DPR Gelar Rakor Pemulihan Pascabencana Sumatra, Dasco: Untuk Samakan Persepsi

Hasil rapat ini akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai dasar percepatan pemulihan pascabencana, sekaligus memastikan program dan anggaran 2026 berjalan efektif, efisien, dan tanpa tumpang tindih.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 30 Desember 2025, 11:50 WIB
Pimpinan DPR hari ini, Selasa (30/12/2025), menggelar rapat koordinasi bersama Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana Sumatra. (Foto: Tangkapan layar Youtube).

Liputan6.com, Jakarta - Pimpinan DPR hari ini, Selasa (30/12/2025), menggelar rapat koordinasi bersama Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana Sumatra yang dihadiri sejumlah kementerian, lembaga, serta kepala daerah dari wilayah terdampak bencana.

"Bersinergi untuk menyamakan persepsi serta memfokuskan terhadap apa-apa sehingga efisien dan dari sisi anggaran dan lain-lain bisa fokus dan kemudian tidak ada tumpang tindih," kata Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad yang memimpin rapat seperti dikutip dari Youtube TV Parlemen.

Politikus Gerindra ini mengungkapkan, nantinya hasil dari rakor tersebut, akan langsung dilaporkan ke Presiden Prabowo Subianto.

"Sudah juga kami sampaikan kepada Bapak Presiden yang besok Insyaallah akan ke Aceh, bahwa kita akan mulai pada hari ini melakukan rapat koordinasi supaya pada tahun depan di anggaran 2026 pemulihan pasca bencana bisa berjalan sebagaimana mestinya," jelas Dasco.

Adapun, dalam rapat tersebut, turut hadir Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, serta Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo.

Hadir pula Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, serta Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad.

KSAD Klaim Penanganan Banjir Sumatra Tercepat Dibanding Bencana Lain

Sebelumnya. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut penanganan bencana banjir di Sumatra menjadi yang tercepat dibandingkan bencana yang pernah terjadi. Hal ini berdasarkan pengalaman Maruli selama berpuluh-puluh tahun menjadi prajurit TNI dan menangani berbagai bencana.

"Saya perjalanan penugasan tentara sudah berpuluh-puluh kali melakukan bantuan bencana. Ini yang saya berani menyatakan ini yang tercepat. Ini yang tercepat," kata Maruli dalam konferensi pers perkembangan penanganan bencana Sumatra di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Senin (29/12/2025).

Dia mengungkapkan sebanyak 12 jembatan bailey di daerah terdampak berhasil dibangun sebulan pasca bencana. Tak hanya itu, pemerintah juga sedang membangunkan hunian sementara untuk masyarakat terdampak bencana, sembari menunggu hunian tetap rampung.

"Dalam kondisi begini kita bisa bangun 12 jembatan bailey. Minggu-minggu ini 2 jembatan bailey akan selesai. Berapa ratus tadi dibilang air bersih. Berapa hunian sementara yang akan segera dilakukan," ujarnya.  2 dari 2 halaman

Penanganan Cepat Hasil Komando Prabowo

Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto memimpin dan memberikan instruksi langsung terkait penanganan bencana Sumatra. Dengan begitu, penanganan dan pemulihan pascabencana pun selesai dengan waktu cepat.

"Silakan perbandingkan dengan seluruh bencana yang sudah ada, yang pernah dilakukan. Ini Presiden memimpin langsung kepada kami perintah-perintahnya, sehingga ini sangat-sangat cepat," tuturnya.

"Saya mengalami bagaimana (bencana) Merapi, Lembata, Adonara. Di mana banyak-banyak tempat. Tidak ada yang secepat ini. Saya yakin itu," sambung Maruli.

Dia pun mengajak masyarakat bekerja sama dalam penanganan bencana, khususnya dalam membuat hunian tetap. Maruli mengatakan pemerintah juga akan membeli 100 jembatan bailey dari luar negeri untuk di lokasi terdampak bencana dan daerah lain yang membutuhkan.

"Dan juga dari presiden langsung melalui Kemenhan akan dicari 100 bailey dari luar, untuk mendukung di bencana ini. Dan juga mungkin ini akan kita gunakan di daerah-daerah di seluruh Indonesia," pungkas Maruli.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya