Venezuela Tetapkan Satu Minggu Masa Berkabung Usai Operasi Militer AS yang Gulingkan Maduro

Kuba, sekutu dekat Venezuela, juga menyatakan masa berkabung dua hari atas tewasnya puluhan personel militernya dalam serangan tersebut.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 07 Januari 2026, 14:05 WIB
Operasi militer AS berskala besar ini diperintahkan oleh Presiden Donald Trump. Tampak dalam foto, pendukung mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, berdemonstrasi dengan bendera nasional raksasa di Caracas pada Minggu 4 Januari 2026. (Juan BARRETO/AFP)

Liputan6.com, Caracas - Pemimpin sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, mengumumkan masa berkabung nasional selama tujuh hari pada Selasa (6/1/2026) untuk menghormati korban yang tewas dalam serangan militer Amerika Serikat yang menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.

Dalam pernyataannya yang disiarkan di televisi pemerintah, Rodríguez menyatakan bahwa keputusan tersebut dibuat “untuk menghormati dan memuliakan kaum muda, perempuan, dan laki-laki yang mengorbankan nyawa mereka untuk membela Venezuela dan Presiden Nicolas Maduro.”

Rodríguez kini menjabat sebagai presiden sementara setelah ditetapkan oleh Mahkamah Agung Venezuela menyusul penculikan dan penangkapan Maduro oleh pasukan AS dalam sebuah operasi militer mendadak pada Sabtu lalu.

Kuba, sekutu dekat Venezuela, juga menyatakan masa berkabung dua hari atas tewasnya puluhan personel militernya dalam serangan tersebut, dikutip dari laman The Hindu, Rabu (7/1).

Venezuela mengklaim bahwa 55 personel militernya tewas, sementara jaksa agung negara itu menyebutkan ada “puluhan” korban tewas baik dari militer maupun sipil, tanpa merinci angka pastinya.

Pengumuman masa berkabung mencerminkan eskalasi ketegangan politik dan kemanusiaan yang terjadi setelah intervensi militer AS -- sebuah langkah yang memicu reaksi keras dari pemerintah Venezuela dan sekutu internasionalnya.

Situasi ini menyoroti ketidakstabilan yang terus membayangi negara tersebut di tengah upaya pemulihan kekuasaan dan legitimasi pemerintahan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya