh tahun kemudian. Selanjutnya, ia diasuh oleh saudara perempuan pemilik sebelumnya. Namun setelah 14 tahun tinggal di rumah barunya, kucing itu kembali membutuhkan rumah ketika pemilik keduanya juga meninggal dunia.

Saat itu usianya 24 tahun. Putra pemilik sebelumnya memberinya tempat perlindungan dan memutuskan untuk merawatnya sebaik mungkin hingga tiga tahun, tetapi kemudian dia diserahkan kepada lembaga penampungan hewan Cats Protection pada 2022.

Infografis 6 Hewan Peliharaan Populer (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya