Dinas Sumber Daya Air Jakarta Antisipasi Banjir Rob hingga 7 Januari 2026

Dinas Sumber Daya Air (Dinas SDA) DKI Jakarta melakukan berbagai langkah antisipatif menghadapi potensi banjir pesisir (rob) yang diperkirakan terjadi hingga 7 Januari 2026.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 03 Januari 2026, 21:00 WIB
Namun, kali ini, Banjir rob di kawasan Muara Baru Jakarta diperparah dengan kebocoran dan rembesan pada tanggul laut di beberapa titik di Muara Baru, yang disebabkan oleh usia tanggul yang sudah tua dan korosi. Tampak dalam foto, seorang pria dengan pancingnya berjalan di atas tanggul laut raksasa yang dibangun untuk mencegah banjir di pesisir utara, seperti terlihat di Muara Baru, Jakarta pada Sabtu 6 Desember 2025. (ADITYA IRAWAN/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Sumber Daya Air (Dinas SDA) DKI Jakarta melakukan berbagai langkah antisipatif menghadapi potensi banjir pesisir (rob) yang diperkirakan terjadi hingga 7 Januari 2026.

"Upaya tersebut meliputi pembangunan tanggul darurat, penyiagaan pompa air 'stationer' maupun 'mobile' serta pengoperasian pintu air di sejumlah titik pesisir utara Jakarta," ujar Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum di Jakarta, melansir Antara, Sabtu (3/1/2026).

Selain itu, lanjut dia, Satuan Tugas (Satgas) SDA atau Pasukan Biru juga disiagakan untuk memastikan penanganan cepat di lapangan. Ika menegaskan, seluruh sumber daya telah disiagakan guna meminimalkan dampak limpasan air laut ke daratan.

"Dinas SDA menyiagakan pompa 'stationer', pompa 'mobile', pintu air serta Pasukan Biru yang siap bergerak cepat di lapangan," terang Ika.

Ada pun, lanjut dia, rumah pompa dan pintu air yang disiagakan meliputi Pintu Air Marina, Rumah Pompa Waduk Pluit, Pompa/Polder Kali Asin, Pompa Ancol, Pompa Junction PIK, Pompa Muara Angke, Pompa Pasar Ikan dan Pompa Tanjungan.

"Selain pengoperasian infrastruktur pengendali rob, Dinas SDA membangun tanggul darurat sebagai langkah jangka pendek sambil menunggu penyelesaian tanggul laut National Capital Integrated Coastal Development (NCICD)," papar Ika.

Dia menyebut, lokasi pembangunan tanggul darurat berada di Muara Angke, Muara Baru, Sunda Kelapa, Jalan RE Martadinata, Marunda Pulo, depan Jakarta International Stadium (JIS).

"Kami berharap langkah-langkah ini efektif menahan limpasan air laut, sehingga aktivitas masyarakat di wilayah pesisir tetap dapat berjalan dengan aman," ucap Ika.

 

7 Wilayah Berpotensi Terdampak Banjir Rob

Truk menerjang banjir rob di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (7/12/2021). Banjir rob setinggi satu meter memutus Jalan Kerapu yang menghubungkan Ancol-Pluit. (merdeka.com/Arie Basuki)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau masyarakat berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan akibat banjir rob.

"Informasi terkini dapat dipantau melalui laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut, aplikasi JAKI atau menghubungi 112 apabila terjadi kondisi darurat," jelas Ika.

Berdasarkan peringatan dini BMKG, terdapat tujuh wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob, yakni:

1. Tanjungan, terutama di sekitar Rumah Pompa Tanjungan dan area tambak.

2. Muara Angke, meliputi kawasan permukiman pelabuhan RT 11/RW 11, RT 01/RW 22, RT 02/RW 22, serta area Pluit Raya dan Pluit Utara.

3. Muara Baru, khususnya di kawasan pelabuhan dan industri.

4. Marunda, di antaranya sekitar Museum Si Pitung dan RW 07.

5. Pasar Ikan (Sunda Kelapa), di sekitar kawasan pelabuhan.

6. Tanjung Priok dan Kalibaru, terutama di sekitar Jalan Sulawesi dan Jalan Industri.

7. Ancol, khususnya di sekitar Perempatan Gunung Sahari Marina dan kawasan depan JIS.

Infografis Waspada Banjir Rob di Pesisir Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya