Anggota Komisi I soal Prabowo Kunjungi Pakistan: Perkuat Poros Selatan-Selatan

Kunjungan ini dinilai memiliki momentum krusial karena bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

oleh Tim NewsDiterbitkan 10 Desember 2025, 16:35 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat tiba di Islamabad, Pakistan. (Foto: Biropers Kepresidenan)

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, Farah Puteri Nahlia, menyambut positif kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Pakistan. Presiden Prabowo telah tiba di Islamabad untuk memulai kunjungan kenegaraan yang berlangsung selama dua hari, pada tanggal 8 dan 9 Desember 2025.

Kunjungan yang dilakukan atas undangan Perdana Menteri Muhammad Shehbaz Sharif ini dinilai memiliki momentum krusial karena bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Farah menilai langkah Presiden Prabowo ini sebagai manuver diplomasi yang vital untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global, khususnya dalam kerangka kerja sama negara-negara berkembang.

"Kami menyambut baik kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Pakistan. Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat poros kerja sama Selatan-Selatan, sekaligus menegaskan kembali komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan," ujarnya dalam keterangannya, Rabu (10/12).

Legislator dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremonial diplomatik, melainkan upaya konkret untuk mengukuhkan tali persaudaraan yang telah terjalin lama antara Jakarta dan Islamabad.

Farah menyoroti bahwa hubungan Indonesia dan Pakistan memiliki akar sejarah yang sangat mendalam dan emosional, bahkan sebelum Pakistan merdeka secara formal. Ia mengingatkan kembali peran tentara Muslim dari British India (yang kemudian menjadi Pakistan) dalam masa revolusi fisik Indonesia.

"Hubungan bilateral ini memiliki fondasi historis yang solid. Sejarah mencatat kontribusi tentara Muslim dari Asia Selatan yang berjuang bersama rakyat Indonesia melawan kolonialisme. Pengorbanan mereka dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia menjadi bukti nyata solidaritas yang mempererat hubungan kedua negara," jelas Farah.

 

Mitra Strategis

Anggota Komisi I DPR RI, Farah Puteri Nahlia (Istimewa)

Di sektor ekonomi, Farah menilai Pakistan merupakan salah satu mitra strategis terpenting Indonesia di kawasan Asia Selatan. Farah mencatat bahwa neraca perdagangan kedua negara menunjukkan tren positif dengan nilai perdagangan yang telah melampaui USD 4 miliar per tahun.

"Pakistan adalah pasar non-tradisional yang sangat potensial. Kunjungan Presiden harus dimanfaatkan untuk memperluas diversifikasi produk dan investasi guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi kedua negara," paparnya.

Menanggapi agenda pertemuan Presiden Prabowo dengan Kepala Staf Angkatan Darat dan Kepala Pertahanan Pakistan, Field Marshal Syed Asim Munir, Farah memberikan atensi khusus. Sebagai mitra kerja Kementerian Pertahanan dan TNI di Komisi I DPR RI, Farah mendorong agar pertemuan high-level tersebut menghasilkan output yang substantif.

"Kami berharap agar pertemuan ini menghasilkan kerja sama pertahanan yang lebih konkret dan teknis. Hal ini bisa berupa Transfer of Technology (ToT) untuk industri pertahanan, peningkatan frekuensi latihan gabungan militer, serta kerja sama intelijen dalam penanggulangan terorisme. Kita harus ingat, stabilitas keamanan di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara saling mempengaruhi," tegas Farah.

Farah menyatakan optimismenya terhadap hasil lawatan perdana Presiden Prabowo ke Pakistan ini.

"Kami juga berharap momentum kunjungan kenegaraan ini dapat mengakselerasi implementasi kesepakatan bilateral yang substantif, serta memperkuat kemitraan strategis jangka panjang yang saling menguntungkan bagi kemajuan kedua negara," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya