Duka Mendalam, Managing Director EMTEK Sampaikan Belasungkawa atas Tragedi Bencana Sumatera

Ratusan korban jiwa, puluhan ribu luka-luka, hingga jutaan masyarakat terdampak bencana Sumatera, Managing Director EMTEK, Sutanto Hartono ikut berbelasungkawa.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 04 Desember 2025, 19:45 WIB
Managing Director PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK), Sutanto Hartono dalam pembukaan Indonesia Connect Outlook 2026, di The Hall Senayan City, SCTV Tower, Jakarta, dikutip Kamis (4/12/2025). (Liputan6.com/Arief)

Liputan6.com, Jakarta - Managing Director EMTEK, Sutanto Hartono mengajak setiap pihak mendoakan kelancaran proses pertolongan korban bencana di Sumatera. Dia juga mendoakan tempat terbaik bagi korban meninggal dunia.

Sutanto menyatakan rasa belasungkawanya terhadap bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Tercatat, ada ratusan korban jiwa, puluhan ribu luka-luka, hingga jutaan masyarakat terdampak.

"Kita doakan bersama agar seluruh korban yang meninggal dunia bisa diberikan tempat beristirahat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, maupun juga semua usaha pertolongan kepada korban banjir bisa diberikan kemudahan," ajak Sutanto saat membuka Indonesia Connect Outlook 2026, di The Hall Senayan City, SCTV Tower, Jakarta, ditulis Kamis (4/12/2025).

Dia menyatakan, sepanjang tahun 2025 dihadapkan dengan berbagai tantangan. Pada penghujung tahun ini, bahkan rasa duka menyelimuti masyarakat Indonesia, terutama karena adanya bencana di tiga wilayah, Aceh, Sumut, dan Sumbar.

"Khusus pada hari ini atau pagi ini, perkenankanlah kami juga secara khusus menyampaikan rasa dukacita yang mendalam atas tragedi banjir yang ada di Sumatera," ujar Sutanto.

Dia turut berduka cita atas korban yang terdampak bencana banjir bandang Sumatera tersebut. "Sampai saat ini, di mana sudah memungut lebih daripada 700 jiwa, dan ada 2.600 korban-korban luka, maupun juga ada lebih dari 3,3 juta masyarakat yang terkena dampak daripada banjir ini," ucap dia.

Basarnas Gunakan Jalur Laut dan Udara untuk Distribusi Logistik ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

Kepala Basarnas Marsekal TNI Mohammad Syafii di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (2/12/2025). (Dok. Istimewa)

Sebelumnya, Kepala Basarnas Marsekal TNI Mohammad Syafii menyampaikan bahwa pihaknya mengerahkan berbagai sarana, mulai dari laut hingga udara, untuk menyalurkan bantuan logistik kepada korban banjir dan longsor di Aceh dan Sumatera.

Ia menjelaskan bahwa seluruh armada yang tersedia di Kantor SAR telah digunakan secara maksimal dalam operasi kemanusiaan ini. Kapal-kapal dan berbagai sarana laut dikerahkan untuk menjangkau wilayah yang terisolasi akibat kerusakan akses darat.

"Kemudian untuk jalur-jalur logistik, kita juga menggunakan seluruh sarana yang ada di Kantor SAR berupa kapal-kapal, sarana laut, dan juga kekuatan udara, Badan SAR Nasional juga mengerahkan pesawat yang dari Tanjung Pinang," kata Syafii kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (2/12/2025).

"Kemudian yang dari Jakarta atau dari Bogor, dan juga yang dari Surabaya kita rapatkan ke sana," sambungnya.

Selanjutnya, untuk pencarian korban bencana tersebut pihaknya menggunakan anjing pelacak atau K-9. "Pencarian, karena memang sudah mulai terbuka, kita sudah menggunakan K9 untuk membantu," ujarnya.

Jenderal bintang tiga ini menjelaskan, penggunaan K-9 ini dikarenakan kondisi lokasi yang mempunyai kesulitan pasca banjir dan adanya lumpur.

"Karena kondisi korban, khususnya yang akibat bencana banjir lumpur, tentunya ini mengalami kesulitan tersendiri pada saat lumpur itu ketebalannya tersendiri," jelasnya.

"Kemudian di dalamnya bercampur dengan kayu dan mulai lumpur ini mulai mengering. Sehingga kita membutuhkan salah satunya adalah K-9. Mungkin itu," pungkasnya. 

Jalur Medan-Aceh Tamiang Mulai Dibuka Terbatas

Proses pembukaan dan pembersihan jalan akses dari Sumatra Utara menuju Aceh Tamiang. (Foto: Pusdatinkom BNPB).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, jalur Medan, Sumatera Utara, menuju Aceh Tamiang, Aceh, sudah bisa dilintasi.

"Sejumlah kendaraan roda empat mulai dapat melewati jalur tersebut dengan kecepatan terbatas," kata dia dalam keterangannya, Selasa (2/12/2025). 

Abdul menuturkan, besok 3 Desember 2025 pagi, jalur tersebut sudah dapat dilalui secara 100 persen. "Pekerjaan hari ini tinggal menyingkirkan beberapa material yang masih menumpuk di pinggir jalan," ungkap dia.

Abdul menegaskan sampai hari ini, bantuan logistik tetap disalurkan melalui jalur udara. Untuk Aceh Tamiang, Deputi 4 BNPB telah memerintahkan helikopter untuk mengirimkan dukungan dengan metode air drop di beberapa titik seperti lapangan Dekat Babo dan Perupuk, Kecamatan Bandar Pusaka.

"Adapun jenis dan kuantitas barang yang dikirim dalam tahap ini meliputi makanan siap saji 100 pack, hygiene kit 100 buah, paket sembako 50 pack, selimut 100 lembar, matras 100 lembar, alat kebersihan 25 buah," tutur dia.

Distribusi Bantuan Logistik

Abdul berharap, dengan terbukanya akses dari Medan menuju Aceh Tamiang, Langsa, hingga Lhoksumawe ini bisa membawa dampak yang lebih baik bagi masyarakat dan seluruh komponen yang bertugas di lapangan selama tanggap darurat hingga pemulihan nanti.

"Setelah akses mulai terbuka, maka distribusi bantuan logistik dan permakanan, pemulihan jaringan listrik dan telekomunikasi serta pembersihan material dapat lebih mudah dilakukan secara maksimal dan menyeluruh," kata dia. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya