Liputan6.com, Jakarta - Penyebaran informasi palsu atau hoaks terus menjadi tantangan serius di era digital, terutama dengan kecepatan arus informasi melalui media sosial. Dalam sepekan terakhir, berbagai klaim menyesatkan kembali beredar luas, mencakup beragam topik yang menarik perhatian publik. Fenomena ini menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat agar tidak mudah termakan isu yang tidak berdasar.
Cek Fakta Liputan6.com secara rutin melakukan penelusuran dan klarifikasi terhadap informasi-informasi yang diragukan kebenarannya. Upaya ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan, kerugian finansial, hingga perpecahan di tengah masyarakat. Penting bagi setiap individu untuk selalu memverifikasi kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya lebih lanjut.
Advertisement
Dari hasil penelusuran terbaru, teridentifikasi beberapa kumpulan hoaks yang beredar dalam sepekan terakhir yang patut diwaspadai. Modus yang digunakan bervariasi, mulai dari iming-iming hadiah, klaim kebijakan pemerintah, hingga manipulasi visual yang canggih.
Kenali ragam hoaks yang beredar di media sosial sepekan dalam halaman berikut ini.
1. Super Flu Lebih Parah dari Covid-19
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim super flu lebih parah dari Covid-19, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 2 Januari 2026.
Klaim super flu lebih parah dari Covid-19 berupa video yang menampilkan tulisan sebagai berikut.
"baru 2026. "super flu" sudah masuk Indonesia lebih parah dari covid-19"
"Para ahli menekankan kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi anak-anak. lansia dan penderita penyakit penyerta, kaena influenza secara umum memang lebih berisiko pada kelompok tersebut, istilah "super flu" lebih banyak muncul karena tingkat keganasan yang lebih tinggi. meski gejalanya bisa terasa lebih berat dibanding flu biasa covid-19 terkini, langkah pencegahan tetap sama: vakinasi influenza, menjaga kebersihan, memakai masker, serta menjaga daya tahan tubuh. pemerinta dan tenaga medis mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada"
Unggahan video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"Flu baru lbih parah dari covid-19 😲😲☝ #fyp #fypreels #fypviral #fypfbpro #fbprofesional #masukberandafyp #rumahtangga #kb #hamil #kisahinspiratif #kesehatan"
Benarkah klaim super flu lebih parah dari Covid-19? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini......
2. Menkeu Purbaya Beri Bantuan Rp 50 Juta
Beredar postingan di media sosial klaim video Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan memberi bantuan sebesar Rp 50 juta. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 29 Desember 2025.
Berikut caption pada unggahan yang beredar:
"khusus untuk seluruh masyarakat Indonesia dana bantuan sebesar 50 juta yang belum pernah menerima bantuan pemerintah silakan konfirmasi #DanaBantuan #Masyarakat #indonesiaemas"
Unggahan juga berisi video yang menyertakan pernyataan Purbaya, berikut isinya:
"Sebelum pergantian tahun ini, banyak program pemerintah yang keluar dan disetujui langsung oleh bapak presiden, salah satunya program yang saya jalankan sekarang.
Saya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ingin memberi tahu bahwa bantuan ini tidak pandang bulu, siapapun kalian berhak mendapatkan. Segera daftar dan masukkan data diri anda. Semoga bantuan ini tetap berlanjut sampai penutupan tahun ini"
Lalu benarkah klaim video Menkeu Purbaya memberi bantuan sebesar Rp 50 juta? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.....
3. Link Hadiah PLN Tahun Baru 2026
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link hadiah PLN Tahun Baru 2026, informasi tersebut berdar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.
Klaim link hadiah PLN Tahun Baru 2026 berupa tautan berupa tulisan sebagai berikut.
"PLN-Hadiah Tahun Baru 2025
Klik tautan untuk mengklaim Hadiah Tahun Baru 2026 Anda."
Unggahan tersebut disertai dengan link berikut.
"https://wezk.buzz/?id=MDQuMi4xLzEmclwobmdoKiwmLl4zYjEsKiwsMSdxY3VlLF1veHUmNCdxXydzMTExMjM"
Jika link tersebut diklik, mengarah pada halaman situs yang terdapat tulisan berikut ini.
"Selamat!
PLN - Hadiah Tahun Baru 2026
Melalui kuesioner, Anda akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan Rp 1500000"
Halam situs tersebut pun mengarahkan untuk mengisi kuesioner.
Benarkah klaim link hadiah PLN Tahun Baru 2026? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini......
Hoaks Berikutnya
4. Link untuk Pendaftaran CPNS 2026
Beredar postingan di media sosial klaim link pendaftaran rekrutmen CPNS 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 28 Desember 2025.
Berikut isi unggahannya:
"RESMI DI BUKA..!!
Penerimaan CPNS dan PPPK 2026
Info Pendaftaran klik 👇
http://lokerterkini.reqapk.com/"
Postingan turut menyertakan poster, berikut tulisannya:
"CPNS & PPPK
REKRUTMEN CPNS & PPPK TAHUN 2025-2026
RESMI DIBUKA
Pendaftaran Nasional Aparatur Sipil Negara
Terbuka untuk Lulusan SMA/SMK . D3. S1. S3
Link Pendaftaran Ada di Bio Profil
GRATIS- TANPA DIPUNGUT BIAYA"
Sementara itu, saat link pendaftaran diklik, mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta sejumlah identitas pribadi seperti nama hingga nomor Telegram.
Lalu benarkah klaim link pendaftaran CPNS 2026? Simak hasil penelusurannya berikut ini...
5. Pesan Berantai Pertamina Bagikan Hadiah Tahun Baru Rp 1,5 Juta Hanya dengan Isi Kuesioner
Beredar di aplikasi percakapan pesan berantai Pertamina membagikan uang Rp 1,5 juta hanya dengan isi kuesioner. Pesan berantai itu beredar sejak pekan lalu.
Berikut isi pesan berantai tersebut:
"Pertamina - Hadiah Tahun Baru
Semua orang bisa mendapatkan hadiah tahun baru 2026"
Pesan berantai itu juga disertai tautan yang mengarah ke website tertentu.
Lalu benarkah pesan berantai Pertamina membagikan uang Rp 1,5 juta hanya dengan isi kuesioner? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini......
6. Link Pendaftaran Prakerja 2025 gelombang 72
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran Prakerja 2025 gelombang 72, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 20 Desember 2025.
Klaim link pendaftaran Prakerja 2025 gelombang 72 berupa poster digital yang berisi tulisan sebagai berikut.
"RESMI DIBUKA!
Kartu Prakerja Gelombang 72 Akan Beri Insentif Total Rp 4,2 Juta"
Dalam unggahan menyertakan menu daftar lewat link berikut ini.
"https://kartu.prakerja2026.my.id/?fbclid=IwY2xjawPAKkxleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFwVGxVcHpVckpqSnNvOVpNc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHrEGoUfDu8_WE-2JDWrqAJqXzjZfRoiTNZgp0weQ6LxR_WXiErQ-6EzhS_rT_aem_kxjDRRi1IfSsM_sO_NS72A"
Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"📢 Pendaftaran Prakerja 2025 DibukaManfaatkan peluang untuk belajar dan mengembangkan kemampuan.
Daftar Sekarang agar tidak tertinggal gelombang"
Benarkah klaim link pendaftaran Prakerja 2025 gelombang 72? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini......
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.