EBITDA Margin Tembus 61%, BBRM Pamer Kinerja

PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya (BBRM) mencatatkan peningkatan signifikan pada kinerja profitabilitas hingga periode September 2025.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 07 Januari 2026, 18:25 WIB
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya (BBRM) mencatatkan peningkatan signifikan pada kinerja profitabilitas hingga periode September 2025.

Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Naim Machzyumi, mengatakan salah satu indikator utama yang menjadi perhatian investor adalah lonjakan EBITDA margin yang mencapai 61%, meningkat dibandingkan posisi September 2024 yang berada di level 52%.

"Secara keseluruhan EBITDA margin dari per September 2024 itu 52% meningkat menjadi 61%," kata Naim dalam Public Expose BBRM, Rabu (7/1/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan margin tersebut sejalan dengan pertumbuhan EBITDA perseroan yang naik dari USD 4.829 menjadi USD 6.183, atau tumbuh sekitar 28% secara tahunan. Kinerja ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam meningkatkan laba operasional di tengah dinamika industri pelayaran.

"EBITDA juga ada peningkatan yang cukup signifikan dari posisi USD 4.829 ke USD 6.183 atau kenaikan 28%," ujarnya.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa BBRM tidak hanya mampu menjaga pertumbuhan pendapatan, tetapi juga meningkatkan kualitas laba melalui pengelolaan biaya yang lebih efisien dan optimalisasi kinerja operasional.

 

Gross Profit BBRM

Pekerja bercengkerama di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). IHSG ditutup naik 3,34 poin atau 0,05 persen ke 5.841,46. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Lebih lanjut, Naim menyampaikan gross profit BBRM mengalami kenaikan sebesar 19%. Selain itu, gross profit margin perseroan juga mengalami peningkatan dari 43% pada September 2024 menjadi 47% pada September 2025.

Kenaikan ini mengindikasikan adanya perbaikan struktur biaya langsung dan efektivitas pengelolaan pendapatan.

"Gross profit margin di tahun 2024 per September 43% di September 2025 sebesar 47%," ujarnya.

 

Fundamental Menguat

Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Naim menegaskan bahwa peningkatan margin merupakan hasil dari disiplin operasional dan kepatuhan terhadap strategi bisnis yang telah ditetapkan. Perseroan terus berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan efisiensi.

Selain profitabilitas, struktur keuangan perseroan juga menunjukkan perbaikan. Total liabilitas menurun sekitar 20% secara tahunan, sementara ekuitas meningkat 11%, sehingga memperkuat daya tahan keuangan perusahaan.

"Secara keseluruhan jumlah liabilitas September 2024 dan 2025 mengalami penurunan sebesar 1068 sehingga atau sebesar 20%. Untuk ekuitas mengalami peningkatan sebesar 11%, jadi USD 42.182, ini dalam ribuan dollar ya," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya