IHSG Cetak Rekor di 8.700, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp 16.005 Triliun

Berikut 10 emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali cetak rekor.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 09 Desember 2025, 06:30 WIB
Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatat rekor pada perdagangan saham Senin, (8/12/2025). Rekor IHSG juga mendorong kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) sentuh Rp 16.005 triliun.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (8/12/2025), IHSG naik 0,9% menjadi 8.710,69.  Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.720,09 dan level terendah 8.642,06.

Seiring kenaikan IHSG tersebut membawa kinerja IHSG berada di posisi ke-2 di ASEAN. Tercatat IHSG tumbuh 23,03% secara year to date (Ytd). Kinerja IHSG di bawah indeks saham acuan di Vietnam. Kinerja indeks saham acuan Vietnam yakni VN-index tumbuh 37,46% dan berada di posisi pertama di ASEAN. Sedangkan posisi ketiga dipegang bursa saham Singapura. Indeks acuan Singapura yakni Straits Times Index naik 19%.

Adapun total volume perdagangan saham tercatat 56,26 miliar saham dengan nilai transaksi harian saham Rp 27,29 triliun.  Selain itu, investor asing kembali saham meski jumlah tak sebesar pekan lalu. Tercatat aksi beli saham oleh investor asing mencapai Rp 52,74 miliar. Namun, investor asing masih tercatat lepas saham Rp 27,04 triliun pada 2025.

Kapitalisasi pasar saham BEI tercatat Rp 16.005 triliun di tengah lonjakan IHSG. Seiring kapitalisasi pasar saham mencapai Rp 16.005 triliun, berikut 10 kapitalisasi pasar terbesar di BEI antara lain:

1.PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencapai Rp 1.291 triliun

2.PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp 1.013 triliun

3.PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencapai Rp 843 triliun

4.PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencapai Rp 640 triliun

5.PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mencapai Rp 591 triliun

6.PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mencapai Rp 575 triliun

7.PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencapai Rp 551 triliun

8.PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencapai Rp 457 triliun

9.PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencapai Rp 457 triliun

10.PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencapai Rp 360 triliun

BEI Masuk 20 Bursa Terbesar Dunia, Kapitalisasi Pasar Sentuh Rp 15.300 Triliun

Pengendara mobil dan sepeda motor melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (10/10/2019). Sebanyak 205 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Direktur PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menyampaikan bahwa pasar modal Indonesia kini berada dalam jajaran 20 bursa dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia. Tak hanya itu, BEI juga menjadi yang terbesar di kawasan ASEAN.

“Nilai kapitalisasi pasar kita sudah mencapai Rp15.300 triliun, nilai transaksi harian sudah mencapai Rp16,9 triliun, jumlah investor kita sudah mencapai Rp19,5 juta,” ujarnya dikutip dari Antara, Sabtu (22/11/2025). 

Capaian tersebut turut tercermin dari kinerja berbagai indikator utama. Sepanjang 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbuh hampir 19 persen secara year-to-date (ytd). Pada penutupan perdagangan Jumat sore, IHSG berada di level 8.414,35. Sementara indeks LQ45 tercatat pada posisi 845,68.

Pada awal tahun, tepatnya 2 Januari 2025, IHSG dibuka pada level 7.103,14, sehingga lonjakan kinerja terlihat cukup signifikan.

Jeffrey menambahkan, performa positif pasar modal Indonesia tak lepas dari peran besar pasar modal syariah. Sektor ini dinilai berkontribusi penting dalam memperluas inklusi keuangan dan menarik minat investor ritel di Tanah Air.

 

Pasar Modal Syariah Dorong Kinerja BEI, Prinsip Universal Menarik Banyak Investor

Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menurut Jeffrey, penguatan kinerja BEI salah satunya didorong oleh ekosistem pasar modal syariah yang terus berkembang. Ia menekankan bahwa prinsip syariah tidak hanya relevan bagi umat Muslim, tetapi juga untuk seluruh masyarakat yang ingin berinvestasi dengan manajemen risiko yang baik.

"Prinsip-prinsip berinvestasi secara syariah itu nilainya universal," ujarnya.

Ia menjelaskan, ekosistem syariah di Indonesia saat ini telah memiliki infrastruktur dan regulasi yang lengkap. Setidaknya terdapat lebih dari 11 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) dan lebih dari 26 fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) yang mengatur praktik investasi syariah secara menyeluruh.

Regulasi tersebut mencakup pembukaan rekening, proses transaksi, kliring, penyimpanan, hingga mekanisme dana jaminan investor. Kesiapan ekosistem inilah yang membuat pasar modal syariah Indonesia mendapatkan pengakuan internasional.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya