Liputan6.com, Jakarta - Awal tahun sering dipeluk harapan. Namun awal tahun baru Januari 2026 membuka bab lain bagi pesisir Kalimantan Barat. Laut bergerak perlahan, naik tanpa suara, lalu hadir di halaman rumah warga. Banjir rob kembali mengetuk ruang hidup pesisir Pontianak serta Kendawangan Kabupaten Ketapang.
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak mengeluarkan peringatan potensi banjir pesisir periode satu hingga sembilan Januari 2026. Informasi ini lahir dari pembacaan data pasang surut laut berbasis pantauan water level serta prediksi Pushidros TNI AL. Alam kembali bicara lewat angka, grafik, serta kalender langit.
Advertisement
Fenomena perigee tanggal dua Januari bersisian fase purnama tanggal tiga Januari. Dua peristiwa kosmik ini berpotensi menaikkan muka air laut maksimum.
Dalam dokumen resminya BMKG menulis, “Adanya fenomena Fase Perigee dan Bulan Purnama berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.” Kalimat ringkas ini menyimpan pesan serius bagi warga pesisir.
Kota Pontianak berdiri dekat muara sungai besar serta kawasan dataran rendah. Saat pasang laut menekan aliran sungai, genangan mudah terbentuk.
BMKG memprediksi tinggi pasang harian mencapai satu koma tujuh hingga dua koma nol meter pada tanggal dua sampai sembilan Januari dua ribu dua puluh enam. Waktu rawan berlangsung pukul tiga dini hari hingga sebelas siang WIB.
Pada rentang jam itu, air asin merayap masuk saluran, mengisi pekarangan, lalu berhenti di ambang rumah panggung.
Aktivitas pelabuhan terhambat. Jalan lingkungan pesisir berubah cermin air. Rob tidak memilih waktu libur.
Warga pesisir terbiasa hidup berdampingan rob. Namun intensitas tinggi selalu menimbulkan cemas baru.
Barang dagangan basah, perahu sulit berangkat, ritme ekonomi tersendat. Pasang laut menyentuh urat kehidupan harian.
Dampak Aktivitas Pesisir
BMKG menegaskan potensi rob berisiko mengganggu aktivitas pelabuhan, permukiman pesisir, tambak garam, serta perikanan darat.
Air asin masuk tambak memicu lonjakan salinitas. Ikan stres. Panen tertunda. Nelayan kecil menyesuaikan jam melaut demi keselamatan.
Dalam imbauannya BMKG menyampaikan, “Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari Pasang Maksimum Air Laut.
Seruan ini menekankan kesiapsiagaan kolektif menghadapi siklus alam rutin namun berisiko.
Wilayah Kendawangan Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat turut masuk peta rawan. Prediksi pasang harian berkisar satu koma tujuh hingga satu koma sembilan meter terjadi tanggal satu sampai tujuh Januari dua ribu dua puluh enam.
Waktu rawan muncul pukul tujuh pagi hingga satu siang. Siang hari pun tak luput dari ancaman.
Mitigasi Awal Tahun 2026
Respons pemerintah daerah mulai bergerak. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melantik Wulanda Anjaswari sebagai Camat Pontianak Selatan. Jabatan ini langsung dihadapkan agenda krusial mitigasi banjir rob awal tahun.
Usai pelantikan, Wulanda Anjaswari menegaskan fokus awal tertuju penanganan banjir rob Januari. Langkah ini disebut sebagai arahan langsung Wali Kota.
“Untuk sementara, sesuai arahan Wali Kota di awal tahun, kami fokus pada rencana mitigasi bencana, terutama banjir pada awal Januari,” ujar Wulanda Anjaswari di Aula SSA Kantor Wali Kota Pontianak Rabu (31/12/2025).
Mitigasi diposisikan sebagai fondasi keberlanjutan aktivitas warga. Drainase perlu bersih. Penyimpanan barang harus lebih tinggi.
Pola kerja masyarakat pesisir perlu adaptasi jam. Pemerintah kecamatan memegang peran strategis menghubungkan kebijakan kota serta kebutuhan lapangan.
Rencana kerja dua ribu dua puluh enam tetap mengacu visi misi Pemerintah Kota Pontianak.
Kecamatan Pontianak Selatan dikenal sebagai kontributor besar pendapatan asli daerah. Potensi wilayah disebut perlu dipelajari lebih dalam guna mendukung pembangunan kota.
“Rencana kerja tahun dua ribu dua puluh enam mengacu visi misi Kota Pontianak serta mendukung program pemerintah kota,” ucap Wulanda Anjaswari.
BMKG menutup peringatannya dengan kalimat sederhana, “Demikian informasi untuk dapat diantisipasi.”
Pesan ini bukan alarm panik. Menjadi panduan membaca tanda alam. Awal tahun bukan ruang ketakutan, melainkan waktu siaga. Laut menjalankan siklus. Manusia menentukan kesiapan.