Wilayah Pasaman Barat Sumbar Siaga Ancaman Bencana Alam Banjir dan Longsor

Pemkab Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) terus memantau dan siaga terhadap ancaman bencana alam banjir dan longsor di daerah itu karena hujan deras terus terjadi pada Jumat (2/1/2026).

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 02 Januari 2026, 21:15 WIB
Air Sungai Batang Pasaman, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat mulai naik dipicu hujan lebat sejak pagi sampai sore, Jumat (2/1/2026). (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) terus memantau dan siaga terhadap ancaman bencana alam banjir dan longsor di daerah itu karena hujan deras terus terjadi pada Jumat (2/1/2026) sejak pagi hingga sore.

"Kita sudah instruksikan kepada camat, nagari (desa) agar memantau wilayah masing-masing dan melaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Selain itu juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan," ujar Sekretaris Daerah Pasaman Barat Doddy San Ismail di Simpang Empat, Jumat (2/1/2026) melansir Antara.

Menurutnya, hujan lebat terjadi hampir merata di wilayah Pasaman Barat sejak pagi. Sejumlah air sungai mulai naik ke permukaan tetapi hingga pukul 18.00 WIB masih kondisi aman.

"Saat ini BPBD Pasaman Barat terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan jajaran kecamatan dan nagari terkait situasi daerah masing-masing. Koordinasi dan informasi sangat penting dalam rangka siaga bencana serta langkah-langkah yang aman diambil nantinya," papar Doddy.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyebarkan informasi hoaks tentang bencana alam di media sosial karena bisa memberikan rasa takut kepada masyarakat.

Sementara itu, Pejabat Wali Nagari (Kepala Desa) Aia Gadang Barat Khairil Ikhwan menjelaskan, dari laporan ke BPBD situasi air sungai di sejumlah daerah di Pasaman Barat sampai sore ini masih relatif aman.

"Kita siaga penuh memantau debat air Sungai Batang Pasaman. Saat ini air sungai memang sudah naik namun masih dalam batas aman. Mudah-mudahan air segera surut meskipun hujan terus terjadi," kata Khairil.

Pihaknya juga telah memberikan himbauan kepada masyarakat yang berdomisili di dekat Sungai Batang Pasaman agar meningkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya banjir.

 

Rawan Bencana

Kondisi lingkungan dan sanitasi yang kurang memadai pasca- bencana dapat memicu peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), seperti batuk, pilek, hingga demam. Tampak dalam foto, anak-anak bermain di genangan lumpur di Pengidam, Aceh Tamiang, pada Senin 15 Desember 2025. (Yasuyoshi Chiba/AFP)

Pasaman Barat merupakan salah satu daerah yang rawan bencana di Sumbar. Pada akhir November 2025 lalu Pasaman Barat juga terdampak banjir dan longsor. Saat ini masih tahap persiapan rehabilitasi dan konstruksi.

Sebelumnya pada bencana alam November dan Desember 2025 menyebabkan lima orang meninggal dunia, tiga orang hilang, lima orang luka, 198 jiwa mengungsi, 18 unit rumah rusak berat, 16 unit rumah rusak sedang dan 38 unit rumah rusak ringan.

Lalu 11 unit rumah hanyut, tiga fasilitas kesehatan rusak, 30 tempat ibadah terdampak, satu kantor rusak, 1.904 meter irigasi rusak, 15 bendungan rusak, 14 jembatan rusak, 12 ruas jalan rusak, 1.005 hektare lahan pertanian terdampak dan 12.071,5 lahan perkebunan terdampak.

Infografis Duka Bencana Beruntun di Sumut. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya