4 Alasan XRP Disebut Kripto Terpanas 2026

Harga XRP melesat di awal 2026, didukung ETF, sentimen positif, dan ekspansi Ripple.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 08 Januari 2026, 10:00 WIB
Ilustrasi aset kripto XRP. (Gambar by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Token pembayaran milik Ripple, XRP, mencuri perhatian pasar kripto global setelah disebut CNBC sebagai “kripto favorit baru” atau new cryptocurrency darling. Sebutan ini muncul setelah harga XRP melonjak sekitar 25% hanya dalam pekan pertama 2026.

“Perdagangan kripto terpanas tahun ini bukan Bitcoin, bukan pula Ether, melainkan XRP,” ujar pembawa acara Power Lunch CNBC, Brian Sullivan, dikutip dari coinmarketcap, Kamis (8/1/2026).

Kinerja XRP di awal tahun ini jauh melampaui dua aset kripto terbesar dunia. Bitcoin (BTC) tercatat hanya naik sekitar 6% sejak 1 Januari, sementara Ethereum (ETH) menguat sekitar 10%. Perbedaan performa ini membuat XRP menjadi sorotan utama para investor.

Lonjakan harga tersebut dinilai bukan sekadar reli sesaat. Sejumlah faktor pendukung atau tailwinds disebut berkontribusi terhadap penguatan XRP, mulai dari derasnya arus dana ke produk exchange-traded fund (ETF), sentimen positif di media sosial, hingga penguatan fundamental jaringan.

Kombinasi faktor tersebut membuat XRP saat ini tampil lebih unggul dibandingkan kripto utama lainnya, setidaknya dalam fase awal perdagangan 2026.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

ETF dan Sentimen Pasar Dorong Penguatan XRP

Ilustrasi kripto XRP. (Foto by AI)

Salah satu pendorong utama reli XRP adalah momentum ETF. Pembawa acara CNBC, Mackenzie Sigalos, menjelaskan bahwa tren ETF XRP justru berlawanan dengan yang terjadi pada ETF Bitcoin dan Ethereum.

“Selama periode lesu kuartal IV, banyak investor justru masuk ke ETF XRP. Ini kebalikan dari ETF Bitcoin dan Ether spot, di mana investor biasanya bergerak seiring dengan harga koinnya,” ujar Sigalos.

Ia menambahkan, strategi membeli XRP saat harga turun dianggap memberikan potensi lonjakan persentase yang lebih besar. Investor menilai XRP sebagai “transaksi yang tidak terlalu padat” dibandingkan BTC atau ETH, dan strategi tersebut terbukti efektif dalam enam hari perdagangan pertama Januari.

Data Coinglass menunjukkan, empat ETF XRP spot mencatat arus masuk hampir USD 100 juta sejak awal tahun. Total dana masuk kini mencapai sekitar USD 1,15 miliar, tanpa satu pun hari arus keluar.

Di sisi lain, sentimen sosial terhadap XRP juga menunjukkan tren bullish. Platform Market Prophit, yang menggunakan kecerdasan buatan untuk menganalisis media sosial kripto, mencatat sentimen investor ritel maupun institusi sama-sama positif.

 

Aktivitas Jaringan Meningkat, Ripple Perkuat Ekspansi Global

Ilustrasi kripto XRP. (Foto by AI)

Data on-chain turut memperkuat optimisme terhadap XRP. Menurut CryptoQuant, cadangan XRP di bursa Binance berada di level terendah dalam dua tahun terakhir. Kondisi ini biasanya menandakan tekanan jual yang semakin berkurang.

Selain itu, aktivitas jaringan XRP juga mengalami lonjakan signifikan. Data dari XRPscan menunjukkan jumlah transaksi dan aktivitas jaringan meningkat lebih dari 50% dalam dua pekan terakhir, mencerminkan meningkatnya minat dan penggunaan ekosistem XRP.

Dari sisi korporasi, Ripple Labs terus memperluas langkah strategisnya. Perusahaan ini dilaporkan menjalin kemitraan dengan sejumlah institusi keuangan besar di Jepang, termasuk Mizuho Bank, SMBC Nikko, dan Securitize Japan, untuk mendorong adopsi XRP Ledger.

Pada Desember lalu, Ripple juga memperoleh persetujuan bersyarat dari Office of the Comptroller of the Currency (OCC) Amerika Serikat untuk mendirikan Ripple National Trust Bank.

Presiden Ripple, Monica Long, mengatakan kepada Bloomberg bahwa penggalangan dana pada November lalu serta valuasi perusahaan sebesar USD 40 miliar merupakan perkembangan yang sangat positif. Namun, ia menegaskan belum ada rencana jangka pendek untuk melantai di bursa melalui IPO.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya