Menhut Raja Juli: Banjir Sumatra Melecut Saya untuk Refleksi

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengaku, bencana banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melecut dirinya dan pejabat Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 04 Desember 2025, 15:06 WIB
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (23/10/2025). (Foto: Liputan6.com/Lizsa Egeham).

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengaku, bencana banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melecut dirinya dan pejabat Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Hal itu disampaikan Raja Juli saat mengawali pemaparannya dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, Kamis (4/12/2025.

“Peristiwa ini juga melecut saya sebagai pimpinan dan jajaran pimpinan di Kementerian Kehutanan untuk berefleksi,” ujar Raja Juli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Dia menegaskan, bencana Sumatera menjadi pendorong Kemenhut untuk mengevaluasi total kebijakan tata kelola hutan.

“Mengevaluasi secara menyeluruh terhadap penatakelolaan hutan, forest governance, sehingga peristiwa serupa bisa dimitigasi dengan lebih baik di kemudian hari,” katanya.

Instruksi Presiden Prabowo

Selain itu, Raja Juli mengaku telah mengikuti instruksi dari Presiden untuk menggalang bantuan untuk para korban banjir Sumatra.

“Kami di Kementerian Kehutanan sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto melalui Mensesneg dan Seskab terus menggalang bantuan, terutama dari UPT UPT di Sumatera untuk membantu, berbagi solidaritas dengan para korban terdampak,” pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya