Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 10,55 poin atau 0,12 persen ke posisi 8.631,03 pada Jumat pagi 12 Desember 2025.
Dikutip dari Antara, Jumat (12/12/2025), kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,94 poin atau 0,11 persen ke posisi 848,03.
Advertisement
Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan saham Jumat, (12/12/2025). IHSG hari ini akan bergerak di kisaran 8.570-8.700. Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?
Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG merosot 0,9% dan disertai dengan aksi jual saham oleh investor asing Rp 58 miliar pada perdagangan saham Kamis, 11 Desember 2025. Saham-saham yang paling banyak dijual investor asing antara lain saham BBRI, BBCA, ANTM, EMTK dan AMRT.
“IHSG berpotensi rebound hari ini,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.570-8.600 dan level resistance 8.650-8.700 pada perdagangan saham Jumat pekan ini.
Sementara itu, dalam riset PT Kiwoom Sekuritas Indonesia menyebutkan, uptren IHSG masih utuh sekalipun konsolidasi wajar harus terjadi ke arah 8.450-8.500.
Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT Timah Tbk (TINS).
Trading Idea hari ini: BRMS, ARCI, UNTR, ENRG, PTRO, dan TINS
- BRMS Spec Buy dengan area beli di 980-985, cutloss di bawah 980. Target dekat di 990-1010.
- ARCI Spec Buy dengan area beli di 1355-1370, cutloss di bawah 1350. Target dekat di 1400-1420.
- UNTR Spec Buy dengan area beli di 29425, cutloss di bawah 29325. Target dekat di 29600-29725.
- ENRG Spec Buy dengan area beli di 1460-1480, cutloss di bawah 1430. Target dekat di 1500-1550.
- PTRO Spec Buy dengan area beli di 10975-11025, cutloss di bawah 10875. Target dekat di 11200-11500.
- TINS Spec Buy dengan area beli di 3020-3060, cutloss di bawah 3000. Target dekat di 3100-3140.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Penutupan IHSG pada 11 Desember 2025
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada perdagangan saham Kamis, (11/12/2025). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham melemah dan pelaku pasar dinilai realisasikan keuntungan setelah the Federal Reserve atau the Fed pangkas suku bunga acuan.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup merosot 0,92% ke posisi 8.620,48. Indeks LQ45 turun1,15% ke posisi 847,08. Seluruh indeks saham acuan merosot. Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.776,97 dan level terendah 8.580,10. Sebanyak 500 saham melemah sehingga bebani IHSG.
201 saham menguat dan 98 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 3.604.826 kali dengan volume perdagangan saham 69,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 34,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.648.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG hari ini merosot dibebani oleh sektor infrastruktur, basic materials, dan big banks. “Koreksi IHSG pun terjadi di tengah penguatan nilai tukar rupiah dan seiring pergerakan mayoritas bursa Asia yang terkoreksi,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.
Sektor Saham
Herditya mengatakan, IHSG merosot kemungkinan dipengaruhi ada aksi ambil untung dari investor. Selain itu juga memanasnya geopolitik Jepang dengan China. Kemudian Amerika Serikat dengan Venezuela.
Sementara itu, dari 11 sektor saham, tiga sektor saham menghijau. Sektor saham energi naik 1,57%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham industri bertambah 0,50% dan sektor saham consumer siklikal menguat 0,39%. Sementara itu, sektor saham infrastruktur merosot 4,08%, dan catat koreksi terbesar.
Sektor saham consumer nonsiklikal melemah 2,34%, sektor saham basic merosot 0,86%, sektor saham kesehatan turun 0,53%. Kemudian sektor saham keuangan terpangkas 0,75%, sektor saham properti melemah 1,53%, sektor saham teknologi melemah 1,57% dan sektor saham transportasi turun 1,74%.