Konsumsi Bensin Naik Tipis di Nataru, Transportasi Umum Lebih jadi Pilihan

selama periode 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, penyaluran gasoline atau bensin tercatat meningkat 0,9 persen.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 05 Januari 2026, 20:45 WIB
Aktivitas pengisian BBM di SPBU Cikini, Jakarta. Posko Nasional Sektor ESDM periode Nataru mencatat adanya kenaikan konsumsi BBM jenis bensin (gasoline). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Posko Nasional Sektor ESDM periode Nataru mencatat adanya kenaikan konsumsi BBM jenis bensin (gasoline) hingga 0,9 persen di periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, dibandingkan konsumsi normal per Oktober-November 2025. Pemakaian bensin naik tipis lantaran banyak masyarakat disebut lebih memilih untuk naik transportasi umum ketimbang menggunakan kendaraan pribadi.

"Jadi perkiraannya adalah banyak masyarakat yang menggunakan angkutan umum. Itu yang kita hitung kan mobil-mobil pribadi," kata Ketua Posko Nataru Sektor ESDM Erika Retnowati di Kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (5/1/2026).

Erika memaparkan, selama periode 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, penyaluran gasoline tercatat meningkat 0,9 persen. Sementara konsumsi avtur atau bahan bakar pesawat naik 5,5 persen, sedangkan gasoil turun 3,4 persen, dan kerosene atau minyak tanah turun 6,2 persen.

Data tersebut menguatkan pernyataan bahwa banyak masyarakat lebih memilih berpergian dengan transportasi umum di musim Nataru lalu. "Kalau kita lihat dari kenaikan avtur, itu kan tinggi ya, itu 5,5 persen. Kemudian juga kereta api juga dipenuhi oleh penumpang," ungkapnya.

"Jadi untuk gasoline mungkin tidak terlalu banyak. Ada banyak masyarakat yang menggunakan angkutan umum," tegas Erika.

Selain itu, ia pun menyebut saat ini banyak masyarakat yang sudah beralih dari pemakaian mobil konvensional penenggak bensin ke kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

"Kemudian juga, ada kemungkinan juga dengan adanya masyarakat sebagian yang sudah menggunakan kendaraan listrik. Karena kalau kita lihat, peningkatan transaksi di SPKLU itu juga sangat tinggi ya. Kalau enggak salah sekitar 3 kali dari tahun lalu," tuturnya.

 

Data Penyaluran BBM Nasional di Nataru

Petugas mengisi BBM ke kendaraan konsumen di SPBU Abdul Muis, Jakarta, Senin (2/7). PT Pertamina (Persero) menaikkan harga Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertamina Dex mulai dari Rp500 hingga Rp900 per liter mulai 1 Juli 2018. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Adapun menurut data Posko Nasional Sektor ESDM periode Nataru, puncak penyaluran BBM nasional terjadi pada beberapa periode arus mudik dan arus balik. Pada 23 Desember 2025 (H-2 Natal 2025), penyaluran gasoline meningkat 10,87 persen, gasoil naik 5,78 persen, kerosene melonjak 51,49 persen, dan avtur naik 8,02 persen.

Lalu, pada 29 Desember 2025 (H+4 Natal 2025), penyaluran gasoline naik 4,24 persen, gasoil naik 1,5 persen, kerosene meningkat 58,56 persen, dan avtur naik 5,42 persen.

Sementara saat arus balik pada 3 Januari 2026 (H+9), penyaluran gasoline naik 7,10 persen, kerosene naik 10,78 persen, dan avtur meningkat 4,34 persen, meskipun gasoil turun 6,44 persen.

 

Stok LPG Aman

Pekerja mengangkut tabung gas elpiji 3Kg di salah satu agen di kawasan Jakarta, Senin (13/6/2022). PT Pertamina (Persero) menerima tambahan belanja BBM dan LPG sebesar Rp235 miliar. Dengan tambahan alokasi subsidi tersebut, Pemerintah bersama Pertamina memastikan sampai hari ini harga Pertalite, Solar Bersubsidi dan LPG 3 Kg tidak naik. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Di sisi lain, Erika menyampaikan bahwa stok LPG selama periode Nataru lalu berjalan aman. Ketahanan stok LPG nasional berada pada kisaran 10 hingga 16 hari dengan rata-rata coverage day sebesar 12,8 hari.

"Stok LPG nasional berkisar antara 10 sampai 16 hari dengan rata-rata coverage day adalah 12,8 hari. Rerata penyaluran LPG pada periode satgas Natal 2025 dan tahun baru 2026 mengalami kenaikan sebesar 10,6 persen dari sales normal," urainya.

"Kemudian untuk sektor gas bumi secara umum tidak mengalami kendala dan dalam keadaan aman. Penyaluran niaga gas rata-rata pada periode Nataru 2025 Meningkat sebesar 4,3 persen dibandingkan dengan realisasi Nataru 2024," pungkas dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya