Transaksi Saham AMMN Sentuh Rp 4,6 Triliun di Pasar Negosiasi

Berikut pergerakan harga saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) pada perdagangan Senin, (8/12/2025) di pasar negosiasi.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 08 Desember 2025, 20:01 WIB
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). (Foto: Amman Mineral Internasional)

Liputan6.com, Jakarta - Transaksi harian saham signifikan pada perdagangan saham Senin, (8/12/2025). Hal itu seiring lonjakan transaksi saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) di pasar negosiasi. Selain itu, harga saham AMMN melonjak di pasar negosiasi.

Mengutip data RTI, transaksi harian saham AMMN mencapai Rp 4,6 triliun di pasar negosiasi. Harga saham AMMN ditutup naik 18,90 persen ke posisi Rp 7.669 per saham dengan frekuensi perdagangan satu kali. Volume perdagangan saham 6 juta saham. Harga saham AMMN tercatat di level tertinggi dan terendah Rp 7.699 per saham di pasar negosiasi.

Sementara itu, di pasar regular, harga saham AMMN merosot 2,7% ke posisi Rp 6.300 per saham. Harga saham AMMN dibuka stagnan di posisi Rp 6.475 per saham. Saham AMMN berada di level tertinggi Rp 6.500 dan level terendah Rp 6.275 per saham. Total frekuensi perdagangan 9.431 kali dengan volume perdagangan saham 6.337.254 saham. Nilai transaksi Rp 4,8 triliun.

Di sisi lain, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat rekor tertinggi baru pada perdagangan Senin, 8 Desember 2025.

IHSG hari ini ditutup melompat 0,90% ke posisi 8.710,69. Indeks saham LQ45 bertambah 0,92% ke posisi 855,07. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menuturkan, IHSG menyentuh all time high (ATH) didukung oleh berbagai sentimen di berbagai emiten.

Di dalam negeri, Nico menuturkan, prospek ekonomi domestik tetap stabil, tetapi berhati-hati, dengan momentum jangka pendek bergantung terhadap dukungan fiskal untuk menangani kerusakan parah akibat bencana alam di wilayah Sumatera, yang terburuk dalam lebih dari satu dekade.

"Di sisi lain, para pelaku pasar menantikan rilis survei Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bulan November 2025, dan penjualan ritel Oktober 2025 dalam beberapa hari ke depan,” ujar dia dikutip dari Antara.

 

 

Sentimen IHSG Lainnya

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dari mancanegara, pelaku pasar memusatkan perhatiannya terhadap pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada 9-10 Desember 2025 pekan ini untuk mencermati arah kebijakan moneter The Fed.

Menurut CME FedWatch, ekspektasi pelaku pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan The Fed menguat dengan peluang penurunan 86,2 persen. Dot plot terbaru akan menjadi perhatian utama karena menjadi dasar investor membaca arah suku bunga dan likuiditas global.

Di sisi lain, pelaku pasar bersikap waspada menjelang rilis data ekonomi penting dari mitra dagang utama yaitu China, termasuk data perdagangan Desember 2025 serta Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI) pada pekan ini.

"Pelaku pasar juga semakin gelisah menjelang kemungkinan pertemuan Politburo dan Konferensi Kerja Ekonomi Pusat tahunan di China, karena mereka mencari panduan terkait arah kebijakan tahun 2026," ujar Nico.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.720,09 dan level terendah 8.642,06. Sebanyak 385 saham menguat sehingga angkat IHSG. 265 saham melemah dan 153 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.911.248 kali dengan volume perdagangan saham 57,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 27,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.670.

Sektor Saham

Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Jumat (22/9/2023). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dari 11 sektor saham, sektor saham industri terpangkas 1,42%. Sementara itu, sektor saham kesehatan melonjak 2,8%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi melesat 2,73%, dan sektor saham teknologi menguat 2,64%.

Selain itu, sektor saham basic bertambah 0,47%, sektor saham consumer nonsiklikal menanjak 0,83%, sektor saham siklikal mendaki 1,4%. Lalu sektor saham keuangan bertambah 1,37%. Sektor saham properti naik 0,27%, sektor saham infrastruktur melesat 2,05% dan sektor saham transportasi bertambah 2,18%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya