ASDP Waspada Cuaca Ekstrem Penyeberangan, Khususnya Merak-Bakauheni

Pada periode 18–21 Desember 2025 wilayah Selat Sunda dipengaruhi angin, ASDP pun melakukan berbagai upaya untuk mengamankan lalu lintas penyeberangan.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 20 Desember 2025, 18:35 WIB
Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Natal 2022 dan Tahun Baru pada Lintas Penyeberangan Merak-Bakauheni, di Terminal Eksekutif Sosoro-Merak yang dikelola ASDP Indonesia Ferry. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengimbau seluruh pengguna jasa penyeberangan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), khususnya di lintasan strategis MerakBakauheni.

Masyarakat yang akan bepergian menggunakan kapal diminta mengatur waktu perjalanan sebaik mungkin, mempersiapkan perjalanan dan kendaraan secara matang, serta selalu mematuhi arahan petugas selama berada di area pelabuhan maupun di atas kapal.

Berdasarkan informasi Stasiun Meteorologi Maritim BMKG Pelabuhan Merak, pada periode 18–21 Desember 2025 wilayah Selat Sunda dipengaruhi angin dari sektor Selatan–Barat.

Dengan kecepatan 10–25 knots, tinggi gelombang berkisar 1,2–1,5 meter, serta arus laut yang memerlukan kehati-hatian tinggi dalam operasional pelayaran. BMKG juga mengeluarkan Peringatan Dini I (Waspada) terkait potensi angin kencang hingga 20 knots.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan, dalam kondisi cuaca maritim yang dinamis, keselamatan tetap menjadi prioritas utama perusahaan.

"Setiap proses sandar, bongkar muat, hingga pelayaran kami lakukan secara hati-hati dan terukur. Penyesuaian operasional dilakukan agar keselamatan penumpang, awak kapal, dan seluruh pengguna jasa tetap terjaga, meskipun pada waktu tertentu berdampak pada perlambatan layanan," ujar Heru, Sabtu (20/12/2025).

 

Siaga Hampir 2.000 Personel

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat pergerakan kendaraan dan penumpang yang dilayani sebanyak 26.122 orang dan 125.950 unit kendaraan di dua lintasan penyeberangan utama Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk pada momen libur dan cuti bersama Hari Kenaikan Yesus Kristus. (Dok. ASDP)

Sebagai antisipasi cuaca ekstrem, ASDP menyiagakan 1.197 personel di Pelabuhan Merak dan 786 personel di Pelabuhan Bakauheni, serta memperkuat koordinasi dengan TNI/Polri, KSOP, BPTD, INFA, GAPASDAP, dan BMKG guna memastikan layanan penyeberangan berjalan aman, tertib, dan terkendali selama periode Nataru.

Di samping penguatan aspek keselamatan, ASDP juga melakukan ujicoba terbatas layanan face recognition bagi penumpang pejalan kaki di Pelabuhan Merak dan Bakauheni selama periode Nataru.

Ujicoba ini belum bersifat wajib (mandatory) dan dilaksanakan sebagai latihan, khususnya untuk menghadapi periode layanan Angkutan Lebaran mendatang.

 

Uji Coba Face Recognition

Kapal Ferry Yang Melayani Penyebrangan Merak-Bakauheni. (Kamis, 04/03/2021). (Dokumentasi ASDP Indonesia Ferry).

Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan, uji coba ini bertujuan menguji kesiapan sistem dan alur layanan pada periode padat.

"Ujicoba ini menjadi bagian dari pembelajaran operasional agar ke depan, khususnya pada Angkutan Lebaran 2026, layanan dapat diterapkan dengan lebih matang, nyaman, dan tetap mengedepankan keselamatan," jelas Windy.

"Dengan kewaspadaan cuaca, kesiapan personel, serta peningkatan layanan yang dilakukan secara bertahap dan terukur, ASDP berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang aman, tertib, dan bertanggung jawab bagi masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru," tuturnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya