Saham INET Dibekukan Sementara Usai Melesat 170% Selama Sebulan

Harga saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) atau saham INET melesat signifikan sehingga dihentikan sementara atau suspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 05 Desember 2025, 11:53 WIB
Karyawan melintasi layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara atau suspensi perdagangan saham dan waran PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mulai sesi pertama, Kamis, 4 Desember 2025. BEI suspensi saham INET di pasar regular dan pasar tunai serta waran seri I PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk di seluruh pasar hingga pengumuman bursa lebih lanjut.

“Bursa mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI, ditulis Jumat (5/12/2025).

BEI menyatakan, seiring terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham INET dan sebagai bentuk perlindungan bagi investor dilakukan suspensi terhadap saham dan waran INET.

Mengutip data google finance, harga saham INET melesat 12,32% dalam lima hari terakhir. Selama sebulan, saham INET naik 170,9%. Secara year to date (ytd), harga saham INET meroket 961,64%.

Perkembangan Akuisisi oleh INET

Sebelumnya, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) memaparkan perkembangan terbaru rencana akuisisi dua perusahaan strategis. Direktur Utama INET, Muhammad Arif, menyampaikan aksi korporasi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat jaringan, memperluas layanan, dan mengoptimalkan kapasitas perusahaan dalam membangun infrastruktur digital nasional.

Arif menegaskan perusahaan sebenarnya memiliki beberapa rencana akuisisi, namun baru dua yang dapat diumumkan kepada publik.

“Kita sudah mengikuti beberapa berita terakhir tentang rencana akuisisi dari INET sendiri sebenarnya masih ada beberapa lagi yang masih ongoing tapi kita belum bisa sampaikan baru dua ini yang sudah CSP ya, sudah kita sampaikan informasinya ke bursa dan juga ke publik,” ujarnya dalam Public Expose Insidentil, Senin, 1 Desember 2025.

Dua akuisisi tersebut adalah PT Trans Hybrid Communication (THC) dan PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) keduanya telah disampaikan dalam dokumen public expose.

INET telah sepakat untuk mengambil 60% saham pengendali THC, perusahaan PMA yang bergerak di bisnis IP Transit, Dedicated Internet, THX IX, IPLC, Managed Services, Co-Location Server, dan cloud services.

 

Jaringan THC di Kalimantan

Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

THC memiliki jaringan besar di Kalimantan Barat, termasuk koneksi lintas negara menuju Kuching (Malaysia) dan Brunei Darussalam, serta izin NAP yang membuat perusahaan beroperasi secara internasional.

Arif menjelaskan akuisisi THC merupakan bagian dari strategi memperluas infrastruktur backbone dan menciptakan jalur internet alternatif yang tidak hanya bertumpu pada rute barat Indonesia. THC juga telah memiliki jaringan di Singkawang dan Pontianak, dengan rencana ekspansi ke Ketapang dan kawasan Kalimantan Barat lainnya.

INET menilai jalur konektivitas lintas batas ini akan memperkuat ketahanan jaringan nasional, terutama dengan potensi pengembangan jalur berbeda menuju internasional dari sisi tengah Indonesia.

 

Akuisisi Lainnya

Pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (8/4/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 7,9% ke level 5.996,14. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

THC memiliki jaringan besar di Kalimantan Barat, termasuk koneksi lintas negara menuju Kuching (Malaysia) dan Brunei Darussalam, serta izin NAP yang membuat perusahaan beroperasi secara internasional.

Arif menjelaskan akuisisi THC merupakan bagian dari strategi memperluas infrastruktur backbone dan menciptakan jalur internet alternatif yang tidak hanya bertumpu pada rute barat Indonesia. THC juga telah memiliki jaringan di Singkawang dan Pontianak, dengan rencana ekspansi ke Ketapang dan kawasan Kalimantan Barat lainnya.

INET menilai jalur konektivitas lintas batas ini akan memperkuat ketahanan jaringan nasional, terutama dengan potensi pengembangan jalur berbeda menuju internasional dari sisi tengah Indonesia.

 

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya