Liputan6.com, Jakarta - BYD semakin gencar memperkuat teknologi kendaraan cerrdasnya. Bahkan, jenama asal Tiongkok ini, pada awal 2026 telah membentuk tim khusus beranggotakan lebih dari 5.000 orang yang fokus untuk pengembangan sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS), teknologi bantuan pengemudi canggih yang menjadi pondasi menuju mobil otonom.
Disitat dari Carnewschina, BYD juga berkomitmen untuk menggelontorkan investasi lebih dari 100 miliar yuan atau sekitar Rp 214 triliun untuk teknologi cerdas dan sistem mengemudi masa depan selama beberapa tahun ke depan.
Advertisement
Sebagai bagian dari investasi tersebut, BYD terus memperluas kapabilitas intelligent driving yang dikenal dengan nama God’s Eye. Sistem ini dirancang lengkap dengan kombinasi sensor seperti kamera, radar gelombang milimeter, dan sensor ultrasonik untuk meningkatkan kemampuan bantuan mengemudi.
Sampai Desember 2025, jumlah kendaraan BYD yang telah dilengkapi dengan sistem God’s Eye telah melampaui 2,5 juta unit, membentuk basis data cloud kendaraan terbesar di China.
Data tersebut menghasilkan lebih dari 150 juta kilometer data mengemudi setiap harinya, yang digunakan untuk terus menyempurnakan algoritma dan performa sistem bantuan mengemudi.
BYD bukan sekadar meningkatkan kemampuan ADAS, tetapi juga menegaskan perubahan peran mobil di era digital. Dalam strateginya, kendaraan kini dipandang bukan hanya sebagai alat transportasi, tetapi semakin menjadi entitas cerdas yang terhubung dengan Internet of Things dan berperan sebagai 'teman kehidupan', lengkap dengan fitur seperti integrasi kendaraan dengan drone dan kontrol rumah pintar.
Metode Pengembangan BYD
Selain itu, untuk metode pengembangan teknologi ini, BYD mengadopsi solusi 'AI intelligent agent + world model' yang menggunakan simulasi skenario virtual untuk melatih sistem agar mampu menangani situasi langka atau kompleks di jalan.
Langkah ini diyakini dapat mempercepat adaptasi sistem dengan lingkungan nyata tanpa bergantung hanya pada uji coba di dunia nyata.