Cerita Warga Depok Bikin Getek untuk Lintasi 'Banjir Abadi' di Jalan Sawangan-Cipayung

Banjir di jalan penghubung antar wilayah Kecamatan sudah terjadi sejak beberapa tahun belakangan. Berbagai cara dilakukan Pemerintah Kota Depok, namun tidak ada solusi yang pasti.

oleh Dicky Agung PrihantoDiterbitkan 23 Desember 2025, 05:04 WIB
Sejumlah warga melakukan uji coba getek untuk menyebrangi banjir yang memutus akses jalan penghubung Sawangan dan Cipayung, Depok (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Hamparan air layaknya danau terlihat di akses jalan penghubung antara wilayah Pasir Putih dan Cipayung, Depok. Setelah ditelisik, hamparan air layaknya danau merupakan akses jalan penghubung yang mengalami kebanjiran dari luapan air Kali Pesanggrahan.

Banjir di jalan penghubung antar wilayah Kecamatan sudah terjadi sejak beberapa tahun belakangan. Berbagai cara dilakukan Pemerintah Kota Depok, namun tidak ada solusi yang pasti.

Belasan rumah hingga tanah milik warga hilang terendam banjir yang seakan abadi dan tidak pernah surut. Luapan air dan jebolnya tanggul Kali Pesanggrahan melumpuhkan akses jalan antar dua Kecamatan, sehingga warga harus memutar apabila ingin menuju wilayah Sawangan maupun Cipayung.

Tidak ingin menunggu aksi Pemerintah Kota Depok, warga berusaha membuat perahu getek sebagai sarana transportasi dadakan. Getek yang dibuat menggunakan jerigen plastik, papan kayu, dan bambu, dirancang sebagai sarana warga menyebrangi banjir dari wilayah Sawangan menuju Cipayung, maupun sebaliknya.

Salah seorang warga, Dita Janu Widayanti mengatakan, getek dibuat secara inisiatif orang tuanya untuk menyebrangi banjir. Akses jalan penghubung antar dua kecamatan sudah terputus sejak tiga tahun lalu, sehingga membuat warga harus mencari jalan alternatif lain.

“Makanya ini dibuatin Getek supaya warga bisa lewat dan bisa lebih dekat lagi dari Bulak Barat (Cipayung) ke Sawangan,” ujar Dita, Senin (22/12/2025).

Dita mengakui, Pemerintah Kota Depok telah beberapa kali mendatangi lingkungannya yang terdampak banjir. Namun hingga kini belum ada progres kepastian penanganan banjir yang dilakukan Pemerintah Kota Depok.

“Sebenarnya sudah, tapi belum ada kelanjutannya, makanya dibuatin getek oleh orang tua saya,” jelas Dita.

 

Keluarkan Biaya Rp 5-6 Juta

Seorang warga setempat memperlihatkan getek sebagai transportasi darurat usai wilayahnya mengalami kebanjiran di perbatasan Sawangan dan Cipayung, Depok. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

Perempuan berhijab itu mengaku, solusi untuk memudahkan warga melintasi jalan yang tertutup banjir hingga ketinggian satu sampai satu setengah meter, yakni pembuatan getek. Orang tuanya membutuhkan waktu untuk membuat getek sekitar dua minggu.

“Kalau buatnya kurang lebih dua minggu, kalau untuk biaya kurang lebihnya Rp5 juta sampai Rp6 juta,” ucap Dita.

Getek yang digunakan sebagai transportasi darurat dan tradisional masih dalam tahap uji coba. Namun, orang tuanya masih melakukan berbagai percobaan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan warga saat menggunakan Getek.

“Nanti (getek) bisa bawa motor, sepeda, ataupun orang bisa lewat sini,” terang Dita. Dahulunya akses jalan penghubung dapat dilalui kendaraan roda dua hingga truk. Namun, sejak TPA Cipayung longsor beberapa waktu lalu ke Kali Pesanggrahan, membuat air kali meluap dan menyebabkan banjir.

Pemerintah Kota Depok sempat mencari solusi dengan meninggikan jalan dan jembatan Kali Pesanggrahan. Namun, solusi tersebut seakan tidak membuahkan hasil dan kini banjir di jalan penghubung dengan panjang sekitar tiga kilometer tidak pernah surut.

“Seperti ini, selalu begini (air tidak pernah surut),” kata Dita sambil menunjukan batas ketinggian air.

 

Penjelasan Pemkot Depok

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah mengaku akan mengkaji secara detail penyebab banjir di jalan penghubung, sekaligus perbatasan Sawangan dengan Cipayung.

“Pastinya ini sangat berkorelasi dengan rencana penutupan dan pembenahan TPA area Cipayung,” ujar Chandra.

Pemerintah Kota Depok berusaha melakukan pembebasan lahan warga yang terdampak banjir. Selain itu, Pemerintah Kota Depok berkoordinasi dengan PLN terkait keberadaan sutet yang ada di area lokasi banjir.

“Selain itu, ada aspirasi warga untuk dilakukan pembuatan jembatan, ini kita akan kaji terlebih dahulu secara mendalam,” tutur Chandra.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya