Liputan6.com, Jakarta - Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terus menjadi salah satu penggerak utama transformasi digital di berbagai sektor industri. Minat perusahaan terhadap teknologi ini semakin tinggi, terutama untuk meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, hingga inovasi layanan.
Namun, hasil Cisco AI Readiness Index 2025 justru menampilkan kesenjangan besar antara ambisi dan kesiapan perusahaan.
Advertisement
Menurut laporan tersebut, hanya 19 persen perusahaan di Indonesia yang dinilai siap mengadopsi solusi AI secara optimal. Artinya, sekitar 81 persen perusahaan masih belum memiliki fondasi teknologi yang memadai untuk memanfaatkan AI secara efektif.
Kondisi ini menunjukkan bahwa adopsi AI bukan hanya soal mengikuti tren, melainkan membutuhkan kesiapan menyeluruh—mulai dari infrastruktur jaringan, keamanan siber, tata kelola data, hingga SDM yang memahami implementasi teknologi tersebut.
Direktur PT Nusa Network Prakarsa, Edward, menyoroti bahwa banyak perusahaan terlalu cepat mengejar tren tanpa memeriksa kesiapan teknologinya.
“Sebagian besar perusahaan ingin masuk ke AI, tetapi ekosistem dasarnya belum siap. Infrastruktur jaringan belum terintegrasi, data masih tersebar, dan standar keamanannya belum mendukung automasi berbasis AI,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (4/12/2025).
Tidak Bisa Dilakukan Instan
Edward menegaskan bahwa penerapan AI tidak bisa dilakukan secara instan. Perusahaan harus terlebih dahulu memperkuat fondasi teknologi dari bawah. Mulai dari memperbarui perangkat keras, menata arsitektur jaringan, meningkatkan keamanan data, hingga memastikan tata kelola data berjalan konsisten dan real time.
Menurutnya, data merupakan komponen paling krusial dalam ekosistem AI. Jika data tidak terintegrasi dengan baik atau tidak konsisten, maka hasil yang diberikan AI tidak akan akurat.
“Kalau fondasi ini tidak diperkuat terlebih dahulu, penerapan AI justru bisa membawa risiko baru bagi perusahaan,” ujarnya.
Kondisi ini masih sering ditemui di banyak perusahaan di Indonesia. Sistem data yang terpisah-pisah dan belum terstandarisasi membuat teknologi AI sulit memberikan hasil optimal.
Fondasi Digital
Sebagai perusahaan system integrator, Nusa Network Prakarsa hadir untuk membantu industri memperkuat fondasi digital sebelum masuk ke adopsi AI. Perusahaan ini menyediakan solusi menyeluruh, mulai dari security infrastructure, managed services, solusi IoT, hingga pembangunan data center serta jaringan terpadu untuk kebutuhan bisnis modern.
Pendekatan end-to-end memungkinkan perusahaan mendapatkan ekosistem teknologi yang terstruktur dan aman. Nusa Network Prakarsa juga menekankan pentingnya desain arsitektur yang tepat, integrasi sistem yang matang, serta pemeliharaan berkelanjutan agar seluruh infrastruktur berjalan optimal.