Liputan6.com, Jakarta - Harga emas melanjutkan kenaikannya pada perdagangan hari Selasa (Rabu waktu Jakarta), didorong oleh permintaan aset aman setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS) memicu ketegangan global. Sementara investor menunggu data penggajian AS untuk mendapatkan wawasan tentang kebijakan suku bunga Bank Sentra AS, Federal Reserve (The Fed)
Dikutip dari CNBC, Rabu (7/1/2026), harga emas di pasar spot naik 0,8% menjadi USD 4.485,39 per ons, setelah kenaikan hampir 3% pada sesi sebelumnya, sehingga harga mendekati rekor tertinggi USD 4.549,71 yang dicapai pada 24 Desember.
Advertisement
Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup 1% lebih tinggi pada USD 4.496,10.
“Para pedagang logam mulia melihat lebih banyak risiko di masa depan dibandingkan para pedagang saham dan obligasi saat ini,” kata Analis Senior di Kitco Metals. Dia menambahkan bahwa serangan AS terhadap Venezuela pada akhir pekan telah memicu permintaan berkelanjutan untuk emas dan perak sebagai aset safe-haven.
Mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada hari Senin menyatakan tidak bersalah atas tuduhan narkotika, setelah AS menangkapnya dan membawanya ke New York pada akhir pekan lalu.
Emas, yang dianggap sebagai aset aman tradisional, naik 64,4% tahun lalu, mencatat kinerja tahunan terbaiknya sejak 1979.
Para pelaku pasar juga menantikan laporan ketenagakerjaan bulanan AS pada hari Jumat, yang diperkirakan akan menunjukkan penambahan 60.000 pekerjaan pada bulan Desember, sedikit penurunan dari 64.000 pada bulan sebelumnya.
Menurut data LSEG, para pedagang memperkirakan Federal Reserve akan memangkas suku bunga dua kali tahun ini.
Perubahan Suku Bunga AS
Sementara itu, Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menyatakan bahwa perubahan suku bunga lebih lanjut harus “disesuaikan dengan cermat” untuk menyeimbangkan risiko pengangguran dan inflasi.
Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.
Morgan Stanley memproyeksikan harga emas dapat melonjak hingga USD 4.800 pada kuartal keempat tahun ini, dengan alasan penurunan suku bunga, perubahan kepemimpinan Federal Reserve, dan pembelian yang kuat oleh bank sentral dan dana pasar uang.
Harga perak spot, yang mencapai titik tertinggi sepanjang masa di angka USD 83,62 pada 29 Desember, naik 5,4% menjadi USD 80,68 per ons. Perak mencatat kenaikan tahunan terkuatnya pada tahun 2025, melonjak 147% karena meningkatnya minat industri dan investor.
Harga platinum spot naik 7,2% menjadi USD 2.435,20 per ons, sementara paladium diperdagangkan 5,9% lebih tinggi pada USD 1.821,68 per ons
Harga Emas dan Perak Menguat, IHSG Cetak Rekor Tertinggi
Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau All Time High (ATH) seiring dengan menguatnya harga komoditas logam di tingkat global.
IHSG ditutup menguat 74,41 atau 0,84 persen ke posisi 8.933,61. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,28 poin atau 0,61 persen ke posisi 865,05.
“Berlanjutnya penguatan pada mayoritas harga komoditas logam dan adanya beberapa insentif dari pemerintah menjadi faktor positif pada pergerakan indeks,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Dari mancanegara, harga komoditas emas dan perak terpantau menguat di tingkat global, pasca Amerika Serikat (AS) melakukan serangan terhadap Venezuela.
Selain mencermati perkembangan geopolitik, Ratna mengatakan pelaku pasar tengah menantikan sejumlah data ekonomi yang akan dirilis dari Eropa dan AS.
Dari Jerman, akan dirilis data retail sales dan pasar tenaga kerja, sedangkan dari Euro Area akan dirilis data inflasi. Kemudian, pelaku pasar akan mencermati indeks ISM Services dan JOLTS Job Openings dari AS.
Dari dalam negeri, pemerintah berlanjut memberikan beberapa insentif untuk mendorong daya beli masyarakat, yang diharapkan dapat memicu akselerasi pertumbuhan ekonomi.
Melalui PMK 105/2025, pemerintah memberikan insentif pembebasan pajak penghasilan (PPh) 21 selama tahun 2026 untuk karyawan dengan gaji di bawah Rp10 juta/bulan yang bergerak di sektor industri alas kaki, tekstil dan pakaian jadi, furnitur, industri kulit dan turunannya, serta pariwisata.
Melalui PMK 90/2025, pemerintah menetapkan PPN ditanggung pemerintah sebesar 100 persen untuk harga jual rumah sampai dengan Rp2 miliar untuk rumah tapak dan Rp5 miliar untuk rumah susun selama tahun 2026. Selain itu, pemerintah juga tengah mengkaji aturan insentif untuk industri otomotif.
IHSG Betah di Teritori Positif
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 2,81 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor teknologi yang naik masing-masing sebesar 1,51 persen dan 1,28 persen.
Sedangkan, dua sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik dan sektor keuangan yang masing-masing turun sebesar 1,40 persen dan 0,12 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BIPI, GSMF, INPC, PADI, dan NICL. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni KLAS, CPRO, YOII, PNLF, dan MBSS.