Legenda Manchester United Bela Benjamin Sesko, Penampilannya Disebut 'Lelucon'

Sesko tidak menjalani pramusim penuh, dan Manchester United terlihat lebih baik sebagai tim dan memungkinkan Bryan Mbeumo beroperasi di belakangnya.

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 31 Desember 2025, 07:00 WIB
Pemain Manchester United, Patrick Dorgu (tengah), merayakan gol dalam laga Liga Inggris antara Manchester United vs Newcastle di Manchester, Inggris, Jumat, 26 Desember 2025. (AP Photo/Dave Thompson)

Liputan6.com, Jakarta - Legenda Manchester United, Rio Ferdinand, membela penampilan Benjamin Sesko. Dia membandingkan Sesko dengan mantan pemain Manchester United, Louis Saha, yang dianggap 'lelucon' dalam hal nilai bagi tim.

Sesko telah mencetak dua gol dan memberikan satu assist dalam 14 pertandingan Liga Inggris sejak bergabung dengan MU dari RB Leipzig dengan harga 74 juta pounds pada bulan Agustus.

Sedangkan, Saha, yang bermain sebagai striker untuk United dari tahun 2004 hingga 2008, mencatatkan 28 gol dan 10 assist dalam 86 pertandingan liga utama untuk Setan Merah.

Ferdinand mengatakan Sesko mengingatkannya pada Saha saat ia membela penyerang Slovenia itu di podcast YouTube-nya menjelang pertandingan United melawan Wolves.

Dalam podcast tersebut, Sesko dinilai belum langsung menunjukkan performa terbaiknya seperti yang diharapkan. Tapi, Ferdinand sangat tidak setuju dengan pandangan tersebut.


Mirip Penampilan Louis Saha

Tim racikan pelatih Ruben Amorim sukses meraih kemenangan tipis 1-0 atas Newcastle United pada laga Boxing Day kali ini. Tampak dalam foto, striker Manchester United asal Slovenia, Benjamin Sesko (tengah) mencoba melewati adangan dua pemain Newcastle United pada lanjutan Liga Primer Inggris di Stadion Old Trafford, pada 26 Desember 2025 waktu setempat atau Sabtu (27/12/2025) dini hari WIB. (Darren Staples/AFP)

Ferdinand justru setuju dengan pendapat pengamat Stephen Howson yang menyebut Sesko tidak menjalani pramusim penuh, dan United terlihat lebih baik sebagai tim ketika dia bermain dan memungkinkan Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo untuk beroperasi di belakangnya.

"Saya sangat setuju dengan Steve. Sesko [menawarkan lebih dari sekadar] gol. Ya, para striker akan dinilai berdasarkan gol mereka, tetapi secara internal terkadang ada hal-hal yang mereka berikan yang membuat Anda berkata, Anda tahu, itu sangat penting," katanya.

Ferdinand kemudian membandingkannya dengan Louis Saha. Dia tidak akan pernah memenangkan Sepatu Emas di Manchester United. "Tetapi dalam hal nilainya bagi tim, dia adalah lelucon karena beberapa hal yang dia lakukan untuk memungkinkan orang lain bermain lebih baik, ujarnya.


Performanya Disukai Pemain Lain

Pemain Manchester United, Benjamin Sesko, saat pertandingan melawan Fulham di pekan kedua Premier League 2025/2026 di Craven Cottage, Minggu (24/8/2025) malam WIB. Laga tersebut berakhri imbang 1-1. (JUSTIN TALLIS / AFP)

"Dia akan membawa kami ke depan lapangan kadang-kadang, dia akan menahan bola selama tiga atau empat detik kadang-kadang untuk memberi kami waktu bernapas."

"Lupakan gol dengannya, namun permainannya secara keseluruhan. Saya terkadang duduk di sana dan berpikir, ‘Ya Tuhan, saya sangat senang dia ada di tim kami’.

Soal Sesko, Ferdinand memang masih ingin melihat gol-golnya. Tapi, dia telah melihat beberapa bagian dari permainannya yang membuat pemain lain menyukainya.

"Saya bisa melihatnya. Manchester United sudah lama tidak memiliki striker yang bisa menahan bola atau mengopernya dengan cepat. Seperti hal kecil yang sederhana namun efektif."


Sheringham Nilai Sesko Kurang Berpengalaman

Benjamin Sesko dari Manchester United, kiri tengah, menyundul bola melewati Kyle Walker dari Burnley dalam laga Premier League antara Manchester United dan Burnley di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, Sabtu, 30 Agustus 2025. (AP Photo/Ian Hodgson)

Berbicara kepada Oddspedia bulan lalu, mantan striker United Teddy Sheringham mengatakan bahwa Sesko kurang berpengalaman dan merasa bahwa klub lamanya seharusnya merekrut Harry Kane sebagai gantinya.

"Manchester United terlalu banyak menuntut dari Benjamin Sesko," katanya. "Ini pekerjaan besar untuk memimpin lini depan mereka, ekspektasinya sangat besar."

"Akan selalu sulit bagi seorang striker muda dan kurang berpengalaman seperti Sesko untuk datang ke klub seperti Manchester United dan langsung menunjukkan performa terbaiknya. Klub sudah mencoba pendekatan itu dengan Rasmus Hojlund dan itu tidak berhasil," kata Sheringham.

"Menurut saya, United seharusnya membeli Harry Kane untuk memimpin lini depan ketika mereka mencari striker baru. Dia akan menjamin 20-25 gol setiap musim."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya