2,6 Juta Tiket Kereta saat Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Ludes Terjual

KAI memprediksi puncak angkutan penumpang kereta api untuk pemberangkatan bakal terjadi pada 25 Desember, 28 Desember, dan 1 Januari 2026. Sedangkan arus balik pada 3-4 Januari 2026.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 23 Desember 2025, 19:15 WIB
PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan Promo Spesial 12.12 melalui diskon untuk kelas eksekutif pada sejumlah kereta komersial. (Foto: KAI)

Liputan6.com, Jakarta - Kereta api jadi moda transportasi favorit bagi jutaan orang untuk berpergian di musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Total sekitar 2,6 juta tiket kereta api jarak jauh maupun lokal sudah ludes terjual. 

Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin mengungkapkan, tingkat okupansi kereta jarak jauh dan lokal di musim Nataru kali ini mencapai 86 persen dari total 3,5 juta kursi yang tersedia. 

"Rata-rata yang seperti saya sampaikan tadi adalah 86 persen occupancy rate-nya, load factor-nya, plus dengan rata-rata per hari itu yang go show itu 5-6 persen. Berarti itu ada sisa sekitar 8-9 persen rata-rata setiap hari ini," ungkapnya di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (23/12/2025).

KAI memproyeksikan, puncak angkutan penumpang kereta api pada masa pemberangkatan bakal terjadi pada 25 Desember 2025, 28 Desember 2025, dan 1 Januari 2026. Sedangkan arus balik diperkirakan mencapai angka tertinggi pada 3-4 Januari 2026.

Merujuk catatan KAI per 23 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, penjualan total tiket kereta api selama masa angkutan Nataru 2025/2026 mencapai 2.615.902. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.285.293 merupakan tiket kereta jarak jauh. 

Total, KAI menyediakan sebanyak 2.761.048 tiket kereta jarak jauh di musim liburan Nataru kali ini. Artinya, sekitar 82,8 persen tiket kereta jarak jauh sudah terjual, dimana penjualan tiket tertinggi terjadi pada 22 Desember 2025 sebanyak 186.739 tiket. 

Bandung dan Yogyakarta jadi Kota Favorit 

Adapun kota favorit tujuan para pengguna kereta jarak jauh mulai dari Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, hingga Jakarta. 

Sementara untuk kereta lokal dengan kuota sebanyak 745.056 tiket, sudah terjual sebanyak 330.609 kursi atau sekitar 44,4 persen dari total tiket tersedia. Penjualan tiket tertinggi untuk kereta lokal terjadi pada 21 Desember 2025, yakni sebanyak 43.283 kursi.

 

 

 

KAI Reaktivasi Jalur Kereta di Jawa Barat Mulai 2026, Cianjur dan Bandung Paling Awal

Penambahan Perjalanan KA Jarak jauh: Kereta jarak jauh tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (10/7/2020). PT KAI telah mengoperasikan lima perjalanan kereta jarak jauh untuk tujuan Bandung, Cirebon, dan Surabaya mulai Jumat 10 Juli 2020. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan memulai reaktivasi sejumlah jalur kereta di Jawa Barat pada 2026. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin mencatat ada sekitar 600 kilometer (km) jalur kereta api yang akan direaktivasi.

Bobby menyebut, jalur KA di Cianjur dan Bandung telah dipetakan untuk direaktivasi pada tahap awal. Kepadatan kendaraan jalur darat menjadi salah satu pertimbangan yang menjadikannya prioritas.

"Jadi reaktivasi jalur ini kita punya beberapa prioritas ke depannya. Satu adalah bagaimana jalur-jalur yang lama yang sekarang itu sudah crowded juga di lalu lintas kendaraan bermotornya," ungkap Bobby, ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Jalur Cianjur-Bandung akan menjadi prioritas reaktivasi jalur. Kemudian, jalur KA menuju wilayah Selatan Bandung seperti Soreang dan Ciwidey juga masuk dalam program reaktivasi KAI.

"Seperti, Cianjur ke Bandung, itu dalam program kita untuk melakukan reaktivasi. Kemudian dari Bandung ke selatan, itu melewati Soreang ke Ciwidey. Itu prioritas pertama kita dulu. Itu yang akan kita reaktivasi dulu, dan trasenya itu, grondkaart adalah grondkaart-nya KAI," jelas Bobby.

Adapun, pada tahap pertama, KAI akan mengaktifkan lagi 500-600 km jalur KA. Ini masih sebagian kecil dari target aktivasi jalur KA sepanjamg 12.000 km hingga 2029 mendatang seperti mandat Presiden Prabowo Subianto. "Kita harus mulai (2026) dong. Diperintahkan sama Pak Prabowo kan sampai 12.000 km," ujar dia.

 

Butuh Rp 50 Miliar

Logo baru PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI (dok: KAI)

Sebelumnya, Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menyatakan bahwa dibutuhkan anggaran sekitar Rp 50 miliar per kilometer (km) untuk menghidupkan kembali jalur rel yang sudah lama tidak aktif di Jawa Barat. Sayangnya, meskipun rencana ini bukan hal baru, realisasinya kerap terkendala keterbatasan anggaran.

"Per km (dibutuhkan) Rp 50 miliar," kata Djoko kepada Liputan6.com, Rabu (23/4/2025).

Adapun Gubernur Jawa Barat Dede Mulyadi menyuarakan niat untuk mengaktifkan seluruh jaringan kereta api di wilayahnya, melanjutkan wacana yang pernah diusung pendahulunya, Ridwan Kamil.

Namun, karena minimnya dukungan dana, sejauh ini hanya satu jalur yang berhasil diaktifkan kembali, yaitu lintas Cibatu – Garut sepanjang 19,3 kilometer, yang dananya ditanggung oleh PT Kereta Api Indonesia.

"Rencana reaktivasi sejumlah jalur rel di Jawa Barat bukan hal baru. Namun tidak berjalan maksimal, lantaran tidak didukung anggaran yang mencukupi," ujarnya.

Djoko menegaskan, menghidupkan kembali jalur kereta api bukan sekadar semangat dan niat baik. Diperlukan tekad yang kuat serta ketersediaan dana yang memadai.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya