Distribusi LPG ke Wilayah Bencana Penuh Perjuangan, Dipanggul hingga Pakai Sling Rail

Kerusakan jembatan yang memutus akses utama membuat distribusi LPG tidak dapat dilakukan menggunakan kendaraan seperti biasa.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 07 Desember 2025, 21:18 WIB
Kerusakan jembatan yang memutus akses utama membuat distribusi LPG tidak dapat dilakukan menggunakan kendaraan seperti biasa. Pertamina Parta Niaga mencari cara lain. Dok PPN

Liputan6.com, Jakarta - Sejak 4 Desember 2025, Pertamina Patra Niaga bersama tim agen LPG, relawan, dan warga setempat melakukan upaya maksimal untuk memastikan energi tetap menjangkau seluruh rumah tangga di wilayah terdampak. Ini dilakukan di tengah keterbatasan infrastruktur akibat jembatan yang putus seperti di Desa Teupin Redeup, Kecamatan Peusangan.

Kerusakan jembatan yang memutus akses utama membuat distribusi LPG tidak dapat dilakukan menggunakan kendaraan seperti biasa. Akhirnya, pendistribusian LPG dilakukan secara manual dan estafet, memanggul tabung melewati jalur darurat, menyeberangi Sungai Tingkeum, hingga mengalirkan tabung melalui sling rail yang dipasang secara gotong royong oleh warga dan relawan.

Area Manager Communication, Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan aksi ini bukan sekadar pengiriman energi, tetapi cerminan keteguhan masyarakat dalam menghadapi kesulitan.

Dengan kebersamaan antara warga, relawan, dan tim agen, ratusan tabung LPG berhasil dipindahkan melewati jembatan putus demi memastikan pasokan energi tetap terjaga di Kecamatan Peusangan dan sekitarnya.

“Energi harus tetap merata. Dengan segala keterbatasan yang ada, ini adalah usaha kami memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan energi, terutama LPG,” ujar dia.

“Semangat gotong royong dan bantuan warga menjadi pilar utama keberhasilan distribusi di situasi sulit ini”, ungkap Fahrougi.

Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen untuk menjaga ketersediaan energi, terutama di wilayah yang terdampak bencana atau gangguan infrastruktur.

Upaya kolaboratif ini menjadi bukti bahwa pelayanan energi tidak hanya tentang logistik, tetapi juga tentang kemanusiaan dan solidaritas.

Pertamina Berhasil Menyalurkan BBM ke Bireuen Aceh

Awak mobil tangki dan Petugas SPBU bersiap membongkar BBM di SPBU 14.242.474 Jalan Raya Bireun-Takengon, Juli, Biereun, Aceh pada Sabtu (6/12/2025). (Foto: Pertamina)

Akhir November 2025, Bireuen menjadi saksi bagaimana energi dan empati berpadu dalam satu perjalanan panjang. PT Pertamina (Persero) berhasil menembus salah satu daerah yang terisolasi akibat banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pertamina pun menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) di Bireuen Aceh, yang akses jalannya lumpuh.

Ketika akses jalan lumpuh, stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU Bireuen menipis, dan harapan untuk kembali beraktivitas mulai berkurang, Pertamina menjadi satu-satunya harapan masyarakat di tengah keterbatasan.

Di balik itu, para relawan awak mobil tangki (AMT) dari FT Lhokseumawe memilih untuk tidak menyerah. Mereka berangkat dalam misi kemanusiaan, memastikan pasokan energi tidak terputus bagi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan kehidupan.

Tidak Mudah

Dari Fuel Terminal Krueng Raya (Aceh), AMT Pertamina bersikukuh mengantarkan BBM, sebagian besar adalah Pertalite dan Biosolar, menuju Bireuen.

Salah satu sosok di balik keberhasilan mengirimkan BBM ke wilayah tersebut adalah Muzammil (43). AMT yang berasal dari Bireuen ini merasa terpanggil ketika namanya masuk dalam daftar relawan. Bagi Muzammil, kesempatan ini bukan sekadar tugas, tetapi sebuah kepercayaan dari perusahaan.

“Kami diberikan kepercayaan untuk membantu masyarakat yang saat ini terdampak,” ujar dia seperti dikutip dari keterangan resmi, Minggu (7/12/2025).

Ia mengaku perjalanan kali ini bukan hal yang mudah, melewati genangan, menghindari jalan yang sebagian berlubang, hingga berjibaku dengan waktu yang terus berjalan. Meski begitu, lelahnya terbayar saat selang bensin masuk ke dalam tangki pendam SPBU.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya