Jember Resmi Buka Rute Penerbangan ke Bali, Gerbang Ekonomi Timur Jawa Kian Terbuka

Penerbangan rute Jember-Bali ini menjadi penggerak bagi pertumbuhan ekonomi daerah, membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat posisi Jember dan sekitarnya sebagai kawasan yang strategis di Jawa Timur bagian timur.

oleh Gilar RamdhaniDiterbitkan 08 Desember 2025, 14:40 WIB
Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., bersama Anggota DPR RI Rivqy Abdul Halim hadir dan bersama-sama melakukan Launching Penerbangan Perdana rute Jember-Bali, Bali-Jember. Tepatnya pada Jumat (5/12/2025) di Bandara Notohadinegoro Kabupaten Jember.

Liputan6.com, Jember - Di bawah kepemimpinan Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. perubahan Jember terasa semakin dekat. Meski baru menjabat kurang dari setahun, ia berhasil menghidupkan kembali Bandara Notohadinegoro, sebuah langkah penting menuju visi Jember Baru Jember Maju.

Gus Bupati Fawait bersama Anggota DPR RI Rivqy Abdul Halim telah melakukan Launching Penerbangan Perdana rute Jember-Bali, Bali-Jember, tepatnya di Bandara Notohadinegoro Kabupaten Jember, pada Jumat (5/12/2025).

Penerbangan rute Jember-Bali ini menggunakan maskapai Wings Air dengan pesawat ATR 72 500/600. Launchingnya penerbangan rute Jember-Bali ini menjadikan Jember memiliki 2 rute penerbangan yang menghubungkan Jember dengan pintu dunia ke Indonesia yakni Jakarta dan Bali.

Perwakilan Lion Group Dyfi Sucianti mengungkapkan bahwa rute ini adalah jembatan harapan, jembatan ekonomi, dan jembatan kemajuan bagi masyarakat Jember, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, dan wilayah sekitarnya.

Rute ini akan menjadi penggerak bagi pertumbuhan ekonomi daerah, membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat posisi Jember dan sekitarnya sebagai kawasan yang strategis di Jawa Timur bagian timur.

Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., bersama Anggota DPR RI Rivqy Abdul Halim saat melakukan Launching Penerbangan Perdana rute Jember-Bali, Bali-Jember.

Gus Bupati Fawait mengatakan penerbangan rute Jember-Bali bukan sekadar jadwal baru, melainkan sebuah tonggak sejarah yang membuka lembaran baru bagi konektivitas udara Jember.

"Jember belum pernah terhubung dengan Jakarta, Jember belum pernah terhubung dengan Bali dan hari ini, dengan usaha kita bersama, dengan tekad kita bersama, akhirnya Jember bisa terhubung dengan Jakarta dan Bali. Mudah-mudahan ini menjadi ikhtiar yang bermanfaat untuk kemajuan Jember," ujar Gus Bupati Fawait.

Berkat lobi Pemerintah Kabupaten Jember kepada Pemerintah Pusat, kini Jember berhasil menembus akses penerbangan langsung ke Bandara Halim Perdana Kusuma di Jakarta dan Bandara Ngurah Rai di Bali, yang keduanya dikenal sebagai bandara tersibuk di Indonesia. Jember sangat beruntung memiliki penerbangan rute Jember-Bali karena pulau Bali salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di sektor wisatanya.

"Penerbangan perdana ke bali ini adalah momentum bangkitnya Jember sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Tapal Kuda dan di wilayah Jawa Timur," tutur Gus Fawait.

Titik Awal Perkembangan Jember

Launching Penerbangan Perdana rute Jember-Bali, Bali-Jember.

Gus Rivqy mengatakan penerbangan baru ini menunjukkan komitmen pemerintah pusat untuk bagaimana memberikan kemajuan bagi Kabupaten Jember.

"Saya tegaskan kembali ini adalah titik awal perkembangan Jember dan untuk Bupati Gus Fawait saya usul, untuk terus menggenjot infrastruktur Jember. Saya bersama Gus Fawait juga berusaha bagaimana ke depan Jember bisa memperpanjang runway dan memperbesar bandara, agar dapat terus menarik wisatawan dari luar daerah," tegas Gus Rivqy.

Capt Daniel Putut, Presiden Direktur Lion Air Group menyampaikan kepada awak media saat Pro Guse Spesia terkait penerbangan perdana Jember-Bali hari ini. Pesawat Wings Air yang berkapasitas 70 dari Jember, kursi penumpang terisi penuh. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Jember sangat antusias hadirnya penerbangan Jember-Bali.

Terakhir, Gus Fawait menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Jember, Pemerintah Pusat, DPR RI dan Lion Group karena sudah memperjuangkan penerbangan yang hari ini menghubungkan Jember dan Bali.

"Semoga dengan lahirnya penerbangan yang ada di Bandara Notohadinegoro Jember dapat menarik banyak investor yang ada di Indonesia maupun luar negeri," ujar Gus Fawait.

 

(*)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya