Korea Utara Tembakkan 10 Peluru Artileri ke Laut Kuning, Korea Selatan Tingkatkan Kewaspadaan

Hingga kini, Korea Utara belum memberikan pernyataan resmi terkait peluncuran tersebut.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 10 Desember 2025, 13:04 WIB
Gambar yang diambil pada 30 Mei 2024 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara melalui KNS pada 31 Mei 2024 menunjukkan uji coba penembakan artileri roket super besar 600mm di lokasi yang belum dikonfirmasi di Korea Utara. (STR / KCNA VIA KNS / AFP)

Liputan6.com, Pyongyong - Militer Korea Selatan melaporkan bahwa Korea Utara menembakkan 10 peluru artileri dari sistem peluncur roket ganda ke arah Laut Kuning pada Selasa (9/12/2025).

Informasi tersebut disampaikan Kepala Staf Gabungan (JCS) Seoul, Rabu (10/12), kepada AFP.

Menurut JCS, tembakan tersebut berasal dari wilayah barat Korea Utara dan merupakan bagian dari latihan musim dingin rutin Pyongyang, sebagaimana dilaporkan kantor berita Yonhap yang mengutip pejabat militer Korea Selatan, dikutip dari laman Channel News Asia, Rabu (10/12).

Hingga kini, Korea Utara belum memberikan pernyataan resmi terkait peluncuran tersebut. Insiden ini terjadi di hari yang sama ketika Pyongyang membuka pertemuan penting Komite Sentral Partai Buruh, yang dipimpin pemimpin Kim Jong Un untuk membahas kebijakan strategis dan persiapan kongres partai pertama dalam empat tahun terakhir.

Peluncuran artileri tersebut muncul di tengah dinamika baru dalam hubungan antar-Korea. Pekan lalu, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung—yang dikenal berhaluan moderat—menyatakan kesediaannya meminta maaf kepada Korea Utara atas dugaan tindakan pendahulunya yang mengirim drone dan selebaran propaganda melintasi perbatasan.

Namun Pyongyang belum memberikan respons terhadap pernyataan Lee.

Korea Utara terakhir kali menembakkan roket artileri bulan lalu, beberapa jam sebelum Menteri Perang AS Pete Hegseth mengunjungi zona perbatasan antara kedua Korea. Pyongyang juga melakukan tindakan serupa beberapa menit menjelang pertemuan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dengan Presiden China Xi Jinping pada November lalu.

Ketegangan di Semenanjung Korea terus meningkat seiring aktivitas militer Korea Utara yang berulang di tengah upaya diplomatik Seoul untuk meredakan hubungan yang memburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya