Bank Indonesia Gandeng IAI, Standar Akuntansi dan Pengungkapan Keberlanjutan Diperbarui

Bank Indonesia dan IAI menegaskan komitmen memperkuat tata kelola, integritas profesi, dan kesiapan akuntansi Indonesia menghadapi ekonomi digital.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 05 Desember 2025, 14:40 WIB
penandatanganan Nota Kesepahaman (NK) Bank Indonesia (BI) dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) oleh Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali dan Ketua Dewan Pengurus Nasional IAI, Ardan Adiperdana, di Jakarta (3/12/2025). (Dok BI)

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) kembali memperkuat kerja sama strategis dalam peningkatan standar akuntansi keuangan, pengungkapan keberlanjutan, serta penguatan profesi akuntan di Indonesia. Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan standar pelaporan nasional makin adaptif terhadap digitalisasi, memiliki integritas tinggi, dan sejalan dengan kebutuhan regulator demi menjaga stabilitas sektor keuangan.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (NK) oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, dan Ketua Dewan Pengurus Nasional IAI, Ardan Adiperdana, di Jakarta, 3 Desember 2025. Inisiatif ini mencakup dukungan penyusunan standar, peningkatan kompetensi profesi, hingga harmonisasi aturan agar sesuai dengan dinamika ekonomi dan perkembangan industri.

Penandatanganan NK turut disaksikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Deputi Gubernur Senior BI, pimpinan International Federation of Accountants (IFAC), serta perwakilan otoritas keuangan, akademisi, dan mitra internasional. Kegiatan ini juga bertepatan dengan seminar internasional dalam rangka HUT ke-68 IAI dan IFAC Connect Asia Pacific 2025.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti, menegaskan bahwa profesi akuntan memegang peran strategis dalam menjaga transparansi dan akurasi laporan keuangan nasional. Ia menekankan pentingnya penguatan standar akuntansi untuk mendukung sistem pembayaran, mitigasi risiko, serta kesiapan Indonesia memasuki ekonomi digital.

“Penguatan standar akuntansi yang adaptif dan berintegritas adalah kunci menjaga kepercayaan publik dan mendorong transformasi digital Indonesia berjalan transparan, akuntabel, dan berkelanjutan,” ujar Destry.

BI berharap kolaborasi erat dengan IAI dapat memperkuat ekosistem keuangan yang lebih terpercaya dan berkelanjutan sebagai fondasi menuju Indonesia Maju.

 

Kompetensi Profesi

Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Ketua IAI, Ardan Adiperdana, juga menegaskan komitmen organisasi dalam memperkuat integritas dan kompetensi profesi. Menurutnya, standar pelaporan yang kredibel menjadi fondasi penting untuk mendukung iklim investasi dan daya saing Indonesia di tengah transformasi ekonomi yang semakin cepat.

Ardan menambahkan, akuntan memiliki peran penting sebagai penjaga kepercayaan publik melalui penerapan standar akuntansi dan pengungkapan keberlanjutan yang kuat.

“Di tengah percepatan transformasi ekonomi, akuntan Indonesia harus menjadi penjaga kepercayaan publik dengan menghadirkan transparansi, integritas, dan standar yang mampu menggerakkan Indonesia menuju pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujarnya.

 

Sudah Sejak 2019

Kerja sama antara BI dan IAI yang telah terjalin sejak 2019 disebut memberikan manfaat nyata, termasuk peningkatan tata kelola, transparansi pelaporan keuangan, serta penguatan stabilitas sektor keuangan. Penandatanganan NK kali ini menjadi perpanjangan kedua dari kerja sama sebelumnya yang berakhir pada 25 November 2025.

Melalui harmonisasi standar dan peningkatan profesionalisme akuntan, BI dan IAI berharap Indonesia memiliki fondasi pelaporan yang lebih akurat, transparan, dan relevan dengan perubahan ekonomi global, sekaligus memperkuat kepercayaan investor.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya