iPhone 17 bakal Makin Mahal karena Harga RAM Naik 230 Persen

iPhone 17 diprediksi akan makin mahal pada 2026 karena harga RAM yang melambung tinggi hingga 230 persen.

oleh IskandarDiterbitkan 28 Desember 2025, 06:12 WIB
iPhone 17 Pro series. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Liputan6.com, Jakarta - Kelangkaan memori DRAM (Dynamic Random Access Memory) global mulai menekan margin keuntungan Apple. iPhone 17 diprediksi akan menjadi produk pertama yang merasakan dampak langsung dari lonjakan biaya komponen tersebut.

Menurut laporan Gizmochina, dikutip Minggu (28/12/2025), Apple tengah menghadapi kenaikan harga DRAM yang cukup drastis.

Hal ini memicu spekulasi mengenai seberapa lama raksasa teknologi asal Cupertino, Amerika Serikat (AS) tersebut mampu menyerap kenaikan biaya produksi sebelum akhirnya membebankannya kepada konsumen (menaikkan harga iPhone 17).

Data menunjukkan bahwa biaya untuk modul RAM LPDDR5X berkapasitas 12GB yang diproyeksikan untuk model iPhone 17 Pro, meroket dari kisaran USD 25–USD 29 (sekitar Rp 400 ribu-Rp 460 ribu) menjadi USD 70 (sekitar Rp 1,1 juta) per unit.

Kenaikan sebesar 230 persen ini merupakan angka yang sangat signifikan bagi struktur biaya perangkat elektronik mana pun, termasuk bagi perusahaan sebesar Apple.

Selama ini, Apple berhasil menghindari guncangan harga pasar berkat kontrak pasokan jangka panjang yang mengunci harga komponen jauh di muka. Namun, untuk kasus DRAM kali ini, Apple tampaknya mulai kesulitan.

Rumor yang beredar menyebutkan bahwa kontrak pasokan DRAM Apple dengan dua raksasa memori, SK Hynix dan Samsung, akan berakhir pada Januari 2026.

Begitu kontrak tersebut habis, Apple harus melakukan negosiasi ulang di tengah kondisi pasar yang tidak menguntungkan. Mustahil bagi Apple untuk mendapatkan kembali harga "lama" di angka USD 25 per unit.  

 

 

Efek Domino Tren AI

Situasi ini diperparah oleh pergeseran fokus industri memori global. Produsen utama seperti SK Hynix dan Micron dilaporkan mulai memangkas kapasitas produksi memori LPDDR untuk beralih ke HBM (High Bandwidth Memory).

Memori jenis HBM saat ini sedang berada di puncak permintaan karena margin keuntungannya yang jauh lebih tinggi, terutama untuk kebutuhan akselerator AI dan pusat data (data center).

Kondisi ini menempatkan Apple dalam posisi sulit. Untuk lini iPhone 18 mendatang, Apple kemungkinan besar akan sangat bergantung pada Samsung sebagai pemasok utama RAM.

Ketergantungan pada Samsung dan Risiko Harga

Ketergantungan pada satu pemasok besar otomatis memperlemah posisi tawar Apple dalam negosiasi harga. Jika kesepakatan harga gagal mencapai titik temu, Apple mungkin tidak memiliki pilihan lain selain menaikkan harga jual iPhone ke tangan konsumen.

Padahal, secara teknis, peningkatan spesifikasi memori sangat diperlukan. Lini iPhone 18 dirumorkan akan mengadopsi memori LPDDR5X six-channel untuk meningkatkan bandwidth dan performa kecerdasan buatan (AI) pada perangkat.

Peningkatan spesifikasi ini memang krusial untuk persaingan teknologi, namun di sisi lain hal ini memaksa Apple membutuhkan lebih banyak kapasitas DRAM di saat harga sedang membumbung tinggi.

Jika biaya komponen tetap bertahan di angka USD 70, kenaikan harga iPhone di masa depan tampak hampir tak terhindarkan. 

 

 

Infografis Ponsel Black Market Diblokir via IMEI. (Liputan6.com/Triyasni)

Infografis Ponsel Black Market Diblokir via IMEI. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya