Saham CDIA Meroket 518% Sejak IPO

Berikut pergerakan harga saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) pada Jumat, (20/12/2025).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 20 Desember 2025, 06:00 WIB
Saham CDIA. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) bergejolak pada perdagangan saham Jumat, 19 Desember 2025. Namun, harga saham CDIA ditutup di zona merah.

Mengutip data RTI, Sabtu (20/12/2025), harga saham CDIA susut 0,84% ke posisi Rp 1.775 per saham. Harga saham CDIA dibuka menguat lima poin ke posisi Rp 1.795 per saham. Saham CDIA berada di level tertinggi Rp 1.815 dan level terendah Rp 1.760 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 33.864 kali dengan volume perdagangan saham 4.245.279 saham. Nilai transaksi Rp 608,8 miliar. Kapitalisasi pasar Rp 221,57 triliun.

Mengutip data google finance, harga saham CDIA merosot 3,53% selama lima hari terakhir. Selama sebulan terakhir, harga saham CDIA susut 2,2%. Namun, saham CDIA masih terbang secara year to date (ytd). Tercatat kenaikan harga saham CDIA mencapai 593,36%. Akan tetapi, jika dihitung dari harga saham perdana dalam rangka penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp 190 per saham, saham CDIA sudah melonjak 518,4%.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada sesi kedua hingga penutupan perdagangan saham Jumat pekan ini.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melemah tipis 0,10% ke posisi 8.609,55. Indeks saham LQ45 menguat 0,21% ke posisi 853,53. Sebagian besar indeks saham acuan melemah.

Pada perdagangan saham Jumat pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.671,76 dan level terendah 8.562,88. Sebanyak 473 saham melemah sehingga bebani IHSG. 197 saham menguat dan 133 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.300.154 kali dengan volume perdagangan saham 40,8 miliar saham. Nilai transaksi Rp 47,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.727.

Dari 11 sektor saham, enam sektor saham tertekan. Sektor saham transportasi merosot 2,86%, sektor saham kesehatan terpangkas 0,99%, sektor saham infrastruktur tergelincir 0,90%. Selain itu, sektor saham teknologi susut 0,52%, sektor saham properti merosot 0,51% dan sektor saham consumer siklikal melemah 0,25%.

Sementara itu, sektor saham energi naik 0,08%, sektor saham basic bertambah 0,17%, sektor saham industri menguat 0,12%. Lalu sektor saham nonconsumer siklikal bertambah 0,18% dan sektor saham keuangan mendaki 0,14%.

 

Chandra Daya Investasi (CDIA), Siap Jadi Pemain Kunci Infrastruktur di Asia Tenggara

Pekerja tengah melintas di dekat papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (29/12/2017), IHSG menguat 41,60 poin atau 0,66 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) atau CDI Group resmi mencatatkan saham perdana di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham CDIA. Dalam proses penawaran umum perdana (IPO), perusahaan berhasil meraih dana sebesar Rp2,37 triliun dari penerbitan 12,48 miliar lembar saham baru dengan harga Rp190 per saham.

IPO CDI Group disambut antusias investor dengan tingkat oversubscription yang luar biasa, mencapai 563,64 kali dari total alokasi. Tercatat sebanyak 400.126 investor berpartisipasi dalam masa penawaran yang berlangsung pada 2–7 Juli 2025, setelah sebelumnya melalui masa penawaran awal pada 19–24 Juni 2025.

Presiden Direktur CDI Group, Fransiskus Ruly Aryawan, menyampaikan apresiasinya atas dukungan investor. Fransiskus menyebut saham perdana hari ini menjadi momen penting bagi CDI Group dalam membangun fondasi yang kuat untuk pertumbuhan jangka panjang.

“Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan investor yang mendukung kesuksesan proses IPO ini,” ujarnya dalam keterangan resmi.

 

Posisi Strategis di Asia Tenggara

Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2020). Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,66% atau 33,67 poin ke level 5.116,66 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ruly menekankan pentingnya posisi strategis CDI Group dalam sektor infrastruktur, terutama di tengah kebutuhan industri yang semakin berkembang di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Menurutnya, Asia Tenggara, termasuk Indonesia, saat ini berada dalam fase pertumbuhan industri yang sangat dinamis dan menuntut dukungan infrastruktur yang andal dan efisien.

Kebutuhan akan layanan logistik, kepelabuhanan dan penyimpanan, jaringan energi serta pengelolaan air menjadi potensi yang besar dalam pengembangan Perseroan.

“CDI Group melihat peluang strategis untuk terus memperluas layanan dan memperkuat peran kami sebagai penyedia solusi infrastruktur yang relevan dan terintegrasi.” tuturnya

 

Dana Hasil IPO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia menguat hampir lima persen lebih tinggi pada pembukaan 10 April 2025. (BAY ISMOYO/AFP)

Dana hasil IPO akan difokuskan untuk memperkuat lini bisnis utama, mempercepat sejumlah proyek strategis, serta memperbesar kapasitas anak usaha CDI Group. Rinciannya:

Rp871,76 miliar dialokasikan untuk sektor logistik, termasuk penyertaan modal ke anak usaha guna pembelian kapal dan operasional pendukung.

Rp1,48 triliun digunakan untuk pengembangan fasilitas kepelabuhanan dan penyimpanan, termasuk pembangunan tangki penyimpanan, jaringan pipa Ethylene, dan infrastruktur penunjang lain di kawasan industri strategis.

Infrastruktur Berkelanjutan

CDI Group menegaskan komitmennya sebagai penyedia solusi infrastruktur berkelanjutan yang mampu memberikan nilai tambah bagi industri, pemangku kepentingan, dan masyarakat luas.

“Kami berkomitmen untuk menjadi mitra pertumbuhan yang mendorong solusi infrastruktur yang relevan bagi kebutuhan industri di masa depan, serta menciptakan nilai tambah yang nyata bagi para pemangku kepentingan dan masyarakat luas,” pungkasnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya