Efisiensi Bisnis, Avia Avian (AVIA) Tutup Permanen Operasional Anak Usaha

Sejak tahun 2024, anak usaha PT Avia Avian Tbk (AVIA) yang bergerak bidang manufaktur cat pelindung mencatatkan penurunan performa bisnis yang signifikan.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 21 Desember 2025, 13:30 WIB
Lobby Avian Innovation Center (AIC), pusat riset, pengembangan dan inovasi yang merupakan salah satu terbesar di Indonesia milik PT Avia Avian Tbk (AVIA) (Dok: PT Avia Avian Tbk)

Liputan6.com, Jakarta - Emiten produsen cat terkemuka, PT Avia Avian Tbk (AVIA), secara resmi mengumumkan penghentian kegiatan operasional salah satu entitas anak usahanya, PT Multipro Paint Indonesia (MPI), secara permanen terhitung sejak tanggal 20 Desember 2025.

Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh manajemen terhadap kinerja keuangan dan prospek bisnis grup ke depan.

Berdasarkan keterbukaan informasi ke BEI yang dirilis perusahaan, Minggu (21/12/2025), PT Multipro Paint Indonesia (MPI) yang sahamnya dimiliki sebesar 67% oleh AVIA bergerak di bidang manufaktur cat pelindung (protective paint) dan cat kapal laut (marine paint).

Keputusan penutupan operasional ini dipicu oleh dua faktor utama:

Penurunan Kinerja: Sejak tahun 2024, MPI mencatatkan penurunan performa bisnis yang signifikan.

Kerugian Operasional: Entitas anak tersebut terus mengalami kerugian operasional yang berkelanjutan, sehingga dinilai tidak lagi optimal untuk dipertahankan.

 

Fokus pada Bisnis Inti

Suasana warehouse PT Avia Avian Tbk (Dok: PT Avia Avian Tbk )

Pasca penghentian operasional MPI, manajemen AVIA menegaskan akan memfokuskan strategi usahanya pada lini bisnis inti (core industry) yang memiliki kinerja dan prospek pertumbuhan lebih kuat.

"Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi operasional, optimalisasi pemanfaatan sumber daya, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham," jelas manajemen dalam laporan tertulisnya.

 

Dampak Terhadap Perseroan

Meskipun terjadi penutupan segmen usaha, PT Avia Avian Tbk menyatakan bahwa kejadian ini tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan secara konsolidasi.

Hal ini didasari oleh fakta bahwa kontribusi pendapatan MPI terhadap total pendapatan konsolidasi AVIA tergolong sangat kecil, yakni hanya berkisar 0,55% pada tahun 2024.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya