Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjawab polemik tudingan ijazah palsu. Berdasarkan temuan Indonesia Indicator, tudingan ijazah palsu menjadi salah satu isu yang membentuk persepsi publik terhadap Gibran.
Menanggapi hal tersebut, Gibran menegaskan bahwa polemik ijazah bukanlah isu baru dalam perjalanan karir politiknya.
Advertisement
“Ijazah sudah dipermasalahkan dari zaman saya Wali Kota. Sudah saya tunjukkan ke publik ijazah saya. Nanti kalau ada klipnya ya. Tunjukin aja,” jelas Gibran dalam wawancara eksklusif dengan Pemimpin Redaksi SCTV dan Indosiar, Retno Pinasti pada Selasa (2/12/2025).
Gibran heran dengan orang yang mempersoalkan ijazahnya. Apalagi, pihak kampus pernah mengambil langkah proaktif dengan mengeluarkan pernyataan resmi untuk menegaskan keabsahan dokumen pendidikannya tersebut.
Meski demikian, Gibran menganggap perdebatan semacam ini merupakan bagian yang biasa dari dinamika politik.
“Dari sekolah saya berinisiasi untuk melakukan press release. Tapi ya pro dan kontrak ini hal yang biasa. Dan ya ini kita anggap saja pernak-pernik demokrasi lah,” ujarnya.
Data Pendidikan Gibran
Untuk diketahui, tudingan Ijazah palsu tersebut menyebutkan bahwa Wapres Gibran Rakabuming Raka tidak pernah tercatat menempuh pendidikan di University of Technology Sydney (UTS) Insearch, Sydney, Australia.
Nyatanya Gibran tercatat menempuh pendidikan di UTS Insearch hingga Year 12, yang setara dengan kelas 12 SMA dalam sistem pendidikan Indonesia, sebelum kemudian melanjutkan studi jenjang S1 di University of Bradford, Singapura.
Klarifikasi ini memperkuat penjelasan sebelumnya yang disampaikan Gibran bahwa isu ijazah palsu sudah berulang kali muncul sejak dirinya menjabat sebagai Wali Kota Solo.