Bitcoin Sentuh Bearish Monthly Crossover, Analis Waspada Potensi Koreksi Dalam

Bitcoin kembali mencetak bearish monthly crossover, memicu kekhawatiran pasar apakah pola 2022 akan terulang.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 05 Desember 2025, 18:00 WIB
Ada pola yang sama gerak Bitcoin antara saat ini dengan tahun 2022. Apakah akan ajlok lebih dalam lagi? Ilustrasi Bitcoin (iStockPhoto)

Liputan6.com, Jakarta - Bitcoin kembali berada dalam sorotan setelah mencetak bearish monthly crossover, sebuah pola teknikal yang kerap dikaitkan dengan potensi pelemahan jangka panjang. Pada level sekitar USD 92.152, Bitcoin terkonfirmasi berada di bawah pola persilangan bearish di grafik bulanan, memicu kekhawatiran apakah kondisi ini akan mengulang tren kejatuhan serupa di 2022.

Dikutip dari Crypto Front News, Sabtu (5/12/2025), analis Crypto Patel menunjukkan bahwa struktur makro Bitcoin saat ini sangat mirip dengan pola yang muncul menjelang penurunan besar pada 2022. Harga disebut telah menyentuh zona supply bulanan dan membentuk wick pembalikan, menandakan momentum mulai melemah usai fase kenaikan kuat.

Patel juga menyoroti kesamaan sinyal dengan crossover MACD bulanan yang terjadi pada siklus sebelumnya. Pada 2022, sinyal serupa diikuti penurunan 67–70% hingga membentuk bottom dalam rentang 334 hari. Jika pola ini kembali terulang, pasar berpotensi memasuki periode koreksi lebih panjang hingga 2026.

Selain itu, adanya celah Fair Value Gap (FVG) di kisaran USD 30.000 masih terbuka, menambah kekhawatiran mengenai potensi penurunan lanjutan.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Siap Jual

Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (ParStud/depositphotos.com)

Tekanan tambahan datang dari aktivitas whale yang mulai meningkat di sejumlah bursa. Data CryptoOnchain mencatat Exchange Whale Ratio melonjak ke 0.512, level tertinggi kedua sejak September 2024. Angka di atas 0.5 umumnya menunjukkan bahwa pemegang besar memindahkan aset ke bursa untuk bersiap melakukan penjualan.

Di Binance, rasio meningkat menjadi 0.427—tertinggi sejak April 2025. Lonjakan ini menandakan bahwa whale mungkin tengah menyiapkan likuiditas untuk melakukan transaksi besar tanpa memicu slippage signifikan.

Kondisi ini muncul di saat Bitcoin tertahan di zona supply yang menjadi titik resistensi kuat dalam struktur grafik bulanan. Kombinasi melemahnya momentum teknikal dan naiknya aliran masuk ke bursa membuat analis menilai tekanan jual dapat semakin tampak di pasar spot.

 

Penentu Arah

Bitcoin - Image by VIN JD from Pixabay

Dengan teknikal yang melemah dan aktivitas whale meningkat, sejumlah analis menilai pasar mungkin memasuki fase distribusi. Bearish monthly crossover menjadi sinyal penting yang mengisyaratkan perubahan tren, terutama ketika disertai peningkatan likuiditas di bursa.

Kemiripan struktur grafik saat ini dengan pola 2022 membuka pertanyaan besar apakah Bitcoin akan mengikuti jejak siklus sebelumnya. Meski pola sejarah tidak menjamin hasil yang sama, kesesuaian sinyal—mulai dari supply tap, penurunan momentum, hingga gap harga—membuat pelaku pasar semakin waspada.

Jika harga berhasil menembus area invalidasi fractal di USD 112.000–126.000, pola bearish jangka panjang bisa batal. Namun selama hal itu belum terjadi, analis menilai pasar masih berada dalam zona rawan koreksi.

Bagi trader, perkembangan “Bitcoin Bearish Monthly Crossover” kini menjadi fokus utama untuk menentukan arah pergerakan harga dalam beberapa bulan ke depan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya