Natalius Pigai Bela Menlu Sugiono dari Kritik Dino Patti Djalal: Indonesia Saat Ini Dipandang Dunia

Menteri Hak Asasi Manusia (Menteri HAM) Natalius Pigai membela Menteri Luar Negeri atau Menlu Sugiono yang mendapat kritik dari Mantan Wamenlu Dino Patti Djalal.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 22 Desember 2025, 20:20 WIB
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai saat ditemui awak media di Kantor Kementerian HAM, Jakarta Selatan, Selasa (15/4/2025). (Dok. Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Hak Asasi Manusia (Menteri HAM) Natalius Pigai membela Menteri Luar Negeri atau Menlu Sugiono yang mendapat kritik dari Mantan Wamenlu Dino Patti Djalal.

Pigai menyebut, kritik yang disampaikan Dino Patti Djalal tidak benar.

"Saya hargai kritik, namun kritik Pak Dino Patti Jalal kepada Menlu Sugiono, itu isinya semua ZONK karena saat ini Indonesia on going to high performance, level, class then previous, when Dino led!," ujar Pigai dikutip Liputan6.com melalui laman sosial media X Pigai @NataliusPigai2, Senin (22/12/2025).

Dia melanjutkan, di bawah kepemimpinan Menlu Sugiono, Indonesia dipandang dunia. Bahkan Pigai menyebut, Menlu Sugiono berprestasi.

"Saat 'ini saya di Qatar dengan Dubes Qatar di Doha. Jujur semua Dubes & Diplomat di banyak negara yang saya temui mengatakan 'Pak Menteri, baru kali ini Indonesia dipandang dunia, sebelumnya kami dipinggiran'. Artinya Menlu Sugiono Berprestasi dan Luar Biasa dibandingkan waktu Kemlu dipimpin Pak Dino Patti Jalal'. Pak Dino you never thought about where you are come from, they (world leaders) don’t care, and this is not give you a warranty that you a the right person, diplomacy just a game’s. Pak Dino sedang tunjukkan perilaku dan arogansi kaum elit Indonesia," tutup Natalius Pigai.

Sebelumnya, Dino Patti Djalal menyampaikan kritik atas kinerja Menlu Sugiono setelah satu tahun menjabat. Ia menyoroti transparansi, komunikasi publik, dan kejelasan strategi politik luar negeri Indonesia.

 

Kritik yang Disampaikan

Pendiri FPCI Dino Patti Djalal pada Selasa (25/11/2025) di Jakarta menyebut Prabowo Subianto sebagai presiden yang tergolong "hiperaktif" dalam konteks diplomasi (Dok. Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty).

Kritik itu disampaikan melalui akun Instagram @dinopattidjalal. Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) itu mengkritik sejumlah hal kepada Menlu Sugiono.

Di antaranya menilai kebijakan penangguhan visa pelajar AS sebagai ujian kepemimpinan diplomatik dan mendorong langkah yang lebih tegas untuk melindungi mahasiswa Indonesia serta memperkuat posisi Indonesia di tingkat internasional.

Selain isu Laut China Selatan yang menyangkut kedaulatan, Dino juga menyoroti perlunya penanganan serius dan transparan atas kasus kematian diplomat muda Kemlu, sebagai bagian dari evaluasi arah dan kualitas diplomasi Indonesia.

Menurut Dino, idealnya Menlu Sugiono dapat mencurahkan waktu penuh untuk memimpin Kemlu, atau setidaknya 50 persen hingga 80 persen dari waktu kerja.

Dia bahkan menggambarkan Kemlu sebagai mobil Ferrari yang memiliki talenta diplomat luar biasa, namun membutuhkan pengemudi yang fokus agar dapat berjalan optimal.

Infografis 34 Juta Data Paspor Indonesia Diduga Bocor, Ini Respons Kominfo dan Imigrasi. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya