7 Desember 1972: Istri Ferdinand Marcos Jadi Target Penikaman, Pelaku Ditembak Mati di Lokasi

Bagaimana kisah Nyonya Marcos yang selamat saat ia hampir ditikam oleh orang tak dikenal?

oleh Fanny MarizkaDiterbitkan 07 Desember 2025, 06:00 WIB
Potret Ferdinand Marcos saat dilantik pada tahun 1986. (Wikimedia Commons)

Liputan6.com, Manila - Seorang pria tak dikenal yang mengenakan jas gelap tiba-tiba hampir menikam istri Presiden Ferdinand E. Marcos saat ia sedang memimpin upacara di Nayong Filipino. Momen menegangkan di Filipina ini membuat Nyonya Marcos mengalami luka di tangan dan lengannya dari serangan pada 7 Desember 1972.

Penyerang diidentifikasi pada hari Jumat sebagai Carlito Diamaali dari Cuenca, sekitar 96 kilometer barat daya Manila.

Ia menggunakan belati sepanjang 30 sentimeter yang untungnya Nyonya Marcos tidak mengalami cedera parah dan dibawa dengan helikopter ke Makate Medical Center, sementara pelaku langsung dihentikan dan ditembak mati, dilansir dari The New York Times, Minggu (7/12/2025).

Kejadian berlangsung saat Nyonya Marcos (42) yang dikenal sebagai Imelda Romualdez memberikan penghargaan kepada para pemenang kontes kecantikan dan kebersihan nasional.

Insiden ini pun mengingatkan pada serangan di bandara internasional Filipina pada 27 November 1970 terhadap Paus Paulus VI oleh Ben Benjamin Mendoza y Amor, yang saat itu berhasil digagalkan dan dijatuhi hukuman penjara.

Dua Korban Luka Lainnya

Dua peserta lain, Anggota Kongres José Aspiras mengalami luka di kepala dan mengenai sekretaris kampanye kecantikan Linda Amor Robles yang terluka cukup dalam di punggung saat berusaha menangkap pelaku.

Menurut Sekretaris Informasi Filipina, Fransisco S. Tatad, serangan ini diduga merupakan bagian dari konspirasi sayap kanan yang menargetkan Presiden dan Ibu Negara.

Ia juga menambahkan bahwa pelaku kemungkinan memiliki kaki tangan karena dapat mendekati Nyonya Marcos yang naik ke panggung tanpa gangguan.

Bahkan, kecurigaannya semakin besar karena karena satu jam sebelum insiden terdapat seseorang yang menghubungi istana dan bertanya mengenai kehadiran Presiden Marcos, sehingga serangan ini tampak terencana yang melibatkan lebih dari satu orang.

 

 

Pelaku Berhasil Dilumpuhkan

Ilustrasi rumah sakit/dok. Unsplash Jeshoots

Rekaman televisi menjadi bukti penyerangan terjadi di pameran sekitar pukul 16.30 waktu setempat yang menunjukkan pelaku menyerang Nyonya Marcos beberapa kali. Pelaku dengan tinggi sekitar 160 sentimeter, mengenakan setelan gelap dan menghunus belati dari sarung yang disembunyikan di lengan baju kirinya.

Pria itu tampak membidik dadanya, tetapi Nyonya Marcos berhasil membungkuk dan menangkis serangan dengan tangan dan lengannya. Pelaku kemudian terus menganyunkan belatinya ke arah peserta upacara yang akhirnya dapat dilumpuhkan dengan bantuan peserta lain.

Lalu, seorang penjaga tiba dan menembaknya dengan dua kali peluru di punggung yang membuatnya tewas di lokasi kejadian. Setelah itu, Nyonya Marcos mendapatkan pertolongan di rumah sakit, di mana pihak berwenang yang menjaga keamanannya berkata bahwa ia dalam kondisi aman meski harus mendapatkan 75 jahitan.

Luka yang diakibatkan dari tusukan tersebut mengenai tangan dan luka dalam di dahinya, hingga urat di lengannya juga putus. Dari kejadian ini, Presiden Nixon turut menelepon untuk menyampaikan simpati atas insiden yang fatal tersebut.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya